Part 8

789 68 18
                                    

Hello minna ada yang kangen sama ff ini gak? 😁

Hehehe.. Gomen.. Soalnya author lagi sibuk-sibuknya dan bingung mau lanjutin ff yang mana dulu 🥺

Ya udah gak usah banyak bacot, bekicot..

























"Aaannaaatttaaaaaa~"Teriak Satoru manja demi mencari sang istri buntingnya yang ngambek. Semua orang menatapnya dengan pandangan jijik dan heran bisa-bisanya ada orang setampan ini kelakuannya semines ini. Sedangkan orang yang di sampingnya kini hanya bisa menutup mukanya karena malu jalan bersama makhluk Tuhan yang paling butuh donasi akhlak ini.

"Jinjay deh gua denger lu teriak macam Kadal Jamet ke tabrak truk-kun"Ujar Megumi menutup wajahnya malu, berpencar bersama dengan Satoru.

"Heeehh.. Lu diem aja bulu babi, lu gak tau gimana besarnya cinta gua sama bini gua. Udah lu orang yang mati rasa diem aja. Anaaattaaa~ Baaabbyyy~ Hoooonneeeyyy~ Sweettyyy~ Daaarrrlliiiinngg~ Uunncchhh~ Uunnnncchhh~"Ujar Satoru kembali berterteriak manja dengan panggilan sayangnya sambil menelusuri seluruh wahana permainan Jujuzone. Para pengunjung pun menatap aneh ke arah Megumi dan Satoru.

"Ganteng sih tapi sayang autis"Bisik salah satu pengunjung.

"Sayang yah, ganteng- gantengbtapi mines"Ujar pengunjung lainnya.

"Ih.. Omnya malu-maluin"Ujar seorang bocah yang bahkan tau untuk membedakan mana yang patut di lakukan dan tidak.

"Kenapa di setiap episode, gua selalu di siksa sama si author gemblung ini?"Gumam Megumi dalam hati merasa miris karena beberapa episode ini, dirinyalah yang paling menyedihkan.

Author Be Like : Ssstt.. Diem.. Kan kemaren gua udah kasih bagian nganu.

Megumi : Tapi kan cuma beryamettekudastop bagi dua lagi sama Yuuta. Masa iya gua terus, udah minum cabe, boku no bini malah merajuk, dan sekarang di temenin sama di om-om pedo yang tak memiliki akhlak dan gak inget umur kek gini.

Author pun tak memedulikan kicauan alias gongongan dari sang bulu babi itu.

Megumi dan Satoru pun terus melanjutkan pencarian sang istri. Dengan Megumi yang ingin mati saja karena pria disampingnya itu kelewatan malu-maluin.











- Di Tempat Suguru dan Toji-



















Kedua pria dewasa yang telah menikah ini sedang mencari keberadaan sang istri, mereka telah mendaki gunung, lewati lembah, bahkan tak sengaja bertemu dengan seekor kera dan kelompoknya yang mencari kitab suci, hingga telah menyusuri gorong-gorong, melewati hutan dimana tempat itu menjadi tempat orientasi para hunter lalu bertemu dengan dua bocah yang satunya cool dan satunya penuh semangat dan ceria, hingga tak di sangka keduanya pun nyasar di sebuah jalanan di mana ada anak-anak smp yang sedang tawuran.

"Woy, kenapa kita udah nyampe disini nj*r?"Tanya Toji kepada Suguru sambil menggaruk belakang kepalanya.

"Lah.. Bener juga lu, keasyikan nyari sih."Ujar Suguru yang tidak sadar jika mereka telah nyasar ke beberapa anime.

"Hello om ngapain disini? Kan ada tawuran. Hati-hati om, nanti kena juga."Ujar seorang pria yang bernama Takemichi.

"Tenang saja, kami cinta damai, kami takkan ikut-ikutan masalah kalian apalagi sampai ikut berkelahi dalam tawuran ini, iyaka-"Perkataan Suguru terpotong ketika melihat Toji sudah ikut-ikutan nimbrung di dalam kegiatan baku hantam para bocah tersebut.

"Hahahaha, dah lama gak baku hantam gini"Tawa Toji membahana dan menggelegar sambil memukuli siapa saja di dekatnya. Takemichi yang melihat kelakuan om-om keladi itu pun hanya bisa sweatdrop dengan mulut menganga. Sedangkan Suguru menepuk jidatnya sendiri karena dirinya lupa jika salah satu suami Yuuji tersebut maniak baku hantam.

My Pregnant Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang