17. Takut Akan Kehilangan

74 7 0
                                        

happy reading
playlist: Breath - Sam Kim

.

Dibawah remang remang sinar lampu, Sam memfokuskan dirinya pada layar tv di depan sana.

Video clip tentang keseharian seorang pemuda terputar di layar besar itu. Dengan volume sedang yang bisa Samudra pastikan tidak akan menggangu seseorang yang tengah tertidur pulas di dekatnya.

Jam menunjukkan pukul tiga dini hari. Sudah bisa di hitung selama dua jam ia duduk disana, menonton video yang membuatnya tenggelam dalam masa lalu.

Faisal memang sangat pulas dalam tidurnya. Selama Sam duduk disana, laki laki itu hanya menggeliat kecil serta dengkuran harus tidak sampai membuatnya terbangun.

Tapi berbeda dengan saat ini. Faisal kembali menggeliat merasakan tenggorokannya kering dan butuh sesuatu untuk membasahinya.

Ia mulai membuka mata perlahan, dahinya berkerut mendengar suara suara yang menyeruak di telinganya. Dan saat itu juga Faisal terlonjak, mendapatkan Samudra yang tengah duduk santai di single sofa yang tak jauh dari tempatnya.

"Oit!"

Kaget. Faisal takut kalau sosok itu bukan manusia sebangsanya. Tapi mana ada setan setampan Samudra? Kabari dirinya jika benar benar ada.

"Lo ngapain malem malem nyetel film?" Tanyanya sembari membenahkan tubuh untuk bangun dari tidurnya.

"Kebangun."

Jawaban singkat itu tak cukup memuaskan bagi Faisal. Ia mengucek matanya yang terasa lengket, beranjak dari sana dan berjalan kearah dapur serta menyalakan lampu untuk menambah pencahayaan agar ia bisa leluasa mengambil air minum.

Selesai dengan itu, Faisal kembali ke ruang tv, menatap video clip yang berputar di layar besar menampilkan dua orang laki laki tengah melakukan suatu kegiatan di sebuah.. dapur?

Ia menyipitkan matanya untuk melihat lebih jelas lagi. Benar, dua laki laki itu adalah Samudra dan Galih Madava.

Berakhir dengan ikut menonton, Faisal penasaran dengan kebersamaan Samudra dan temannya di masa lalu.

Ia kenal Galih hanya dalam kurun waktu satu semester kuliah saja, saat dirinya mulai mengenal laki laki manis itu, takdir mengambil Galih sekejap mata. Menyisakan kenangan yang ada diantaranya.

"Galih baik ya," gumam Faisal memecah keheningan.

Samudra tersenyum tipis. "Gak ada orang jahat yang mau donorin organnya secara cuma cuma."

Faisal terhenyak. Sepertinya, ia salah bicara. Jika sudah membahas penyakit itu, maka Samudra akan merasa bersalah pada dirinya sendiri. Karenanya, Galih meninggal.

Tapi bukankah Galih sendiri yang ingin mendonorkan ginjalnya pada Sam? Tak ada yang meminta, pendonoran itu terjadi atas inisiatifnya sendiri.

"Andai Galih cewek, gaya bahasa dan kesopanannya dalam bersikap bisa di bilang anggun."

Sam mengangguk setuju. Ia tak bisa lupa dengan perilaku temannya yang sangat baik entah dalam hal apapun itu.

"Sky beruntung pernah punya Galih di hidupnya."

Kembali mengangguk, kini pikirannya terlempar pada perempuan yang sangat ia dambakan. Jika nanti Sam berhasil mendapatkan hati Sky, apa perempuan itu akan merasa beruntung memilikinya?

Sementara ia dan Galih sangat jauh berbeda.

Temannya itu tergolong lembut, sementara Sam sedikit kasar. Tapi ia selalu berusaha untuk bersikap lembut jika bersama Sky, membuat perempuan itu nyaman adalah tujuan utamanya.

ARNAWAMA [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang