Sudah satu bulan berlalu sejak singto meninggalkan rumah mereka, fiat selalu menangis dan mencari keberadaan singto.
Fiat hanyalah anak kecil berusia 5 tahun, fiat tak mengerti apa yang terjadi, sebelumnya fiat merasa semua baik-baik saja, mereka masih sarapan bersama dan papanya masih mengantar dia ke sekolah, tapi setelah itu semua tiba-tiba berubah, papanya menghilang entah kemana, ada apa dengan keluarganya sekarang?
"Daddy, papa kemana? Sudah lama papa tidak pulang" ucap fiat sambil menangis.
"Papa tidak akan pulang ke sini lagi, fiat. Kamu harus menerima mama apple sebagai mama baru kamu, lupakan papa singto!" Ucap krist.
"Tidak ,tante apple bukan mama fiat!! Fiat tidak mau mama baru!! Fiat mau papa singto!!" Teriak fiat.
Krist cukup tersulut emosi dengan ucapan fiat, anaknya itu benar-benar keras kepala.
"Sekarang fiat mandi, setelah itu kita sarapan bersama mama apple" ucap krist.
"Tidak!!" Teriak fiat.
"Fiat, hargai mama apple yang sudah pagi-pagi ke rumah kita demi membuatkan kita sarapan!" Ucap krist.
"Dia bukan mama fiat!" Teriak fiat.
Krist benar-benar kesal mendengar itu, dia memilih untuk pergi dari kamar fiat meninggalkan anaknya sendiri, krist berjalan ke dapur menemui apple yang tengah sibuk memasak.
"Mana fiat krist?" Tanya apple saat melihat kedatangan krist.
"Dia tak mau turun, biarkan saja" ucap krist.
"Apa dia masih menanyakan singto?" Ucap apple.
"Hmm" gumam krist.
"Bagaimana singto bisa mengandung fiat? Bukankah dia laki-laki?" Ucap apple yang masih bingung dengan semuanya.
"Singto memang bisa hamil, dia pria yang istimewa, itu sebabnya aku mau menikah dengannya dulu" jawab krist.
"Kapan kamu menikahi ku?" Tanya apple.
"Bisakah kamu mengambil hati fiat dulu? Setelah kamu dan fiat dekat, baru aku akan menikahi mu" Ucap krist.
"Iya, nanti ku coba" ucap apple seadanya.
Krist dan apple sarapan pagi bersama dan mengabaikan fiat yang masih menangis dikamarnya.
Apple sebenarnya tak peduli dengan anak itu, bahkan lebih baik harusnya fiat ikut singto. Dia terlalu malas mengurus fiat, yang dia inginkan hanya krist.
Krist memang dibutakan oleh cinta saat ini, hingga tak bisa membedakan mana yang baik dan jahat.
"Apple, aku akan berangkat ke kantor, tolong temani fiat dirumah, aku masih belum mendapatkan babysitter untuk mengurusnya" ucap krist.
Fiat memang tak mau berangkat ke sekolah akhir-akhir ini karna mengingat papanya yang tak pernah pulang ke rumah, itu sebabnya krist meminta apple agar menjaga fiat di rumahnya.
"Ya, aku pasti akan menjaga fiat dengan baik" ucap apple dengan senyum manisnya.
****
Kini apple tengah menonton televisi di ruang keluarga tanpa menghiraukan fiat dikamarnya. Dia bahkan tak melihat fiat sedikitpun sejak tadi pagi.
Fiat yang sudah kelelahan menangis akhirnya turun ke lantai bawah, dia merasakan lapar sekarang karna sudah hampir sore ia masih belum makan.
"Akhirnya kamu keluar juga" ucap apple sinis saat melihat fiat lewat di dekatnya.
"Apa yang tante lakukan disini!!" Ucap fiat tajam.
"Apa papa mu tak pernah mengajarkan sopan santun! Bicara yang sopan pada orang yang lebih tua! Ingat, aku calon mama tiri mu!!" Ucap apple.
"Kamu bukan mama ku!!" Bentak fiat.
Apple beranjak dari duduknya saat mendengar itu, dia benar-benar kesal sekarang. Apple mendorong tubuh kecil fiat hingga fiat tersungkur ke lantai.
"Berani sekali kamu membentak ku!!" Ucap apple.
Fiat kecil hanya menangis ketakutan dan langsung berlari kekamarnya.
