Jungkook menggeliat bangun kala sang fajar mulai menampakkan dirinya dari ufuk timur.
Raja chosun itu terheran ketika ia bangun seorang diri didalam kediamannya karena seingatnya semalam Taehyung tidur bersamanya disana, tapi apakah Taehyung sudah bangun lebih dulu dan meninggalkannya?
"eungg...tae kau dimana?" beranjak turun dari ranjangnya, mengucek kedua matanya untuk memperjelas pencariannya.
Dengan langkah sedikit terhuyung ia pergi keluar untuk menanyakan pada dayang yang berjaga diluar.
Srekk
Dibukanya pintu kediamannya, dengan pandangan yang masih belum jelas ia putuskan untuk bertanya.
"dimana taehyung?" tanyanya dengan suara parau.
"yang mulia pergi ke gunung pagi-pagi sekali, dia bilang akan berdoa disana untuk memperingati hari kematian ayahnya yang mulia" jawab dayang itu sembari menunduk.
"kenapa dia tidak membangunkanku, dan memilih pergi sendiri kesana" Jungkook kembali masuk kedalam kediamannya.
"han-ahh siapkan kudaku!" teriak Jungkook dari dalam.
"ahh...ne yang mulia" jawab pengawal han singkat.
Pengawal han bergegas berlari menuju kandang kuda untuk menyiapkan kuda yang akan ditunggangi Jungkook.
Beberapa saat kemudian setelah Jungkook selesai berpakaian rapi ia bergegas menuju kudanya.
"han-ahh, kajja" ajak Jungkook sembari menunggangi kudanya pergi menuju gunung yang dimaksud dayangnya tadi.
15 menit kemudian saat Taehyung telah selesai berdoa didepan tumpukan batu yang ia susun mengerucut tiba-tiba suara helaan nafas seseorang mengagetkan Taehyung.
"hah...pagi-pagi begini mendaki gunung lumayan menyenangkan juga, bukan begitu tae?" Jungkook berjalan menghampiri Taehyung yang berdiri terkejut menatapnya.
"eoh, kenapa yang mulia kemari?" Taehyung membulatkan matanya.
"aku kemari tentu untuk berdoa" Jungkook kembali berjalan menuju batu yang Taehyung susun tadi.
Jungkook memejamkan matanya sembari menjalin kedua telapak tangannya merapalkan doa untuk mendiang ayah Taehyung.
Setelah selesai berdoa ia menumpuk satu batu kecil diatas batu yang disusun mengerucut itu sebagai tanda bahwa ia ikut berduka.
"lain kali ajak jika aku jika kau ingin kemari" Jungkook tersenyum semberi berjalan beriringan dengan Taehyung.
"bukankah dia bukan ayahmu mengapa kau peduli?" Taehyung menghentikan langkahnya.
"aku peduli karena dia ayahmu" jawab Jungkook menatap Taehyung lekat.
"tae, libatkan aku jika itu urusan mengenai dirimu"
"wae?"
"karena aku ingin tau semua hal tentang dirimu"
Jungkook dan Taehyung saling menatap hanyut terbawa suasana hingga mereka saling menautkan bibir mereka sebagai ekspresi cinta.
"omo, arghh..." pengawal han yang baru saja tiba terkejut saat melihat adegan romantis itu tepat diatas gunung dengan suasana pagi hari.
Jungkook masih tak memperdulikan pengawal han yang dari kejauhan menatapnya seolah berkata "ayolah yang mulia, ini masih pagi".
⭕⭕⭕
"yang mulia tidakkah ini berlebihan?" Taehyung merasa canggung karena duduk dibagian depan kuda yang Jungkook tunggangi.
"tidak, aku suka ini" Jungkook memegang tali kekang kudanya sembari memeluk Taehyung yang duduk didepannya.
"tapi yang mulia kasihan pengawal han, dia pasti kesusahan membawa dua kuda sekaligus" Taehyung menggeliat risih.
"han-ahh apa kau keberatan membawa kuda-kuda itu?!" seru Jungkook.
"tidak yang mulia! , anda lanjutkan saja perjalanannya" jawab pengawal han sembari bergumam karena kerepotan membawa dua kuda.
