Arabela yang bosan karena tidak ada yang bisa ia lakukan hanya berbaring dan memikirkan apa yang harus dilakukan berikutnya jika dapat kembali ke masa lalu, Ia sangat ingin menjauhi Asher namun hal itu tidak mungkin dilakukan karena kunci dari semua jawaban itu berada di Asher karena hanya Asher lah yang dapat membalikan waktunya, jadi sangat tidak memungkinkan untuk Arabela dapat benar-benar memutus kontak dengan Asher.
Sudah hampir dua jam Arabela tidak melakukan aktifitas apapun tiba-tiba tepat di depan matanya muncul portal yang sebelumnya ia gunakan untuk kembali ke masa lalu. Arabela sempat terkejut melihat portal itu yang muncul tiba-tiba, setelah menenangkan diri dan mempersiapkan dirinya ia menjulurkan tangannya menyentuh portal di depannya lagi-lagi tubuhnya terisap ke masa lalu.
Beda dengan sebelumnya kali ini ia tidak berteriak, ketika ia membuka matanya ia sudah berada di dalam sebuah bus pariwisata. Sudah cukup terkejut dengan siatuasi yang ada namun ada hal yang lebih mengejutkan lagi tepat disampingnya duduk seseorang yang sangat paling ia hindari yaitu Asher.
Arabela heran dengan situasi yang ia hadapi sekarang, sejak kapan dan bagaimana bisa ia dekat dengan Asher sampai mereka dapat duduk bersama di dalam bus. Setelah mengingat-ngingat Arabela menyadari bahwa ia berada di waktu study tour pertama nya yang seharusnya ia duduk sendiri dan Asher duduk berdua dengan Lucas. Tapi mengapa Asher berada di sampingnya sekarang.
"Arabela?" Panggil Asher.
"Huh?"
"Lo sakit atau gimana si?"
Arabela mendecak kesal karena pertanyaan Asher yang tidak penting pikirannya menjadi buyar lalu ia hanya merespon dengan menggelengkan kepalanya membuat Asher bertanya-tanya apa yang ia lakukan sehingga membuat Arabela kesal seperti itu.
"Ini yakin lu ga masalah gue duduk sini." Tanya Asher
"kenapa ga duduk sama Cassandra si, kenapa harus di sebelah saya?"
"Kenapa lu nyuruh gue sama Cassandra?" Asher curiga bahwa Arabela tau hubungannya dengan Lucas.
"Kalian berdua terlihat dekat" Jawab Arabela dengan cuek.
"Dekat?" Tanya Asher kembali,
Arabela tidak menggubris pertanyaan Asher, ia memilih untuk memalingkan mukanya menghadap kaca sambil mengingat-ingat apa yang akan terjadi dalam beberapa hari kedepannya.
***
Sampailah mereka di sebuah penginapan yang akan menjadi tempat singgah mereka dalam 2 hari ke depan. Arabela menatap orang di sebelahnya yang sedang tertidur, ia ragu apa yang harus dilakukannya untuk membangunkan Asher. Karena ia tidak bisa keluar jika Asher belum bangun dari kursinya.
Akhir Arabela memutuskan untuk mencubit pipinya sekencang mungkin,
"Aw sakit, apa-apaan si?" Teriak Asher
"Minggir" Arabela menatap Asher tajam.
Asher pun mengalah dengan berdiri sambil memegang pipinya yang sakit. Saat Arabela sudah keluar dari bus tersebut kepalanya mulai terasa pusing dan Asher kembali mendapatkan bayangan tentang ingatan Arabela, ia melihat Arabela di samping nya sedang bermain gitar sambil bernyanyi dengan senyuman di wajahnya menghadap ke arahnya.
Asher memegang kepalanya yang terasa masih sedikit sakit dan langsung menuruni bus dan segera menuju ke kamarnya. Ia pum langsung beristirahat karena esok pagi akan ada banyak kegiatan yang harus di lalui.
***
Asher yang sudah siap berjalan ke arah kamar Cassandra namun saat ia mengetok kamarnya tidak ada jawaban sama sekali. Asher merasa akhir-akhir ini Cassandra menjauhinya, dengan terpaksa Asher berjalan ke bus sendirian.
Begitu masuk ia melihat Cassandra yang sudah duduk dengan lelaki yang sama saat di kantin dan saat berangkat kemarin padahal mereka sudah janjian akan duduk bersama, akhirnya Asher pun terpaksa harus duduk kembali dengan orang lain. Ia hanya melihat 2 kursi yang tersisa, satu dengan guru lalu satu nya lagi di samping Arabela.
"Arabela.." Sapa Asher canggung.
Arabela hanya menengok ke arahnya sambil membuat ekspresi seperti bertanya 'ada apa?'
"Gue boleh duduk sini?" Tanya Asher.
Arabela melihat sekeliling untuk mencari kursi kosong selain di dekat guru ternyata memang tidak ada, dengan sangat terpaksa Arabela mengiyakan permintaan Asher.
Belum cukup harus duduk bersama, Asher terus membuntutinya seharian membuat Arabela menahan emosinya, mungkin kalau ia yang dulu akan sangat senang mengalami ini, namun dirinya yang sekarang sangat tidak ingin mengalami ini.
***
Seluruh aktifitas sudah terselesaikan dan mereka sudah sampai ke penginapan kembali untuk berisitirahat malam ini dan pulang esok hari, Asher pun langsung kembali ke kamarnya. Begitu sudah dekat dengan kamarnya sudah ada Cassandra berdiri di depan pintu.
"Kita perlu bicara." Ucap Cassandra
Asher pun membuka pintu kamarnya, mereka berdua masuk ke kamar itu.
"Aku ga suka liat kamu sama cewek itu." Ucap Cassandra tanpa basa-basi.
"Aku juga ga suka liat kamu di kelilingi cowok, kamu ga sadar akhir-akhir ini gimana sikap kamu?" Balas Asher.
"Aku kayak gitu demi kita, mulai ada rumor ga bagus tentang kita. Emang kamu mau semua tau tentang hubungan kita?"
"Sedari awal yang mulai kamu, tapi kenapa kamu yang takut akan padangan orang?"
Cassandra yang emosi mendengar omongan Asher berteriak di depan mukanya,
"LAKUIN SEMUA YANG LU MAU!"
Cassandra keluar dari kamar itu dengan membanting pintu, emosi Asher pun tidak kalah tinggi dengan Cassandra. Akhirnya ia memutuskan untuk berjalan-jalan untuk mendinginkan pikirannya.
Tbc...
Vote, kritik dan saran
Kalau suka bisa di share hehe
Terima kasih ~
KAMU SEDANG MEMBACA
Monachopsis
Roman pour Adolescents"Ra aku minta maaf, tapi tolong dengerin penjelasan aku." Ucap Asher dengan suara bergetar, "Kamu ga cinta kan sama aku? Selama ini yang kamu omongin ke aku cuma omong kosong" Balas Arabela dengan suara yang tidak kalah bergetar. Asher terdiam dal...
