happy reading
Playlist : Light a Flame - Seventeen
.
Ada apa dengan hatinya? Berdetak cepat saat mendengar kata 'ily' dari Samudra kemarin? Sinting! Sky tidak mungkin jatuh cinta.
Itu bukan pertanyaan, tapi pernyataan.
Setelah menuruni tangga rumahnya, Sky berjalan mendekat sang mama yang terduduk menggendong Aqeela di ruang tengah.
Baru akan menyalami tangan Ambar, sky mengerjap saat mamanya itu malah bersuara.
"Buatin susu dulu buat Qeela."
Sky mendengus, "udah telat ini ma, ojeknya juga gak dateng dateng."
"Sebentar doang kok, tinggal kamu seduh susunya terus masukin ke dot."
Sky menghela nafas, "ya, ma."
Perempuan itu berjalan malas malasan menuju dapur menuruti perintah sang mama.
Aqeela lagi, Qeela lagi. Bayi itu merepotkannya sepanjang hari.
Sky malas untuk memakai drees, dan lebih memilih untuk menggunakan outfit of the day. Pesta ulang tahun temannya ini tidak terlalu terlalu formal. Biasanya orang orang mengadakan acara potong kue, setelah itu berdansa, makan, dan selebihnya hanya mengobrol ringan.
Dengan balutan baju berwarna biru, dan bawahan androk berwarna Cream yang tidak terlalu informal, namun juga tidak terlalu formal. Sky berusaha untuk tidak terlihat mencolok.
Dan satu lagi, ia memakai kalung berbentuk kunci pemberian Samudra.
Tidak apa apa bukan? Ia hanya ingin menambah kesan manis agar lehernya tidak terlalu polos.
Lagipula, Sky tidak pernah melihat Samudra menggunakan gelang ataupun kalung yang sama dengan yang ia pakai. Barang itu juga sudah cukup lama, Sam mungkin melupakannya.
Selesai membuat susu untuk Aqeela, sky berjalan ke depan memberikan fit tersebut pada mamanya.
"Ada yang dateng," ujar Ambar memberitahu.
"Ojek?"
Ambar menggeleng pelan, "dari suara mesinnya si kayaknya mobil."
Sky mengernyit, "Kay pesennya grab motor."
"Ya kamu samperin aja sana, siapa tau Samudra."
Masa sih? Sky kan sudah melarang laki laki itu untuk tidak menjemputnya. Ah ia melupakan fakta bahwa Samudra kepala batu, meski tidak terlalu. Laki laki kadang bisa membantah, kadang juga tidak.
Sudahi omong kosong itu. Mari kita lihat siapa yang datang sebenarnya.
Oh?
Sky mengangkat alis saat melihat Haekal yang berdiri menyender pada mobil di belakang.
Laki laki itu mendongak, melempar senyum hangat kearahnya.
"Ngapain?" Tanya Sky.
"Jemput lo."
Sky mengernyit atas jawaban Haekal. Mengapa tiba tiba?
"Lo-"
"Kata Sam batalin aja gojeknya, lo ikut gue berangkat kesana," potong Haekal sembari bergerak membuka pintu penumpang.
"Samudra?"
Haekal mengangguk meng-iyakan.
Huh. Sky mendengus kesal.
"Gue naik ojek aja."
"Udah telat loh padahal."
"Ojeknya bentar lagi sampe."
KAMU SEDANG MEMBACA
ARNAWAMA [END]
Fiction générale"Gue samudra, dan lo langitnya. Setiap gue bergerak, dan apa yang gue lakuin, lo bisa saksi-in dari atas sana. Begitupula sebaliknya. Kita saling paham, saling tau, saling mengerti. Tapi untuk saling menggapai satu sama lain, mungkin itu gak akan pe...
![ARNAWAMA [END]](https://img.wattpad.com/cover/286151825-64-k634592.jpg)