3

11 1 0
                                        

Tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak....

~Ali bin Abi Thalib said~

"Ada kalanya perang terjadi karna 1 kalimat.Dan ada kalanya pula Cinta tertanam karna pandangan sekilas"

(Flashback)

"Arghhhh"
Keluh Alan, ia terjatuh dari motor besarnya.

"Astagfirullah, mas gak papa? Tolong!!!"

"Tolong Langsung di bawa kerumah sakit ya pak" Ucap gadis itu panik kepada salah satu warga yang menolongnya.

"Bagaimana dok"

"Apa anda keluarga pasien"
Tanya dokter yang memeriksa keadaan Alan.

"Maaf bukan, saya yang membawa beliau kesini dok"

"Baiklah, keadaan korban tidak terlalu parah, hanya sedikit benturan pada kepalanya, saat ini korban belum sadarkan diri, Jika ingin melihatnya silahkan"

"Alhamdulillah baik dok, Terimakasih banyak"

"Baik, saya permisi"

Tanpa disadari gadis itu, ada seseorang yang sedang mengawasinya serta memotretnya dari kejauhan.
Dan dokter tersebut juga telah diperintah agar tidak memberitahukan tentang identitas Alan kepada si penolong. Siapa yang tidak kenal dengan salah satu Pengusaha besar di Asia ini, mungkin kecuali gadis cantik itu.

Muhammad Alan AlFurqan. Anak dari sepasang suami istri. Almarhum Rizal Adiptia AlFurqan Dan Almarhumah Afifah Ghafi dirgantara.

Sekarang gadis itu berada dalam ruangan yang sama dengan pria tampan yang sedang tidak sadarkan diri. Ia melihat pria tersebut hanya dari kejauhan, ia harus tetap menjaga batasan.

Hari sudah mulai menjelang malam, gadis ini bingung harus menghubungi siapa, sedangkan Informasi yang ia dapat dari rumah sakit, tidak ada tanda-tanda keberadaan keluarga korban.

Rasa kantuk mulai menyerang gadis manis yang sedang bersandar di sofa besar tersebut, tak lama kemudian ia sudah masuk kedalam alam mimpi.

"Dimana saya? ouh hekm..."
Tanya alan ketika membuka mata, secara bersamaan pula ia mengingatnya dan tertawa hambar. Karna kematian adik tersayangnya ia menjadi seperti orang kesetanan mengendarai motor.

Ia sangat kecewa kepada sang pemilik dunia ini, ia merasa Allah tidak adil terhadapnya. Setelah kehilangan kedua orang tuanya, sekarang ia kehilangan adik satu-satunya.

Alan melihat sekeliling ruangan rumah sakit ini, pandangannya terkunci dengan salah satu objek di sofa ujung dekat pintu toilet ruangan ini.

Tanpa sadar, ia tersenyum.

"menggemaskan" ucapnya pelan, dengan pandangan yang terus mengarah pada gadis yang tertidur dengan sangat pulasnya.

Tiba-tiba, salah satu anak buah Alan menjemputnya. Alan pun keluar dari rumah sakit ini toh terserah dia, rumah sakit inipun miliknya.

Sebelum keluar, ia mendekat kepada gadis itu.

"Terimakasih"
Bisiknya dengan ekspresi wajah yang datar. Tidak, itu hanya wajahnya saja, tetapi tidak dengan hatinya, entahlah ia pun tidak tau perasaan apa ini. sejak pertama melihat gadis ini, Alan merasa damai, ia menemukan ketenangan pada gadis cantik ini. Ya Alan jatuh cinta, Ini pertama kalinya Alan merasakan perasaan seperti ini.

"Astagafirullah, dimana dia"
Panik gadis itu kerena ia bangun tanpa melihat pria yang ia tolong di dalam ruangan ini, ia pun berlari ke meja resepsionis dan bertanya.

"Maaf sus, untuk pasien yang baru kecelakaan kemarin sore kemana ya dia tidak ada di ruangan" Sampai saat ini pun, gadis itu tidak mengetahui siapa pria tersebut.

"Ooh, beliau sudah pergi dan dijemput oleh keluarganya dari tadi malam mba"

Astaga, apa dirinya tertidur dengan sangat pulas, hingga tidak menyadari jika pria tersebut telah pergi.

"Baiklah sus kalau begitu, saya ingin membayar biaya pengobatannya"

"Maaf mba, seluruh tanggungan biaya telah di bayar oleh keluarga pasien"

Gadis itu tidak ingin ambil pusing untuk masalah itu, ia hanya heran bukankah rumah sakit tidak mendapatkan informasi tentang keluarga pria tersebut. Tapi mengapa yang menjemput pria itu adalah keluarganya. Apa jangan-jangan...


"Astagfirullah, gak boleh suudzon. Mungkin mereka memang keluarga dari pria itu" ucap batinnya sendiri.

"Baik sus teriamakasih"

"Semoga dia baik-baik saja, lindungi ia ya Allah" Doa sang gadis.

"Semoga Nisya tenang disana ya dek"
Alan, seorang pengusaha muda kaya raya yang terkenal dengan ketegasan dan kekejamannya dalam dunia bisnis. Setelah kehilangan kedua orang tuanya, kini ia kehilangan adik kecil tersayangnya.

"Tuan,ternyata mereka memiliki seorang putri" ucap salah satu anak buah alan memberikan informasi.

"Putri?"

"Benar tuan, ini fotonya"

Bagai tertusuk hati Alan,mengapa harus gadis itu, mengapa dia yang harus Alan benci.

Gadis yang telah menolongnya, gadis yang telah membuat hatinya menghangat, gadis yang telah membuat ia merasa nyaman dan damai, gadis pertama dalam hidupnya yang membuat ia jatuh cinta.

Sekarang semua rasa itu tertutup oleh kebencian di hati Alan.Ya, ia akan membalas dendam kepada gadis itu, ia akan membuatnya menderita.

AlanadiraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang