part 5

1.6K 144 7
                                        

5 tahun telah berlalu, banyak yang berubah saat ini, fiat sudah berusia 10 tahun, fiat memang sudah diberi pengertian oleh pengasuhnya jadi fiat mengerti jika singto pergi bekerja di luar negri.

Sedangkan hubungan krist dan apple tak ada perubahan, karna memang sampai sekarang fiat masih belum menerima apple menjadi mamanya, krist juga tak memaksa fiat agar menerima apple, krist mengerti jika fiat butuh waktu untuk menerima semuanya.

Apple selalu memaksa krist untuk segera menikahinya, tapi krist menolak, bukan karna krist tak menyayangi apple, hanya saja krist tidak mau menikahi apple jika fiat masih tak mau menerima apple.

Krist semakin tampan dan dewasa sekarang, 5 tahun berlalu itu berarti usia krist juga sudah memasuki 30 tahun.

Sedangkan seorang pria di sebrang sana terlihat sudah baik-baik saja, singto tak pernah lagi menangisi nasib rumah tangganya, 5 tahun cukup banyak memberikan ia pelajaran. Usianya juga sudah 28 tahun.

5 tahun berlalu, hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh singto, hari dimana ia akan kembali ke negaranya lagi dan kembali menjadi sekertaris tuan godt lagi. Singto bahagia kembali hanya karna satu orang, hanya karna fiat, tak ada lagi nama krist di hatinya, ia kembali hanya untuk fiat, dia sangat merindukan anaknya itu.

"Jam berapa penerbangan mu?" Tanya namtarn, teman singto.

"Sebentar lagi" ucap singto.

"Jika kamu sudah tiba, kabari aku. Mungkin minggu depan aku baru bisa pulang ke thailand dan ingat rencana mu saat kembali nanti" ucap namtarn.

Singto memang sudah merencanakan sesuatu untuk membalas rasa sakitnya. Dia dan namtarn bertemu di tempat kerja, mereka satu kantor itu sebabnya mereka menjadi sangat dekat, singto sering menceritakan kisah hidupnya, tentang fiat hingga perlakuan krist yang menceraikannya.

Namtarn juga yang menyuruh singto untuk membalas semuanya dan namtarn berjanji akan membantu singto nantinya.

Singto menarik kopernya memasuki bandara.

Hingga perjalanan berjam-jam ditempuhnya di dalam pesawat, akhirnya pesawat singto mendarat dengan selamat di negara thailand.

Singto memesan taksi dan pergi ke sebuah restoran untuk mengisi perut karna memang sejak keberangkatannya tadi dia belum makan sama sekali.

Jujur saja sebenarnya banyak kepingan ingatan masa lalu bermunculan saat ini, bagaimana tidak, hampir seluruh sudut negara thailand pernah di jelajahinya bersama krist dan sekarang singto bahkan makan di restoran tempat favorite mereka dulu.

Hanya saja memang ini restoran terdekat, jadi mau tak mau singto harus makan disini.

Disaat singto tengah makan sambil merenung, tiba-tiba terdengar suara yang sangat di kenalinya memanggilnya.

"Papa" teriak fiat saat melihat keberadaan singto.

Singto mengedarkan pandangannya ke sembarang arah mencari asal suara, ia melihat fiat yang kini berlari ke arah dirinya.

"Aku rindu, pa" ucap fiat, sembari memeluk tubuh singto.

Krist, apple dan fiat memang bermaksud akan makan siang bersama, saat mereka memasuki restoran tatapan fiat langsung terarah ke arah seorang pria yang sangat dirinya kenali dan di rindukannya.

"Papa juga merindukan fiat, kamu sudah sebesar ini sekarang, bagaimana kabar mu?" Tanya singto.

"Aku sangat sehat, bi ayu menjaga ku dengan baik" ucap fiat.

Krist dan apple hanya melihat dari kejauhan pertemuan papa dan anak itu. Krist tahu selama ini singto pindah tugas keluar negri jadi kali ini krist akan membiarkan singto bertemu fiat, hanya untuk kali ini.

"Aku sudah tak selera untuk makan, sebaiknya kita pergi sekarang" ucap apple.

"Fiat, ayo kita pergi" ucap krist, sembari berjalan mendekat ke arah keduanya.

"Aku merindukan papa, dad" ucap fiat

"Fiat, pulang bersama daddy" ucap singto.

"Tapi pa..."

"Sssttt, jangan seperti ini, fiat harus pulang bersama daddy, kasian mama fiat sepertinya lelah" ucap singto mencoba untuk memberi pengertian kepada fiat.

"Dia bukan mama ku!! dan tidak akan pernah menjadi mama ku!!" Ucap fiat setengah berteriak.

"iya, maafkan papa sayang" ucap singto sembari mengusap bahu fiat.

Krist langsung menarik tangan fiat dari pelukan singto.

"Phi jangan terlalu kasar dengan fiat" ucap singto.

"Kamu tahu apa, sing!!" Ucap krist

"Jika phi tak bisa mengurus fiat dengan baik, biarkan fiat ikut dengan ku, phi bisa bebas menikah dengan selingkuhan phi itu!!" Ucap singto sinis.

Singto memang tahu jika krist belum menikah hingga sekarang dari pengasuh fiat, bi ayu sering menceritakan semuanya termasuk fiat yang tak pernah mau menerima apple.

"Selingkuhan? Siapa yang menjadi selingkuhan di sini??" Ucap apple emosi.

"Siapa lagi jika bukan wanita rendahan yang merebut suami milik orang lain!!" Jawab singto.

Ingatkan mereka jika mereka masih berada di tempat umum, di sebuah restoran yang tak pernah sepi. Sontak saja mereka bertiga menjadi bahan tontonan pengunjung yang ada disana.

"Jaga mulut mu, sing!! Bukankah kamu yang merebut krist dari ku dulu!!" Teriak apple.

"Aku tidak merebutnya!! Aku bersamanya disaat kamu sudah pergi meninggalkannya!! Apa itu sama dengan apa yang kamu lakukan sekarang! kamu merebutnya disaat dia masih berstatus suami ku!!" Balas singto tak kalah emosi.

"Sing, cukup!! Jangan dibahas lagi!!" Ucap krist.

Apple hendak melayangkan pukulan ke wajah singto, tapi dengan gesit singto menghindar dan mencengkram tangan apple.  Singto seorang pria, wajar saja jika ia dapat menghindari serangan dari wanita dengan sangat mudah.

"Dan asal kamu tahu, 5 tahun yang lalu, sebelum aku pergi keluar negri aku menghabiskan malam panas dengan phi krist disaat dia mabuk, phi krist tak benar-benar setia pada mu buktinya saat dia mabuk, dia mudah melakukan seks dengan siapa pun" ucap singto sambil tersenyum sinis.

"Fiat, papa pulang dulu" ucap singto, setelah itu ia langsung pergi dari sana.

Sedangkan krist dan apple terdiam, mereka mengingat kejadian 5 tahun yang lalu, hari dimana krist tidak pulang ke rumah.

Apple menatap tajam ke arah krist dan langsung pergi dari tempat tersebut. Begitu juga dengan krist, ia membawa fiat pergi dari sana, mungkin ini akan menjadi kunjungan terakhir mereka kesana, karna sudah terlanjur malu.











Tbc.

Maaf Untuk ItuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang