Part 2

10.5K 716 9
                                    

Jam sudah menuju ke angka 4 sore kini ansya bersiap untuk pergi mengaji dimusola..

"Nek,ansya berangkat ngaji dulu ya" ucap ansya saat akan pergi keluar rumah

"Kamu sudah sholat asar ndo?" Tanya nenek yang menghampiri ansya yang masih diambang pintu

"Belum,nanti sekalian sholat dimusola aja nek,ini juga udah azan" jawab ansya sambil tersenyum

"Ya sudah nenek juga mau ke musola kamu duluan saja ya nanti nenek nyusul" ucap nenek sambil mengelus kepala ansya dengan sayang

"Bareng aja deh sama nenek hehe" ucap ansya sambil cengengesan

"Ya sudah tunggu sebentar ya nenek ambil mukena dulu didalem" ucap nenek dan langsung diangguki ansya

Setelah sholat ashar ansya sekarang sedang menunggu cindi dimeja yang ia gunakan

"Ansya udah dateng aja kamu" ucap cindi yang berjalan ke arah ansya

"Iya dong,soalnya tadi aku sholat dimusola" ucap ansya

"Owh aya kwe toh(owh seperti itu)" ucap cindi sambil mengangguk anggukan kepalanya

"Iya"

Satu minggu kemudian

Matahari pagi mulai mengusik tidur gadis yang masih setia berada dikasurnya,karena tadi pagi setelah sholat subuh ansya melanjutkan tidurnya..

"Ndo bangun yu sekolah" ucap nenek sambil mengelus surai kepala ansya lembut sambil tersenyum

"Nguehh" ansya mengulet dan mulai membuka mata lalu mengerjap beberapa kali

"Yok bangun terus mandi" ucap nenek

"Iya nek" ucap ansya sambil beranjak dari kasur

Setelah selesai bersiap siap ansya langsung berangkat tapi sebelum itu ia sarapan dulu dan membatu nenek menyiapkan kue yang akan ansya antar ke warung bu ina,karena satiap minggu ansya akan mengantar kue buatan nenek kewarung itu dan diambil jika memang masih ada sisanya

"Nek ansya berangkat dulu ya,assalamu'alaikum" pamit ansya sambil mencium punggung tangan nenek

"Waalaikumsalam" ucap nenek

***

"Bang duduknya disebelah sono napa" kesal erdan pada sang kaka,ya mereka sedang meributkan soal tempat duduknya

Biasa lah problem adek kaka masalah duduk aja bisa dibikin panjang kakaknya ngga mau ngalah adeknya kekeh juga kadang sampe merengek pula sudah sekarang lanjut ke cerita👇

"Sukasuka gw" jawab sean dingin

"Ishhh dasar abang laknat!" gerutu erdan

"Sudah sudah kalian ini ribut mulu dari tadi" lerai ayah

"Iya yah" ucap erdan dan sean

Setelah beberapa jam perjalanan mereka sampai didaerah tujuan namun belum sampai dirumahnya karena bunda meminta ayah untuk mampir kewarung yang ada didesa ini untuk membeli beberapa bahan makanan dan makanan ringan untuk makan siang nanti dan untuk stok cemilan

"Assalamu'alaikum bu" ucap seorang gadis cantik yang baru saja datang diwarung itu dengan membawa keranjang yang berisi kue

"Waalaikumsalam,eh sya udah dateng sini kuenya abis lagi nih kapan kapan sedikit dibanyak in ya,pada suka soalnya" ucap seseorang itu ia adalah pemilik warung itu 'bu ina'

"Wahh,alhamdulillah makasih ya bu,nanti ansya bilangin ke nenek buat nambah kuenya" ucap ansya dengan mata berbinar

