bagian sepuluh.

603 4 0
                                        

Singkat cerita , sekaranglah acara hajatnya sodara aura berlangsung. Ternyata pak tarkiman dan Bu nela pun di undang .

Kim sudah rapih dengan jaket kulit dan celana Levis bolong bolongnya. Rencananya dia mau nongkrong sama anak muda di tempat hajat.. ya lumayan lah. Walaupun dia sudah tau nantinya dia di palakin.. tapi demi bisa melihat aura ajah.

" Ehhhhh, Dede.. ngapain. Pake itu.. ga sopan tau.. ganti ganti.. pake batik yang couple sama papih mamih atuh.. " ujar Bu nela.

" Aihhh , Kim mah mau nongkrong.. kanjeng mamaihh mau kondangan dimana.. ?" Tanya Kim.

" Ya di sodaranya aura lah.. dimana lagi. Kamu ga mau ikut.. yaudah ." Ujar Bu nela.

" Ehhhhh , ikut Iyah Kim ganti dulu.. " tanpa pikir panjang Kim langsung ikut buat kondangan bersama kedua orang tuanya.

Karena tempat hajatnya lumayan jauh. Jadi Kim dan sekeluarga pakai mobil.. tapi ga jauh jauh amat deng cuma beda kampung ajah.. masih satu desa.

Saat sampai di parkiran, mereka melihat ada segerombolan pemuda yang sedang nongkrong sambil minum.

" Dede, inget.. papih ga mau kamu bergaul dengan mereka. Berteman boleh tapi jangan ikut ikutan.. semua Kaka Kaka mu juga sama, papih larang. " Ujar pak tarkiman.

" Iyah pih. " Jawab Kim.

* Aduhh, gimana nih. Mana di dompet ada sejuta.. hmm lenyap dah duit gw.. mau nolak ga enak.. takut juga. * Batin Kim.

Dia sudah was-was karena pasti para pengacara itu akan memalaknya.

Kim dan kedua orang tuanya langsung keluar mobil dan mereka berjalan ke arah tempat hajat

" Woi,,, bos.. wih apa kabar nih.. sini lah. " Ajak salah seorang preman , dengan penuh tato.

" Eh iyahh " ujar Kim dia langsung nurut dan mendekati gerombolan pemuda pengangguran itu.

" Dede, papih bilang apa.. " ujar pak tarkiman.

" Tapi pih... " Ujar Kim , sebenernya dia juga mau ikut sama kedua orang tuanya . Tapi takut..

Sampai ahirnya kedua orang tuanya langsung meninggalkan Kim.

Mereka masuk ke acara hajatanya dan kondangan seperti biasa..

" Kanjeng mamaihh.. kanjeng papih.. " sapa aura. Dia langsung menyapa dan cium tangan.

Orang orang melihatnya aga aneh.. apalagi Bu nela langsung ngobrol kaya sudah akrab.

" Eleehhh cantik pisan ... " Ujar Bu nela.

" Haha makasih mih,.. mamih juga.. oh Iyah. Kim mana mih.. " tanya aura.

"AA.. si Ujang kasep ga kesini.. " tiba tiba Bu Hwang datang.

" Jeng,... Apa kabar. Ko jarang main sih.. padahal satu desa loh. " Ujar Bu nela..

" Ehhh, pak tarkiman ibu nela.. hehe maaf atuh saya sibuk ngurusin anak anak.. jadi sempet. Nanti saya main yah. Itu.. si Ujang kasep kemana ga ikut " tanya Bu Hwang.

" Itu dia Bu Hwang, dia malah gabung sama brandal kampung.. sudah saya peringatkan tapi ya begitu.. " ujar pak tarkiman , menghembusakn nafas jengah.

" Dimana pih, " tanya aura.

" Di depan. . Tapi sudahlah, kamu jangan ikut ikutan juga a.. " uajr pak tarkiman.

" Permisi semuanya.. " ujar aura. Dia langsung jalan cepet dengan menggulung lengan bajunya.

" Aduuhh, itu ituhh jeng.. a aurahman nya.. pih.. " Bu nela panik karena , dia pikir.. dengan badanya aura yang kecil. Aura bakalan di hajar.

" Sudah, Bu.. ketakutan dan kelemahan si AA mah cuma satu.. hantu. Hehe.. " ujar Bu Hwang

Brak!..

" Ngapain lagi.. bubar. Mau gw telepon polisi.. hah , ini juga ada kemanan tapi kaya gini di biarin.. bubar.. " teriak aura melengking dan sangat kenceng.

