9

79 6 0
                                        


Aku udah nunggu Rafki lumayan lama.Usai dari rumah sepupu naroh barang bawaan dan nyapa keluarga sepupu.

Aku dengan Vera langsung menuju lokasi, udah aku hubungin Rafki tapi entah kenapa Rafki telat buat aku gak nyaman.Bukan mikir enggak-enggak cuma takut ada kendala dari dianya.

Kepanikanku tiba-tiba buyar saat suara deru motor berhenti di dekat mobilku.Aku dan Vera saling memandang.

"May, yakin Lo ini Rafki? Kok rame?"

"Aku gak tau...setauku Rafki sendirian ke sini"

"Lo tunggu di mobil, jangan keluar!!!"

"Gue bakal tanya, kalo gue ternyata bertengkar sama orang-orang di depan Lo langsung panggil polisi"

"Oke, tapi kamu hati-hati Ver"

"Oke..."

Hal yang kayak gini yang aku selalu antisipasi.Menjadi public figur buat mikir bahwa semua hal aktivitas di luar gak bisa se-santai orang biasanya.

Nungguin Vera dan nonton di dalem mobil, alhasil gak ada tanda-tanda Vera bertengkar.Karena gak ada perselisihan yang aku bayangkan, maka ini aman jadi karena penasaran aku keluar dengan kaca mata hitam.

Ketika aku keluar, semua mata anak motor yang menderu sebelumnya tertuju padaku.Aku menghampiri Vera tanpa memperdulikan mata-mata mereka.

"Katanya temennya Rafki May"

"Jadi yang temennya Rafki Lo apa dia?" Ujar seseorang dari beberapa motor membuat aku melihatnya

"Aku temennya Rafki, ini temen aku, jadi di mana Rafki?" Ujarku karena mengetahui bahwa Rafki gak jadi menjemputku

"Rafki di rumah sakit karena ada kecelakaan sedikit jadi kita  yang jemput Lo" ujar seseorang yang masih berbicara memimpin

"Yaudah rumah sakit mana?" Ujarku kaget padahal kemarin Rafki masih chatan denganku, memanglah... kecelakaan gak bisa di hindari

"kalian ikut kita dari belakang kalo mau ke rumah sakit" ujarnya buat aku mengangguk cepat

Akhirnya kami mengikuti mereka dari belakang.Tak berapa lama kemudian setibanya, aku dengan Vera terburu-buru masuk rumah sakit dengan mereka.

"Raf?! Kok bisa gini?!!!" Ujarku kaget setelah pintu ruangan terbuka

"Panjang ceritanya May, Lo ke sini aman kan?" Ujarnya sembari tersenyum tipis

"Aman-aman Raf" ujarku

"Aku gak bawa apa-apa karena yahh tadinya niatan meet up seneng-seneng untuk ke daerah kamu, ehhh kamunya malah gini" ujarku bercanda

"Gak apa-apa" ujarnya

Suara bunyi kamar mandi ruangan buat aku secara naluriah menoleh, begitu juga semuanya.

"Siapa Raf?" Ujar perempuan tersebut

"Oh, ini Maya..."

"May, kenalin ini pacar gue namanya Febby"

"Febby Arreta panggil aja Febby, pacarnya Rafki"

"Oh ini Febby yang bisa naklukin Rafki, wow" ujarku kaget lalu teringat lupa melepas masker dan kacamata yang terlihat tak sopan jika di lihat orang-orang

Sehingga aku langsung membukanya.

"Febby...kayak namanya gak asing gak sih" ujarku antusias menoleh pada Vera sayangnya semua di ruangan menoleh denganku dengan tatapan aneh

Lupa dengan image, karena terlalu antusias seperti bertemu seorang bintang, kali ini malu parah aku.

"Dia kan seleb" suara laki-laki santai di sofa buat aku semakin melebarkan mataku

REHAT [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang