22

2.7K 403 17
                                        

seonghwa memijat pelipisnya untuk yang kesekian kalinya.

salahkan semua ini kepada kim hongjoong.

seonghwa sekarang tengah berada di perpustakaan, bukan apa-apa, ia hanya ingin membaca novel untuk merilekskan pikirannya, namun kim hongjoong selalu berkeliaran di dalam pikirannya dan membuat si park itu lama kelamaan merasa frustasi.

seonghwa membenturkan kepalanya ke meja dengan pelan, menghela untuk yang kesekian kalinya.

seonghwa lalu menutup novelnya dengan kasar dan berdiri, hendak mengembalikannya.

sisi plus-nya, perpustakaan hari ini tidak terlalu ramai, mungkin sebagian siswa berpikiran lebih nyaman belajar di rumah.

seonghwa mengerutkan keningnya, kenapa rak-nya dari tadi tidak kelihatan sih!? memang seonghwa mengambil buku ini dari mana hingga rak-nya hampir ke pojok seperti ini?

setelah sampai di rak dan mengembalikan buku, seonghwa berbalik dan hampir saja melatah jika mulutnya tidak ia tutup.

hongjoong tepat berada di belakangnya.

seonghwa ingin menegur si kim karena telah mengejutkannya, namun ia teringat hongjoong masih menghindarinya. hingga tanpa sadar helaan nafas dan decakan kecil keluar dari bibirnya. tanpa berkata apa-apa, ia pergi dari hadapan hongjoong.

seonghwa sungguh lelah.


•••


hongjoong baru saja keluar dari ruang guru, dan kini hendak ke perpustakaan.

ia sangat bosan, tapi mau bagaimana? ia masih- panggil saja merajuk lah, pada mingi, dan tentu pada seonghwa, mana mungkin ia menghampiri mereka duluan, rasa gengsinya pasti melarangnya.

hongjoong berhenti ketika ia melihat mingi sedang meminum kopinya sambil bermain ponsel. mulutnya gatal sekali ingin memanggil nama sahabatnya itu, tapi ia urungkan. hongjoong menghela nafas kecil, lalu kembali berjalan lurus, menuju perpustakaan.

sesampainya di sana, ia membungkuk pada petugas perpustakaan lalu berjalan cukup cepat ke arah salah satu rak dimana buku favoritnya berada.

lalu, sesampainya di sana, hongjoong terkejut karena menemukan seonghwa yang tengah mengembalikan buku yang merupakan buku favorit hongjoong.

kebetulan macam apa ini..

hongjoong berusaha menahan tawanya ketika seonghwa berbalik dan menemukan dirinya yang berdiri tepat di belakangnya. mereka berdua terdiam beberapa saat, memandang satu sama lain.

hongjoong berpikir sejenak, apa sebaiknya ia meminta maaf pada seonghwa dan mingi? ia merasa sikap-nya terlalu kekanakan.

hongjoong menggigit pipi bagian dalamnya.

saat hendak membuka mulut, hongjoong mengerutkan keningnya samar mendengar seonghwa yang berdecak, lalu pergi dari hadapannya.

apa-apaan..?

satu pikiran negatif langsung muncul saat itu juga di benak hongjoong.

ia berpikir bahwa seonghwa tidak mau melihatnya, atau... apa mungkin seonghwa muak dengannya..!?

bagus, mood hongjoong rusak sekarang.

ia lalu berbalik, memutuskan untuk membeli kopi hitam di cafe langganannya, cafe aurora.


•••


time skip, keesokan harinya.

seonghwa memukul-mukul pelan pundaknya, dari tadi malam ia tidak bisa tidur, meski ia mencoba cara apapun, ia hanya tertidur selama kurang lebih lima menit lalu kembali bangun.

[✔] i found you, joonghwa.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang