part 14

1.4K 122 12
                                        

Sekarang fokus krist terbagi menjadi dua, apa lagi apple selalu meminta perhatian krist dengan mengatas namakan anak yang dikandungnya. Krist benar-benar merasa bersalah pada singto karna krist jarang memperhatikan singto dan fiat lagi.

Saat ini krist baru saja pulang dari rumah apple, karna apple membuat ulah dengan mengatakan sedang mengidam dan krist terpaksa menemui apple untuk menuruti apa mau apple.

Krist masuk ke kamarnya dan melihat singto yang seolah tengah menggoda dirinya.

Krist mendekat kearah singto dan langsung mencium singto, melumat habis kedua belah bibir singto, ia menekan tengkuk singto memperdalam ciuman mereka.

Lidahnya dan singto saling bertautan didalam sana, saling membelit, menyesap rasa manis dari lidah masing-masing.

Singto mengukung tubuh krist di kasur, satu persatu pakaian krist ditanggalkannya hingga dia dan krist polos tanpa sehelai benang pun.

Singto melahap batang yang sudah menegang sempurna itu, menjilat dan menghisapnya penuh nafsu.

Tangan krist mencengkram erat kepala singto, memajumundurkan kepalanya agar penisnya masuk sempurna kedalam mulut singto.

"Aahhh"

"Sshh... Sing"

Krist merasakan kenikmatan yang luar biasa, penisnya terasa dibaluti sesuatu yang hangat dan basah.

Hingga dirasa cukup, singto duduk dipangkuan krist dan memasukan seluruh penis krist kedalam lubangnya.

Singto menaik turunkan tubuhnya mulai dari lambat ke kecepatan tinggi.

"Aargghh"

Desahan demi desahan saling bertautan dikamar mereka memenuhi seisi ruangan itu.

Beberapa menit kemudian terdengar suara ponsel krist berdering.

Tangan krist mencoba menggapai ponsel yang berada diatas nakas samping tempat tidurnya.

"Singto berhenti sebentar" ucap krist.

Singto menghentikan kegiatannya sebentar tapi tak melepaskan penis krist dari lubangnya.

"Kenapa lagi?" Ucap krist saat ia mengangkat panggilan tersebut.

"..."

"Apple, sekarang sudah malam! Aku juga ingin beristirahat!" Ucap krist marah.

"...."

"Besok saja! Aku lelah sekarang"

"....."

Singto kembali menaik turunkan tubuhnya, hanya karna panggilan yang tidak penting dari apple, krist menyuruhnya berhenti.

Singto mempercepat gerakan naik turunnya ditubuh krist, tangannya ia gunakan meremas dada telanjang milik krist.

"Aahhh..phihhhh"

"Aahhh..mmhhh"

"Ahhh...fuckk!!..ahhh"

Singto sengaja mendesah keras agar apple mendengar desahannya dan tahu apa yang dilakukannya saat ini dengan krist.

Krist bersusah payah menahan kenikmatan yang saat ini singto berikan.

"K-kamu benar-benar mengganggu ku" ucap krist, kemudian ia langsung mematikan ponselnya dan melemparnya sembarang arah.

"Sudah berani nakal, hmm.. Kenapa mendesah seperti itu? Apa kamu sengaja ingin apple mendengar desahanmu?" Ucap krist sembari mencengkram pantat bulat singto dan membantunya menaik turunkan pantatnya.

Singto tak memperdulikan ucapan krist, ia semakin semangat menaik turunkan tubuhnya dan memakan habis penis krist saat ini.

Krist mengubah posisi, ia mengukung tubuh singto dibawahnya dan kembali menghentakkan penisnya kedalam lubang hangat milik singto, ia mempercepat hentakkannya hingga tubuh singto ikut terlonjak indah di bawah krist.

"Aahhh..."

"Pelannh..phii..aahhhhh"

Desahan dan teriak kenikmatan keluar begitu saja dari mulut singto, tubuhnya bergetar hebat menerima sodokan kuat dari krist.

"Ini hukuman untuk orang yang nakal! Berani sekali kamu mendesah keras tadi, aku tak rela orang lain mendengar desahan merdumu" ucap krist di sela-sela kegiatannya.

Krist menyodok lubang singto dengan cepat dan keras dan bibirnya sibuk memberikan banyak tanda cinta disekujur dada dan leher singto.

Singto semakin menggila saat merasakan krist menghisap kuat puting miliknya dengan lubang singto yang terus ditusuk cepat oleh penis milik krist.

"Aahhh...fassh-terhhh..phii"

"Aahh..dalammm...ahhh"

"Ohh..yeahhh..disituhh..phii"

"Nnghhh...sshhh"

"Mmmhh..aahh"

Hingga 30 menit berlalu, erangan krist ditelinga singto membuat singto mengeluarkan cairannya ke perutnya sendiri, tak lama kemudian krist juga ikut mengeluarkan cairannya memenuhi hangatnya lubang milik singto.

Krist mencabut penisnya dan merebahkan tubuhnya disamping singto, ia mengusap dahi singto yang mengeluarkan banyak keringat sedangkan singto mengeratkan pelukannya di tubuh polos krist. Hingga nafas singto mulai teratur, krist melihat singto sudah tertidur pulas.

Krist mengecup lembut kening singto, menutup tubuh polos mereka menggunakan selimut tebal, lalu menyusul singto ke alam mimpi.



***
Keesokan paginya krist terbangun terlebih dahulu, ia melihat singto masih tertidur pulas. Krist mengusap rambut singto sehingga membangunkan singto dari tidurnya.

"Tak biasanya kamu tak bangun pagi" ucap krist.

"Entahlah, aku merasa lelah phi, aku masih mengantuk dan ingin tidur lagi" ucap singto.

Singto mengeratkan pelukannya ke tubuh krist.

"Sing, aku harus kekantor" ucap krist.

"Untuk hari ini jangan ke kantor, aku ingin tidur sembari memeluk tubuh phi" ucap singto.

"Baiklah, aku akan menemani kamu tidur" ucap krist.

Keduanya saling memeluk dengan erat. Tangan singto merayap ke bawah dan memegang penis krist yang belum menegang itu.

"Sing?" Ucap krist.

"Aku ingin memegangnya sambil tidur phi" ucap singto.

Tiba-tiba singto mengubah posisi tidurnya, kepalanya ia hadapkan tepat di depan penis krist.

"K-kenapa kamu tidur di situ" ucap krist.

"Aku hanya ingin, jangan banyak bicara, phi. Aku ingin tidur" ucap singto.

Singto memeluk erat paha krist dengan posisi wajahnya tepat didepan penis krist. Hembusan nafas teratur singto ke penisnya malah membuat krist tak bisa tidur lagi.

Krist melihat singto dibawah sana, singto benar-benar tertidur pulas dan memang sedang tidak mengerjai krist. Posisi tidur seperti apa yang saat ini singto lakukan, benar-benar aneh :v










Tbc.

Maaf Untuk ItuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang