Don't forget me
IG _zhrsll__
Happy reading
Terkadang aku terlalu berharap banyak kepada dirimu, terlalu mengiyakan tanpa bertanya kepadamu .
Jadi seandainya pun kamu pergi aku paham dengan hal itu...
-
-
-
-
-
-
" Engga usah mikir aneh-aneh! " ucap Raka sedikit berteriak akhirnya dia buka suara juga dari sekian lamanya.
" Hm se-benarnya kita mau kemana?" Tanya ku memberanikan diri
" Apartemen "
" Hah kemana " aku sedikit tidak kedengaran pasalnya lumayan bising oleh kendaraan yang berlalu lalang .
" Apartemen! " teriak Raka
" Hah apar-temen mau ngapain? Kyla engga mau di culik "
" Tolong !"
" Tolong ! "
"Tolongin Kyla !" Teriak Kyla .
Membuat sang pengemudi tidak fokus .
" Bego!! jangan teriak-teriak di jalan, entar yang ada orang-orang mikir yang enggak-enggak !" Teriak Raka.
Menambah kecepatan motor . Membuat orang yang dibelakang ketakutan dan tanpa disengaja memeluk dan menenggelamkan wajahnya dipunggung tegap sosok Raka Pranansyah.
.....
Dua sejoli ini berjalan dengan saling berdebat argumen dari awal masuk lobi apartemen. Banyak pasang mata yang menatap aneh dari orang-orang yang melihat mereka yang saling tarik-menarik .
" Kyla engga mau ikut, lepas dong !" Ucap Kyla menarik tangannya.
" Lu tuh susah banget sih orangnya gua bilang ikut ya ikut bukan malah berontak kaya gini. Dasar anak belagu!!" Jawab Raka dengan tangan yang masih terus menarik Kyla dan membawanya ke dalam lift .
"Kyla engga mau " suara isak mulai terdengar ditelinga Raka.
" Kok lu malah nangis sih, eh anak beasiswa !!?" Ucap Raka kebingungan. Melihat wanita yang dibawanya mulai mengeluarkan air mata.
" Gua engga bakal apa-apain lu, tenang aja lagian siapa juga yang tertarik sama tampang lu gini" lanjut Raka
Suasana menjadi hening dan tangan Raka sudah melepaskan genggamannya pada tangan Kyla. Sampai suara pintu lift terbuka. Raka yang berjalan didepan dan Kyla hanya mengekor dibelakang dengan perasaan cemas.
" Masuk " ucap Raka menyuruh masuk setelah pintu terbuka otomatis . Dan lagi-lagi Kyla mengikuti setiap ucapan Raka .
"Duduk "
" Gua suruh lu duduk bukan berdiri "
Dengan perlahan Kyla mulai melangkah mendekati tempat duduk dengan hati-hati.
" Gua mau lu masak apa aja seterah lu tapi ingat jangan lu kasih racun dan apalagi sianida " ucap Raka
" Buat siapa Kyla masak ?" Tanya Kyla
" Buat OB , ya buat gua lah kok lu lemot banget " ucap Raka jengah dengan pertanyaan barusan .
-
-
-
-
hanya terdengar dentingan garpu dan sendok yang saling mengisi kekosongan di meja makan. sang empu pemilik apartemen dengan santainya tanpa menunjukkan ekspresi pada wajahnya soal masakan yang kyla bikin dengan susah payah pasalnya ketika kyla masak pasti saja Raka selalu menggangunya,menuduhnya, berkomentar soal cara dia masak.
Satu hal yang Kyla baru tau ternyata Raka ini sok cool banget kalo di sekolah padahal aslinya dia ini cerewet minta ampun ngalahin tetangga yang suka ngomongin anak orang. Okee skip.
"Ngapain lu berdiri disitu,Sono balik " usir Raka
Ya Tuhan jadi aku disini hanya untuk membuatkan dia makanan doang kenapa engga pesan aja. Katanya anak orang kaya,Dasar aneh.
"Ngapain masih diam aja" Raka kembali bersuara pasalnya Kyla hanya diam di depan pintu
"Hm... Ini gimana bukanya?"
"Dasar kampung, minggir ganggu orang makan aja" Raka segera membuka pintu dengan kartu aksesnya.
"Udah sana keluar" Raka mendorong badanku.
Brak.. Raka menutup pintu dengan keras.
"Dasar orang gila" ucapku sambil berjalan kearah lift.
-
-
-
-
-
Hiiiii im back again setelah 4 tahun tidak pernah menulis lagi... di karenakan lupa pw akun..... tapi tenang setelah akun ini kembali aku berusaha buat lanjutin cerita kisah ini kok....
Always stay tun terusss guysss
Loveeeee buat yanv sudah baca
Salam hangattttt darikuuu
KAMU SEDANG MEMBACA
He is perfect
Teen Fiction[ BUDIDAYAKAN SEBELUM MEMBACA TERLEBIH DAHULU FOLLOW] Ucapannya yang selalu menyakinkan ku Kata-kata yang selalu membuatku percaya Caranya yang selalu membuatku melayang akan rasa cinta yang selalu membuatku terlena " Kenapa sih kamu ini selalu...
