27. Merawat

1 0 0
                                        

Happy reading😊














Setelah masuk gerbang,kyura langsung dibuat takjub dengan rumah besar milik keluarga atmaja.bahkan dihalaman yang luas ini ada kolam renangnya.

"Apa ini yang namanya mansion yang sering gue baca diwattpad?"gumam kyura tampa mengedipkan matanya sama sekali "besar banget cuy,bisa nyasar gue kalau tinggal disini.tour keliling rumah pasti seru hehe"

"Ekhmm"deham seseorang dan membuat kyura kenghentikan aksi tatap menatapnya

"Eh anu itu saya udah diizinin masuk oleh penjaganya,saya kesini mau nemuin dio"

"Mari ibu antar"kyura hanya mengangguk dan berjalan membuntuti dari belakang sambil curi curi pandang untuk melihat keindahan rumah besar yang tengah dipijaknya sekarang.

"Banyak penghuninya ya bu?"

"Mereka ART disini"

"Terus keluarga dio?"orang yang ditanya hanya tersenyum tipis lalu melangkahkan kakinya kembali.

apa mungkin dio anak tunggal dan orang tuanya hanya mementingkan pekerjaan saja seperti cerita yang sering kyura baca diwattpad?

Sesampainya didepan pintu berwarna hitam,pelayan yang menuntun kyura tadi langsung mengetuk pintu.

Tok tok tok

Tiba tiba keluarlah seorang berjas putih yang diyakini sebagai dokter keluarga dio sambil tersenyum ramah

"Dio sudah sedikit lebih baik,pastikan dia makan yang teratur dan rutin meminum obat"ujar dokter tersebut

"Baik dokter"

"Kalau begitu saya permisi dulu"

"Mari saya antar kedepan"dokter itu hanya menganggguk

"Silahkan masuk nak,saya permisi mengantar dokter dulu"ujar sang pelayan dan dia langsung pergi meninggalkan kyura setelah tersenyum ramah

Dengan ragu kyura melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam,bahkan kyura terus saja memeluk tas dio yang dibawanya karna terlalu gugup

begitu masuk kyura langsung disuguhkan dengan pemandangan kamar yang sangat luas dan didominasi dengan warna hitam dan abu abu dengan wangi mint khas cowok tulen

Kyura mengedarkan penglihatannya hingga dia melihat sosok yang tengah rebahan dengan seluruh badan ditutupi selimut tebal

"Dio,gu gue"kyura mencoba menenangkan dirinya yang semakin merasa bersalah ketika melihat dio yang tergeletak diliang kubur,eh maksudnya dikasur "gue mau minta maaf,gue tau gue salah,tapi itu beneran gak disengaja,waktu itu gue beneran lupa.maafin gue please?"dengan perlahan kyura melangkah kearah kasur dio,kemudian dia meletakkan tas dio disamping kasur

"Lama"

Kyura dibuat meringis saat mendengar suara lirih Ardio. Terbiasa dengan suara bentakan Ardio membuat Kyura agak aneh melihat suara lemah tak berdaya cowok didepannya.

"gue emang telat,bahkan telat banget dateng kesana,tapi gue emang gak sengaja.gue kesini mau jengukin lo karna gue tau kalau gue salah"dio hanya diam tak berniat menjawab atau menyangkal ucapan kyura

"Gue udah telopnin azka mau nanyain kabar lo,tapi semalem dia gak aktif dan tadi malem dia juga gak ngangkat telpon gue.maaf karna gue lo jadi sakit kaya gini"

Kyura akui kalau dulu dia memang sering menyumpahi dio supaya sakit atau mati sekalian,tapi itu dulu.sekarang Kyura sangat menyesalinya

"Oh ya gue ada bawain kompres sqma bubur,lo belum makan kan?"

A REASONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang