"Itu ide ku untuk membuka restoran korea"ucap chaeyoung kepada beberapa pelanggan wanita yang sedang makan direstoran baru mereka.
"Hai chaeng" sapa jeongyeon saat melewati meja chaeyoung.
"Yoooo....ini adalah partner bisnisku dan juga sahabatku Yoo Jeongyeon" ucap chaeyoung memperkenalkan jeongyeon.
"Hai" sapa beberapa wanita yang duduk bersama chaeyoung.
"Hai" jeongyeon tersenyum ramah.
Chaeyoung berdiri dan membisikkan sesuatu kepada jeongyeon.
"Jangan macam-macam jeong, mereka semua mangsaku. Kau cari yang lain saja" ucap chaeyoung meletakan tangannya dibahu jeongyeon.
"Mereka berempat,chaeng. Setidaknya biarkan aku dengan salah satu dari mereka" jeongyeon mengedipkan matanya pada salah satu gadis yang sedang menatapnya.
"Andweeeee...aku tidak mau. Kau cari saja sendiri. Mereka semua sudah aku tandai menjadi milikku" chaeyoung kembali berbisik.
"Dasar pelit!"ucap jeongyeon pura-pura kesal dengan temannya itu.
Jeongyeon lalu pergi untuk memeriksa pelanggan lainnya. Langkah jeongyeon terhenti saat melihat pria tua sedang berdiri dekat pintu masuk. Pria tua itu terlihat seperti sedang mencari seseorang didalam restoran.
Jeongyeon memperbaiki jasnya dan tersenyum sambil mendekati pria tua itu.
"JEONGYEON" ucap lelaki tua itu sambil memeluk jeongyeon.
"Tempat yang bagus" kata lelaki tua itu saat melepaskan pelukannya.
"Terima kasih, ayah"ucap jeongyeon pada lelaki tua yang tak lain adalah ayahnya.
"Jeong, ayah tahu kalau kau memang berbakat dibidang kuliner" ucap tuan yoo.
"Maafkan aku, ayah" jeongyeon menatap ayahnya dengan rasa bersalah.
"Maaf karena aku tidak memberitahu ayah sebelumnya, karena aku bahkan tidak tahu..."tuan yoo memegang tangan jeongyeon.
"Jeong, ayah tidak pernah memaksa kamu untuk mengurus bisnis biokop milik ayah. Ayah hanya menginginkan kamu bisa belajar mengurus hidupmu dan melanjutkan mimpimu" ucap tuan yoo.
"Dan akhirnya impian ayah menjadi kenyataan. Kamu akhirnya menjadi dirimu sendiri"lanjut tuan yoo.
Jeongyeon tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca saat mendengarkan ayahnya.
"Jadi, kamu dan mina..." jeongyeon langsung menggelangkan kepalanya.
"Tidak, ayah. Kita tidak akan membahas tentang itu"sela jeongyeon.
Tuan yoo menghela napas panjang dan menepuk bahu jeongyeon.
"Baik. Mari kita bicara tentang hal lain. Mengapa...kau tidak menikah?" ucap tuan yoo menggoda jeongyeon.
"Ya tuhan, ayah..."ucap jeongyeon dengan tidak percaya.
"Kenapa? Lagian bibimu sudah menyiapkan beberapa kencan buta untumu" kata tuan yoo yang membuat jeongyeon tersedak minumannya.
Uhukkk... Uhukkk... Uhukk...
"Ayahhh..." jeongyeon menatap kesal ayahnya.
"Hanya mencobanya, jeong"kata tuan yoo.
"Tapi... "
"Ahh tidak ada tapi-tapian, bibi mu sudah mengatur semuanya"sela tuan yoo.
.
.
.
Mina duduk dibangku taman rumahnya sambil membaca novel kesukaannya. Saat asik membaca sebuah tangan dengan tiket pesawat berada didepan wajahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Break Up (Completed)
Fiksi PenggemarMina belum siap berkomitmen meski telah berpacaran dengan jeongyeon selama 10 tahun. Pada suatu kesempatan mina pergi menuju Australia untuk sekolah akting yang telah ia ambil. Karena mulai bosan dan lelah mina pun memilih putus dengan jeongyeon dan...