"kau dengarkan, han bahkan tidak mengeluh sedikitpun" Jungkook tersenyum sembari menunggangi kudanya.
"tentu saja dia tidak akan mengeluh, karena ia memang tidak boleh mengeluh pada raja" gumam Taehyung.
"wae? Kau bilang apa?" tanya Jungkook penasaran dengan gumaman Taehyung.
"ahh...tidak" jawab Taehyung kikuk.
Selama perjalanan menuju istana para rakyat yang melihat yang mulia menunggangi kuda bersama seorang pria yang tak lain adalah permaisurinya terheran-heran sembari menunduk sopan.
"bukankah itu yang mulia?" ujar salah seorang rakyat jelatah.
"ne, dia bersama permaisurinya" jawab yang lain.
"ku kira dia wanita" ujar rakyat jelatah itu terheran.
"rumor mengatakan dia pria dengan dua kelamin" bisik yang lain.
"omo, adakah orang seperti itu?!" tanya rakyat jelatah itu terkejut.
"entahlah, yang pasti menurut kabar ibu suri sampai membayar mahal cenayang untuk dapat menemukannya" jelas yang lain.
"aigoo...dunia semakin kacau saja" rakyat jelatah itu menggeleng kepalanya heran melihat rombongan Jungkook pergi menuju istana.
Sesampainya diistana Jungkook dengan perhatian membantu Taehyung turun dari kudanya.
"hati-hati" ujarnya sembari mengulurkan tangan.
"apa yang mulia sudah mandi dan sarapan?" tanya Taehyung sembari menatap Jungkook.
"belum, aku menunggumu melayaniku" jawabnya sembari menarik pinggang ramping Taehyung.
"yang mulia bisakah kita lakukan ini ditempat lain" Taehyung merasa canggung dilihat banyak prajurit yang sedang pemanasan pagi dipelataran istana.
"kalau begitu mari kita lakukan dipemandian istana" Jungkook menarik pinggang Taehyung menuntunnya menuju pemandian istana.
Sesampainya disana Jungkook merentangkan kedua tangannya lebar dengan seulas senyuman.
"apa yang mulia senang membuat hamba malu?" Taehyung melepaskan hanbok yang melekat ditubuh Jungkook.
"ne, kau terlihat mempesona saat malu" jawabnya.
"jahat" gumam Taehyung sembari menyelesaikan tugasnya melucuti pakaian ditubuh Jungkook.
"masuklah kekolam yang mulia hamba akan menyiapkan kelopak bunga mawarnya" Taehyung hendak pergi namun dicegah oleh Jungkook.
"aku tidak perlu mawar, karena wanginya sudah ada disini" Jungkook menarik pinggang Taehyung sembari menghirup dalam-dalam leher Taehyung.
"yang mulia..." Taehyung menggeliat saat Jungkook merapatkan posisinya.
Jungkook membawa Taehyung ke kolam lalu mulai mencium bibir kissable milik Taehyung sembari melucuti pakaian yang Taehyung kenakan.
Beberapa saat kemudian setelah hanbok milik Taehyung seluruhnya telah mengambang dikolam air panas itu, Jungkook perlahan menuntunnya menenggelamkan sebagian tubuhnya kedalam kolam air panas itu tanpa menyudahi ciumannya.
"yang mulia..." taehyung menggeliat merasakan sesuatu yang mengeras dibawah sana.
"siapkah kau mengandung anakku lagi?" bisiknya ke telinga Taehyung.
Taehyung mengangguk dengan pipi yang merona, lubangnya masih terasa sakit namun Jungkook sudah kembali ingin menaruh benihnya didalam rahim Taehyung yang baru beberapa hari lalu kosong setelah melahirkan tae-il.
To be continued...
Chapter 19 Like 🌟nya berkurang kenapa ya?
Coba comment donk dibawah?
Apa nih yang kurang?
KAMU SEDANG MEMBACA
PLAYING THE CROWN
FanfictionJungkook adalah seorang raja chosun yang jatuh cinta pada seorang pemuda manis bernama Taehyung yang berprofesi sebagai penari pedang di tempat bordil nyonya kim . berlatar belakang dinasti joseon akan kah cinta sang raja terbalaskan? simak kisahnya...