Ya nenek dan ansya berjualan kue yang dititipkan diwarung bu ina,walaupun om efan(anak nenek)sudah melarang namun nenek memaksa,buka apa apa hanya nenek ingin memiliki kegiatan yang bisa membuat dirinya senang salah satunya membuat kue dan berakhir diizinkan oleh om efan,om efan juga sudah menganggap ansya sebagai adeknya sendiri ia sangat menyayangi ansya namun jarak yang belum mengizinkan mereka bertemu lama,kadang om efan pulang hanya 4 bulan sekali itupun hanya beberapa hari paling lama mungkin hanya 1 minggu-an

"Oh ya ini uangnya ya" ucap bu ina

"Iya bu makasih,kalo begitu ansya pamit dulu ya bu mau berangkat sekolah,assalamu'alaikum" ucap ansya dengan senyum manisnya

Deg

"Mengapa senyumnya membuat hatiku menghangat, dan membuatku teringat dengan putrikecilku yang hilang dulu"~batin bunda

Setelah selesai ansya pergi untuk berangkat sekolah..

Dan disisi lain setelah bunda membeli makanan yang ingin dibeli termasuk kue buatan nenek dan asnya,mereka langsung menuju rumah yang memang sudah disiapkan untuk keluarganya..

"Huhh akhirnya bisa rebahan juga" ucap erdan sambil merubuhkan badannya disofa

"Alay" ucap sean sambil melirik sekilas kearah erdan lalu melenggang pergi ke kamar

Mengapa sean sudah tau dimana kamarnya karena sean dan erdan sudah diberi tahu mana letak ruangan ruangan yang ada dirumah itu jadi mereka sudah tau letak kamar masing masing

Setelah membereskan semua barang barang mereka disuruh berkumpul diruang keluarga oleh ayah

"Ada apa si yah?manggil kita buat kumpul disini" tanya erdan yang sudah duduk disofa

"Jadi sebenernya,ayah ngajak kalian kesini agar kalian juga ikut menjemput adik kalian" ucap ayah dengan nada bicara yang serius

Mengapa samuel dan zio tidak ikut dengan mereka?
Ya karena samuel sedang diluar negri untuk mengurus perusahaan yang sedang bermasalah dan zio dia kuliah diluar kota walaupun sebenernya itu berawal dari zio yang sedang KKN didesa itu bertemu dengan seorang gadis cantik,mungil,lucu, imut yang mengingatkannya pada adek kecilnya yang dulu hilang ia juga merasa ada ikatan batin dengannya,dan kehangatan yang juga ada saat menatapnya,, ia langsung memberi tahu pada ayahnya untuk mencari tahu tentang itu...

"A-ad-adik" ucap mereka berdua

"Henansya pah?" Tanya mereka berdua dengan mata yang sudah berkaca kaca

"Iya"

Sementara bunda ia sudah menangis dalam diam disamping ayah entah itu tangis rindu ataupun tangis kebahagiaan namun ia sangat bersyukur karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan putrinya

1 menit

2 menit

3 menit

Hening..

"He-hen-ansya" ucap mereka berdua yang sudah mulai terisak mereka rindu dengan adek kecil mereka, semua seakan mimpi bagi mereka,ya semua bagai mimpi indah dari Allah untuk mengobati sakit batin dan hati mereka,mereka berharap mempi itu berjalan lama sampai mereka benar benar bertemu dengan adeknya...

"Ini bukan mimpi kan ya?hiks" Tanya erdan dengan air mata yang masih lolos keluar tanpa izin darinya dipipi mulusnya

"Bukan nak,ini bukan mimpi" ucap ayah sambil tersenyum

"Kapan yah?kapan kita bisa bertemu dengannya?" Tanya sean sambil mengusap air mata yang sudah membasahi pipinya

"Besok nak,sekarang kalian istirahat dulu ya,kita baru sampai jadi pasti kalian lelah" ucap ayah

Sean dan erdan mengangguk patuh dan langsung melenggang pergi kekamar masing masing






Tbc
































Terima kasih yang sudah mampir dan membaca cerita ini,dan maaf typo bertebaran jangan lupa vote ya dan komen juga gpp dan pinter pinter komennya,tunggu part selanjutnya oke tqu😉

HENANSYA (TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang