[!! ONGOING !!]
...Cry...
hal yang menyedihkan bagiku adalah meninggalkanmu...
...Cry...
Hati ini terlalu lembut untuk disakiti
...Cry...
kata kata yang menyakitkan bagiku adalah ketika mengatakan 'Selamat tinggal'
------------
one Piece selama n...
Disisi lain, nampak Sabo sedang duduk sendirian di ruang kerjanya sembari memegangi kepalanya dari tadi yang berdenyut begitu keras sehingga menimbulkan rasa sakit yang amat perih baginya.
"Kapan rasa sakit ini hilang, sakit sekali" ucapnya dengan menahan rasa sakit yang menghantuinya.
Dalam bayangan Sabo, lagi lagi lelaki itu muncul.
"Arrrghhh pergilah sialan!!!" Teriaknya sambil mengacak acak rambutnya.
"Siapa lelaki itu sebenarnya..." Gumam Sabo
"SUNGGUH LAKI LAKI MENYEBALKAN!!!" teriak sabo dengan jengkel ----------------------------cry-------------------------
Jam pelajaran Luffy sudah berganti menjadi brektaim, semua siswa siswi berbondong bondong pergi ke kantin termasuk Luffy.
"Yo, Zoro kita bertemu lagi disini..." Sapa Luffy kepada Zoro yang nampak kebingungan.
"Ah...y..ya kita bertemu lagi" Jawab Zoro sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal
"Apa yang kau lakukan disini? Tidak mau ke kantin? " Tanya Luffy dengan polos
"Sabo, kau baik baik saja kan? Tadi aku seperti mendengar sesuatu dari ruanganmu..." Ucap seorang gadis muda dengan rambut cokelat ke abu abuan dan ujung rambut kebiruan juga mata biru cerahnya yang terkesan cantik itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Aing tambahin karakter lagi gak apalah yak🙂 Kalo nanya itu dapet dari mana, jwbnya nyolong digugel :v)
"Hm? zera, ya.." Ucap Sabo yang tengah duduk sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit itu
"Iya, ini aku...kau baik baik saja kan? Barang kali aku bisa membantumu jika kau kesusuahan" Ucap gadis yang bernama Zera itu dengan ekspresi khawatirnya
"Tidak perlu khawatir, aku baik baik saja...pergilah" Ucap Sabo dengan datar
"Sabo...Tapi-" Zera berhenti berucap ketika mendapat tatapan dingin dari sabo
"...Baiklah, permisi" Ucap Zera dengan halus dan segera meninggalkan ruangan sabo
'Merebut hati seorang lelaki itu sulit juga, ya...'