11 Agustus 20**
Erwin menarik nafasnya dalam-dalam sambil melihat pantulan dirinya di cermin. Ini adalah hari dimana dia akan mengumumkan pada seluruh dunia bahwa ada seorang perempuan yang akan menemaninya di sisa hidupnya.
Brigitta Vanessa Subakti.
Perempuan nomor tiga yang akan dia cintai setelah Bunda dan Natasha. Perempuan yang memintanya untuk menjadi pacarnya di sisa umurnya. Perempuan yang kehilangan ingatannya. Perempuan yang ingin Erwin jadikan permaisuri di kerajaannya.
"Kakak gugup?" Tanya Natasha yang tiba-tiba muncul di belakang Erwin.
"Sangat, ini benar-benar membuat kakak gugup." Ucap Erwin melihat pantulan Natasha di cermin.
Natasha memutar tubuh Erwin, kemudian menunjukkan senyumannya. Satu lagi kakaknya akan memulai lembaran baru kehidupannya dengan perempuan yang dia cintai. Suatu hari nanti, Natasha akan kehilangan semua saudaranya dari rumah.
"Kak Win, Sha senang karena ada seorang perempuan yang bisa meruntuhkan keangkuhan Kak Win, Sha sangat bahagia karena Kak Win berani memulai hal baru." Ucap Natasha.
Erwin tidak sanggup melihat senyuman adiknya, dia menyenderkan kepalanya ke bahu Natasha. Sangat berat untuk meninggalkan rumah, tapi ini sudah jadi keputusannya.
"Mulai besok Kakak gak boleh nyender sama Sha lagi loh ya, Kakak udah punya istri, lepasin semua beban di hati kakak sama dia." Ucap Natasha sambil mengelus punggung Erwin.
Erwin mengangkat kepalanya lalu mencium tangan Natasha, kemudian dia mencium kening dan kedua pipi Natasha.
"Tuan putri, jika kamu membutuhkan apapun, jangan ragu untuk menghubungi kakak, kamu akan tetap jadi prioritas utama kakak."
"Terima kasih Kak, Sha sayang Kak Win selamanya." Natasha memeluk kakaknya dengan sangat erat.
"Win, Sha, ayo berangkat, nanti kesiangan loh acaranya." Ucap Bunda dari luar pintu.
Erwin mengangkat tangannya, membiarkan Natasha menggandengnya keluar dari kamar. Semua orang sudah berkumpul di dalam mobil, Erwin masuk ke mobil utama yang berada di paling depan, sedangkan Natasha pergi dengan mobil pribadinya bersama Rafael.
Satu per satu mobil meninggalkan kediaman keluarga Mahendra Ali Saka menuju tempat akad pernikahan. Hari cerah itu mengawali hari indah yang akan berlangsung seumur hidup, walaupun pasti tidak selalu indah.
Sampai di gedung, akad langsung di laksanakan, tepat pukul 9 pagi Erwin resmi menjadi suami dari Brigitta. Rasa syukur diucapkan dan acara resepsi pun dimulai.
Natasha duduk di balkon dan memperhatikan kakaknya yang penuh senyuman di bawah sana. Air matanya mengalir, dia akan melepaskan kakaknya lagi. Satu per satu cinta pertamanya menemukan cinta sejatinya.
"Nona..." Rafael datang membawakan segelas minuman dan mengeluarkan saputangan dari sakunya, kemudian memberikannya pada Natasha.
Natasha mengambil saputangan tipis itu, menyeka air matanya yang mulai membasahi pipinya. Kemudian mengambil minuman dari tangan Rafael dan menggenggamnya erat.
"Beberapa tahun lagi gue bakal kehilangan semua saudara gue di rumah, apa gue bisa?" Natasha meminum air bening itu. Sepanjang hari sebelum pernikahan kakaknya Natasha terus mempertanyakan pertanyaan yang sama.
Hanya berbeda satu tahun, Erwin sudah menyusul Wisnu untuk menikah, bagaimana dengan ketiga saudaranya yang lain? Jeremy sudah bertunangan, Hanum punya seseorang di sisinya, Nathan memiliki seseorang yang menyukainya secara terang-terangan.
"El, menurut lo apa gue bisa? Berpisah dengan mereka semua? Mereka yang udah jadi jantung dan nafas gue seumur hidup gue."
"Nona pasti bisa, nona perempuan hebat."

KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Mahendra Ali Saka
Romance*Baca 6 cerita sebelumnya dulu ya.* Semua keluarga memiliki masalahnya sendiri, tapi tidak semua masalah harus di selesaikan bersama keluarga. Start writing : 10 Juni 2021