part 15

1.3K 111 9
                                        

Hari ini krist tak bekerja, dia sengaja tak ke kantor karna ingin menghabiskan waktunya bersama anak dan suaminya, sudah lama krist tak menemani singto dan fiat. Krist benar-benar merasa bersalah semenjak apple sering membuat ulah, krist jarang ada waktu untuk singto dan fiat.

Ponsel krist berdering, krist melihat layar ponselnya ada nama apple di sana. Apple sepertinya sengaja terus mengganggu krist agar krist tak ada waktu untuk anak dan suaminya.

"Kenapa lagi" ucap krist setelah dia mengangkat panggilan tersebut.

"Hari ini jadwal aku cek kandungan, temani aku" ucap apple.

"Sebentar lagi aku kesana" ucap krist kemudian ia langsung mematikan panggilannya.

Krist pergi menemui singto ke dapur, dilihatnya singto tengah berkutat dengan bahan masakannya.

"Sayang, aku ingin menemani apple memeriksa kandungannya ke rumah sakit" ucap krist hati-hati, ia benar-benar takut singto muak dengan krist yang setiap hari menemui apple.

Singto menghentikan kegiatan memasaknya dan memandang krist tajam.

Krist yang dipandang seperti itu hanya mampu diam, memang dia yang salah 'kan?

"Aku ikut" ucap singto.

"Ya, ayo kita pergi" ucap krist.

Krist dan singto pergi ke rumah apple, disepanjang perjalanan mereka hanya diam, singto memang sedikit kesal dengan krist sekarang, hampir setiap hari krist menemui apple.

"Maafkan aku" ucap krist memecahkan keheningan.

"Aku tak ingin membahas ini" ucap krist.

Krist menepikan mobilnya di pinggir jalan, lalu menatap singto disampingnya.

"Apa aku harus menyuruh apple menggugurkan kandungannya?" Ucap krist sambil menatap singto, seolah pertanyaan yang keluar dari mulutnya tadi benar-benar serius.

"J-jangan phi, aku tak ingin phi jadi pembunuh, maafkan aku" ucap singto.

"Seharusnya aku yang minta maaf sing, maafkan aku telah membuat semuanya menjadi rumit" ucap krist.

Krist menggenggam tangan singto dan mencium tangan tersebut.

"Aku sangat mencintaimu, jangan pernah berpikir jika cinta ku akan memudar meskipun aku menemui apple setiap hari"

Singto hanya mengangguk dan menyandarkan kepalanya ke pundak krist.

Krist kembali menjalankan mobilnya dengan tangan mereka yang masih saling menggengam.

Apple sudah menunggu krist didepan rumahnya saat ini, dia memakai pakaian yang begitu sexy bermaksud untuk menggoda krist. Apple tersenyum manis saat melihat mobil krist tiba, ia berjalan menuju mobil dan membuka pintu depan namun ia terkejut saat melihat singto ada di samping krist.

"Keluar! Kamu dibelakang!" Ucap apple pada singto.

"Apple, kamu yang dibelakang" ucap krist.

Apple menutup kencang pintu mobil dan beralih kebelakang.

"Kenapa kamu mengajaknya, krist!" Ucap apple marah.

Krist tak menanggapi ucapan apple, ia langsung melajukan mobilnya membelah jalanan, sedangkan singto masih menyandarkan kepalanya ke pundak krist dengan tangan mereka yang masih saling bertautan. Singto tak memperdulikan apple yang sejak tadi marah-marah tak jelas.

Singto malah semakin bersikap manja pada krist dan sesekali mencium pipi krist yang tengah sibuk menyetir.

Setelah sampai didepan rumah sakit apple keluar bersama krist. Singto sengaja menunggu di mobil, hatinya masih belum siap untuk melihat perkembangan janin tersebut.

"Usia kandungannya hampir memasuki 4 bulan dan janinnya sehat, detak jantungnya juga sudah mulai terdengar" ucap dokter.

Apple tersenyum senang mendengar ucapan dokter tapi tidak dengan krist, ia malah mengingat saat ia mengantar singto USG dulu saat hamilkan fiat.

Cukup lama mereka diruangan dokter, dokter memberikan resep vitamin untuk apple, setelah itu mereka pamit pergi.

"Aku ingin makan seafood krist" ucap apple manja.

Krist mendengus kesal mendengarnya, meskipun sebenarnya dia malas mengantar apple makan seafood, namun krist tetap melakukan itu. Krist hanya memikirkan kandungan apple dan menganggap itu permintaan anaknya.

Mereka masuk ke mobil, di sepanjang jalan singto tak lagi seperti tadi, singto banyak diam sekarang. Krist memegang tangan singto dan mengenggamnya erat.

Saat sampai di restoran seafood, apple langsung keluar dari mobil, tapi tidak dengan krist.

Krist menangkup wajah singto dan melumat pelan bibir tersebut.

"Kenapa kamu diam" tanya krist.

"Aku menyesal ikut" ucap singto.

"Ayo keluar, kita makan seafood" ucap krist.

"Aku tak ingin seafood" ucap singto.

"Kamu ingin apa?" Tanya krist.

"Aku ingin yang manis-manis, cake, dessert, brownies dan es krim" ucap singto.

"Baiklah, nanti kita cari. Sekarang kita disini dulu, setelah aku mengantar apple pulang nanti kita cari semua yang kamu sebutkan itu" ucap krist.

Singto dan krist keluar dari mobil dan menyusul apple kedalam restoran.

Apple sudah memesan banyak makanan seafood, dan tak memperdulikan singto dan krist yang baru saja datang. Mungkin apple benar-benar mengidam saat ini.

"Setelah ini pulang" ucap krist pada apple.

"Temani aku dirumah krist" ucap apple.

"Apple! Jangan meminta hal yang tak bisa ku penuhi! Hargai keberadaan singto disini!" Ucap krist marah.

"Kamu jahat!" Ucap apple.

"Aku memang jahat!!" Ucap krist.

Singto memperhatikan apple makan dengan sangat lahap, entah kenapa singto merasakan mual melihat apple makan sebanyak itu.

Singto juga tak memakan makanannya sejak tadi, ia benar-benar tak menyukai bau masakan seafood saat ini.

"Phi, sebaiknya aku menunggu di mobil" ucap singto yang sudah tak tahan lagi.

"Kenapa?" Tanya krist.

"Rasanya aku mual melihat semua ini" ucap singto.

"Kamu mengejekku!!" Ucap apple tak terima.

"Tidak, hanya saja aku benar-benar tak menyukai semua ini, maaf aku keluar saja" ucap singto sembari menahan rasa mual.

Walaupun singto tak menyukai apple tetap ia harus menghormati makanan pilihan janin apple itu.

"Aku ingin menyusul singto" ucap krist.

"Terserah kamu" ucap apple.

Krist menyusul singto ke mobil dilihatnya singto tengah melamun sendiri.

"Kamu marah?" Tanya krist.

"Tidak, phi kenapa disini?" Ucap singto.

"Aku ingin menemanimu" ucap krist sembari memberikan es krim yang sempat dibelinya tadi.

"Kamu ingin ini kan?" Ucap krist.

"Iya, terima kasih, phi" ucap singto senang.














Tbc.

Maaf Untuk ItuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang