Rendy Putra Faresta

10 1 0
                                    

Rendy Putra Faresta, anak tunggal kaya raya kalo kata teman-teman satu tongkrongannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rendy Putra Faresta, anak tunggal kaya raya kalo kata teman-teman satu tongkrongannya. Candaan seperti itu udah sering banget di denger sama Rendy dari jaman SMP. Rendy emang anak dari keluarga yang 'kaya raya'. Orang tuanya menggeluti bisnis manufaktur atau perusahaan yang memproduksi suatu barang tertentu dengan skala besar bernama Faresta Group.

Jadi dari namanya saja Rendy sudah dipastikan adalah bagian dari keluarga Faresta, yaitu anak tunggal dari kedua orang tuanya. Orang-orang yang tau nama belakang Rendy pun sudah pasti bisa menebaknya. Gak jarang juga banyak yang langsung menghakimi Rendy karena nama belakangnya.

'Enak banget ya, bapaknya yang punya Faresta Group, pasti hidupnya gak kesusahan'

Ya emang gak kesusahan secara finansial, tapi sejujurnya Rendy kesusahan secara fisik dan mental. Karena ia harus menanggung beban yang berlebih bahkan sedari kecil.

'Kamu harus belajar yang bener, biar nanti papah bisa terusin perusahaan ini ke kamu'

'Kamu gak boleh dapet nilai jelek, gimana bisa kamu mimpin perusahaan nanti kalau nilai kamu aja jelek begini?'

'Rendy anak ganteng mamah, kamu jangan main ya sama si Kevin, dia itu pengaruh buruk buat kamu, lebih baik kamu dirumah belajar, nanti mamah carikan guru les privat untuk kamu'

Dan kata-kata lainnya yang keluar dari mulut orang tua Rendy. Memaksanya untuk hidup sesuai aturan yang dibuat oleh orang tuanya. Seperti di kekang tapi gak sepenuhnya di kekang. Gimana ya cara jelasinnya?

Sejak saat itu juga ia mulai menutup diri dengan menuruti segala kemauan orang tuanya, dan juga menjadi dingin dan cuek terhadap kehidupan di luar arahan orang tuanya.

°°°°°

Rendy termasuk anak kesayangan guru, pertama karena kepintarannya, kedua ya karena dia anak dari pemilik Faresta Group. Tak jarang ada beberapa guru bahkan dewan direksi sekolahan yang berkelakuan baik pada Rendy hanya demi reputasinya yang baik di depan papah Rendy. Bahkan papah Rendy bisa dengan mudah menggelontorkan dana investasi untuk sekolah anaknya tersebut. Maka dari itu Rendy kadang muak sama sikap guru yang suka mencari perhatian padanya.

"Woi ngelamun mulu lo ren, apa lagi sih yg lo pikirin? Cara supaya nilai saham perusahaan bokap lo gak anjlok?? Apa jangan-jangan lo lagi mikir rencana untuk ngembangin bisnis bokap lo??"

Tanya Juna yang sedang menepuk punggung Rendy dengan kencang, membuat Rendy yang sedari tadi melamun pun tersentak kaget dan langsung saja memukul kembali pundak Juna.

Tanya Juna yang sedang menepuk punggung Rendy dengan kencang, membuat Rendy yang sedari tadi melamun pun tersentak kaget dan langsung saja memukul kembali pundak Juna

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"JUNA GOBLOKKKK!! GUE KAGET NJIR" ya beginilah aslinya Rendy kalo lagi sama temen-temennya.

Sikap dan sifat dingin nan cueknya pun seketika hilang. Hanya bersama temen-temennya Rendy bisa ketawa lepas kayak gini, beban yang ia pikul berasa ringan walaupun hanya sejenak. Rendy jadi mikir, gimana nasibnya kalo gak ketemu sama temen-temennya ini. Bakal frustasi banget mungkin hidupnya.

"HAHAHA YA MAAP RENN" balas Juna, balik meneriaki Rendy. Jangan lupa ia juga mengelus pundaknya yang cenat-cenut akibat pukulan Rendy barusan.

"Masih pagi udah gelut mulu lo berdua, heran gue" sahut Juan, kembaran Juna.

"Ya kan gue cuma menyadarkan lamunannya Rendy noh" ucap Juna membela dirinya.

"Ngelamunin apa lagi sih Ren, gak capek apa lo ngelamun mulu, heran gue" ucap Juan yang kemudian duduk disamping Rendy yang memang teman sebangkunya.

"Heran mulu lo wan, heran gue" balas Rendy sewot.

"Hah ngomong apesi lo pada, gak jelas!!" Haris yang baru sampai di kelas pun ikut nimbrung kedalam pembicaraan yang sebenarnya ia pun tak tahu apa topiknya.

"Elo lagi lebih kagak jelas, asal nyaut aja!" Teriak Juna yang mengagetkan Haris.

"Au ah gangerti gue sama lo pada" Juan menutup kedua telinganya dengan memasang earphonenya.

Rendy tertawa hambar, menertawakan wajah Haris yang bingung tiba-tiba di katain sama Juna. Sedangkan Juna memasang wajah tanpa dosa pada Haris, mengejeknya yang tak tahu menahu soal pembahasan mereka yang sebenarnya gak penting.

 Sedangkan Juna memasang wajah tanpa dosa pada Haris, mengejeknya yang tak tahu menahu soal pembahasan mereka yang sebenarnya gak penting

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.
.
.
To be continued

Juna, Juan, Haris, Rendy

STUDY MATE | HUANG RENJUNTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang