Terdengar suara pintu ruangan terbuka sehingga membuat singto mengalihkan tatapannya dari berkas miliknya.
"Sing, ayo kita pergi" ucap atasan singto.
"Iya, tuan" ucap singto.
Singto memang bekerja menjadi sekertaris di sebuah perusahaan besar. Hingga disinilah singto dan atasannya saat ini, di sebuah restoran mewah tempat mereka akan melakukan pertemuan.
"Selamat siang tuan godt. Maaf saya datang terlambat" Ucap seorang pria yang baru saja datang sehingga membuat singto menatap ke arah pria tersebut.
"Ya, tuan krist, kami juga baru datang" ucap godt pada kliennya.
Singto terhenyak melihat krist. Pria yang masih sangat di cintainya ada didepan matanya sekarang. Singto menatap krist dengan tatapan rindu sedangkan krist? Dia bersikap seolah tak mengenal singto, ia juga mengabaikan singto yang sedari tadi menatapnya.
"Senang bekerja sama dengan anda, tuan godt" ucap krist setelah mereka selesai membicarakan tentang kerja sama mereka.
Krist menjabat tangan godt, kemudian beralih menjabat tangan singto.
"Kami pamit pulang" ucap krist.
"Ya" ucap godt.
Krist dan sekretarisnya melangkahkan kaki mereka pergi dari sana.
"Tuan, saya ijin ke toilet sebentar" ucap singto kepada godt.
"Hmm" gumam godt.
Singto beranjak dari duduknya dan berjalan mencari keberadaan krist.
"Phi, tunggu..." ucap singto.
Krist berhenti sejenak dan menyuruh sekertarisnya pulang terlebih dahulu.
"Apa lagi, sing?" Ucap krist.
"Aku merindukan phi" lirih singto sedih.
"Bukankah kita sudah tak ada hubungan? Jangan bersikap seperti ini, jika apple melihat kita, dia bisa salah paham nanti" ucap krist.
"Apa phi sudah menikah dengannya" tanya singto.
Krist terdiam, matanya terfokus ke jari manis singto, singto bahkan masih memakai cincin pernikahan mereka.
"Kenapa kamu masih memakai cincin itu?" Tanya krist
"A-aku masih belum menandatangani surat cerai dari phi" ucap singto.
"Cepat tanda tangani itu dan lepaskan cincin itu" ucap krist.
"Ijinkan aku untuk terus memakainya phi, a-aku masih berharap pada phi" lirih singto.
"Jangan pernah mengharapkan ku lagi!!" Bentak krist.
"Aku masih sangat mencintai phi, aku tak akan menandatangani surai cerai itu" ucap singto sembari berjalan pergi meninggalkan krist.
Singto tak siap jika harus menerima bentakan dari krist karna memang tadi kali pertama krist membentak dirinya, selama 6 tahun mereka menikah krist selalu bersikap lembut padanya, entah kenapa sekarang krist benar-benar sudah berubah, air mata singto mengalir membasahi pipinya saat mengingat itu.
Krist langsung pulang kerumahnya, ia terlalu malas untuk kembali kekantor apa lagi setelah bertemu singto tadi.
Fiat sekarang sudah diasuh oleh pengasuhnya, bi ayu yang mengurus semua keperluan fiat saat ini dan mengantar- jemput fiat ke sekolah. Fiat juga lebih suka bermain dengan bi ayu di banding apple.
"Daddy sudah pulang?" Ucap fiat, saat melihat daddynya pulang lebih awal dari biasanya.
"Ya, daddy lelah dan ingin beristirahat" ucap krist sembari berlalu pergi dari sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Maaf Untuk Itu
FanfictionMenceritakan masalah rumit rumah tangga krist dan singto, karna memang pada awalnya di dasari dengan sebuah perjanjian dan cinta sepihak. Top krist, bot sing, mpreg!