"Papa dimana, pa... Fiat takut... Hiksss" ucap fiat sambil menangis.
Menit demi menit berlalu, krist melihat jam yang ternyata sudah menunjukan jam 4 sore, ia langsung membereskan berkas-berkas miliknya dan beranjak untuk pulang, ia sengaja pulang awal, mengingat apple yang tengah berada di rumahnya sekarang.
Saat tiba di rumahnya ia melihat apple tengah menyapu lantai.
"Apple benar-benar calon istri idaman" gumamnya sembari tersenyum senang.
Padahal apple baru saja membersihkan rumah karna apple tahu krist akan pulang, jadi ia sengaja mencari perhatian krist dengan cara pura-pura membersihkan rumah.
"Dimana fiat?" Tanya krist, sehingga membuat Apple menatap ke arah krist.
"Dia tak mau keluar kamar sejak tadi" ucap apple sambil cemberut.
"Kenapa?" Ucap krist.
"Entahlah, dia mengatakan jika dia membenci ku" lirih apple sembari mengusap air matanya.
"Maafkan fiat, mulai besok kamu tak perlu menjaganya lagi, aku sudah mendapatkan baby sitter untuk menjaganya" ucap krist.
"Ya" lirih apple.
Apple bersorak bahagia di dalam hatinya, mulai besok dia tak perlu bersusah payah berakting untuk mengambil perhatian fiat lagi di hadapan krist.
"Aku membeli makanan tadi" ucap krist sembari memberikan beberapa kantong yang berisi makanan yang di belinya tadi kepada apple, setelah itu ia berjalan ke lantai atas menuju kamar anaknya.
*Ceklek... Pintu kamar terbuka, di lihatnya fiat tengah duduk di tepi ranjang miliknya dengan mata yang membengkak karna seharian ia habiskan dengan menangis.
"Fiat sayang, apa kamu sudah makan?" Tanya krist lembut.
"Belum dad" lirih fiat.
"Ayo makan, daddy membelikan mu nasi goreng di restoran kesukaan mu" ucap krist.
Fiat mengangguk mendengar itu, dia benar-benar lapar karna seharian belum makan, krist tersenyum senang dan menggandeng tangan fiat berjalan ke dapur.
Saat tiba di meja makan, fiat melihat apple yang sudah menunggu disana, fiat langsung duduk dan memakan nasi goreng yang sudah di siapkan oleh apple.
"Kamu pasti lapar karna seharian tidak makan" ucap apple lembut sembari mengambilkan secangkir air putih untuk fiat.
Mereka makan bersama dalam diam, fiat sama sekali tak menghiraukan kehadiran apple disana.
"Fiat kenyang dad, fiat ingin kekamar dulu" ucap fiat, setelah makanannya habis.
"Cobalah untuk berbicara dengan mama apple, fiat" ucap krist lembut.
"Tidak" ucap fiat, setelah itu ia langsung berjalan pergi dari sana.
"Maafkan fiat, apple" ucap krist yang sangat merasa bersalah atas sikap fiat.
"Tidak masalah, sebaiknya aku pulang sekarang, krist" ucap apple.
Setelah tiba di kamarnya fiat menangis lagi, semua sudah tak sehangat dulu lagi semenjak papanya pergi meninggalkannya.
Sedangkan krist, dia juga langsung kekamarnya, dia terlalu lelah untuk melihat fiat, jadi krist tak tahu dengan fiat yang sedang menangis saat ini.
*****
Di lain tempat, singto menangis sendirian dikamarnya, ia merindukan fiat dan krist.
Singto memang sudah mempunyai rumah sendiri dan bekerja disebuah perusahaan. Ia terkenal dengan pria yang sangat ceria dikantornya sehingga ia dengan mudah mendapatkan teman yang banyak, Tapi siapa yang menyangka sifat ceria singto akan lenyap saat dia sendirian?
Sepulang bekerja singto hanya mengurung diri dikamarnya dan menangis merenungi nasibnya.
Diperjanjian pernikahan mereka juga mengatakan jika singto tak boleh bertemu fiat lagi walau disekolah fiat sekalipun. Jadi sekarang singto hanya bisa menangisi fiat, ia benar-benar merindukan anak nya saat ini.
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
Maaf Untuk Itu
FanfictionMenceritakan masalah rumit rumah tangga krist dan singto, karna memang pada awalnya di dasari dengan sebuah perjanjian dan cinta sepihak. Top krist, bot sing, mpreg!