Bahkan organ dangdut yang sedang berlangsung langsung berhenti.

" Jeng,,, ayo liat. " Ujar Bu nela. Dia langsung menarik Bu Hwang dan orang orang juga mau melihat apa yang terjadi di parkiran.

Tapi, ..!

Dengan kancing baju yang copot 2 dan sedikit memar di sudut bibirnya. Aura berhasil masuk ke  dalam tempat acara dengan membawa Kim.

" Denger yah, Lo itu anak orang terhormat.. ngapain Lo mau maunya di budakin.. nih duit Lo.. ashhh sial. Sakit banget lagi. " Ujar aura sesampainya di depan kedua orang tua Kim.

" Dede... Kamu gapapa syaanghh, ya tuhan.. " ujar Bu nela langsung memeluk dan melihat badan Kim.

" Apa kata papih, " ujar pak tarkiman.

Kim ? Dia masih diam.. dia masih belum bisa mencerna apa yang tadi dia saksikan di depan matanya langsung.

" Ya ampun, anak mamah.. sakit syaanghh. Mamah obatin yah.. muach . Kamu hebat.. " ujar Bu Hwang bangga dengan aura.

" Pakai obat merah ajah mah, kanjeng mamih.. kanjeng papih. Kayaknya Kim hanya kaget, dia ga luka apa apa ko.. ayok mah. " Ujar aura.. dia dan ibunya pergi buat ngobatin luka aura.

" Kim, apa yang terjadi.. " tanya Lala.

" Ta tadiii.. auraaa " Kim menjelaskan dengan masih belum percaya. Kalau . Aura di keroyok 5 orang lebih di depan matanya.. langsung. Tapi untungnya aura bisa melawan. Bahkan aura masih bisa melindungi Kim dengan sisa sisa tenaganya.

Setelah kejadian itu, acara nya bisa berlangsung kembali dengan tidak ada gangguan. Kim dan kedua orang tuanya juga. Sekarang sedang makan sambil liat dangdutan dan kadang menggosipkan make up si penganten. 🙄

" Eleeeehhh wajah cantik ga cocok manggil berass.. cocoknya nenteng tas atuh.. " goda Lala dan Sania.

" Huuuuuuuhh AA gw kuat ! Semangat AA " teriak Sania.

" Ceuuuu anaknya kuat banget. " Ujar orang orang ke Bu Hwang.

" Ahhhh ,, biasalah.. " ujar Bu Hwang malu malu..

Kalian tau apa yang di perbuat aura sampai orang orang memujinya kuat..

?

Dia manggil beras 2 karung sekaligus.. !

" Waaaahhh, papih ajah pasti ga kuat tuh.. calon mantu mamih best.. " ujar Bu nela.

" Enak ajah, calon mantu papih tuh.. " ujar pak tarkiman.

* My guardian angel.. sungguh luar biasa.. love love lah. Ahh ajak jalan ajah, kali mauu * batin Kim.

" Emm, raaa aura.. " teriak Kim memanggil aura.

" Iyah, kenapa de. " Ujar aura.. Kim langsung memerah wajahnya karena di panggil. De..

" Anjir, apaansih..de de an. " Ujar Kim malu malu..

" Alaaah, Lo kan di panggil Dede.. yaudah gw juga panggil Dede.. Lo panggil gw AA .. gw kan di panggilnya AA hehe.. apasih. " Tanya aura.

" Jalan yuk, kita ke mall.. " ujar Kim.

" Lah, mana ada mall di sini.. ada juga alpa, tokma ,sama toserba. " Ujar aura.

" Ya pokoknya jalan yuk. " Ujar Kim.

" Aduh, gimana yah.. gw lagi bantu bantu sih.. " ujar aura.

" AA,, udah ikut ajah. Nih uangnya.. sekalian beliin bahan kueh yah.  Mamah mau main ke rumah si Ujang kasep.. kan harus barang bawa.. " ujar Bu Hwang . Tiba tiba nimbrung.

" Nih,.. beli yang banyak. Pake uang mamih.. " ujar Bu nela.

" Makasih mih, yuk.. sekarang. " Ujar Kim langsung narik aura. Padahal dia sedang makan.

" Eh,, gw mandi dulu.. " ujar aura.

" Ga usah, kita ambil motor gw dulu.. " ujar Kim.

" Aish,, jauhlah. Udah pake motor gw ajah.. yuk. Lo yang nyetir. " Ujar aura.

Bersambung!

Hurt So GoodCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang