part 4

1.8K 133 0
                                        

Saat ini krist dan apple tengah bertengkar hebat, karna memang sudah hampir satu tahun krist belum juga menikahinya.

"Bukankah sudah ku katakan, dekati dulu fiat baru kita bisa menikah!!" Ucap krist.

"Sampai kapan, krist? Dia tidak akan mau menerimaku!!" Teriak apple frustasi.

"Bersabar sedikit lagi, aku yakin dia akan menerimamu nanti" ucap krist.

"Sudahlah, krist. Aku lelah, aku ingin pulang, aku malas bertengkar denganmu" ucap apple.

Apple langsung meninggalkan krist sendiri. Krist merasa benar-benar pusing saat ini, ia memutuskan pergi ke club untuk melepas penatnya.

Krist meminum banyak alkohol di club tersebut hingga dia mabuk parah. Ia terlalu stress hari ini dengan perkerjaan yang menumpuk dan tentang apple yang memaksanya agar segera di nikahi.

Singto yang kebetulan selesai meeting disana sedari tadi memperhatikan krist, jujur ia sangat merindukan krist. Singto duduk tak jauh dari krist sambil menatap krist penuh cinta.

Beberapa jam kemudian singto melihat krist beranjak dari duduknya, krist berjalan sempoyongan karna mabuk parah. Singto menghampiri krist dan merangkul krist membantunya berjalan.

Krist yang mabuk parah hanya menurut saja di bopong oleh entah siapa itu karna dia benar-benar mabuk jadi tak mengenali singto.

Singto membawa krist ke sebuah hotel, melihat krist yang bahkan tak sadar dengan siapa dia saat ini, singto mencoba memanfaatkan situasi.

Ia benar-benar masih sangat mencintai krist, ia merindukan krist, jadi ia ingin menjadi orang jahat untuk malam ini.

Singto membawa krist kekamar hotel dan membaringkan krist di atas ranjang. Singto menatap dalam krist yang bahkan sudah setengah sadar. Ia mencium bibir krist menyalurkan rasa rindunya, melumat habis bibir krist hingga krist membalas lumatan singto.

Mereka saling melumat memakan bibir satu sama lain, krist mulai mendominasi singto, ia mengukung tubuh singto dibawahnya dan menggerayangi tubuh indah singto.

Sedangkan singto kini hanya pasrah berada di bawah kendali krist, memang ini yang di inginkannya, dia benar-benar merindukan krist, dia merindukan sentuhan dan kelembutan krist.

Entah sejak kapan keduanya sudah polos tanpa sehelai benangpun, krist menghisap leher singto kuat memberikan banyak kissmark disana, tangannya menelusuri tubuh indah singto, memilin puting menegang singto hingga singto menggelinjang keenakkan.

"Arrghh... Phi..." Lirih singto.

Krist mempersiapkan lubang singto dan memasukkan penisnya ke dalam lubang sempit milik singto hingga penisnya masuk sempurna.

"Aahhh"

Krist melumat bibir singto lagi menyesapnya kuat hingga bibir tersebut membengkak, krist menggerakkan pinggangnya maju mundur dengan teratur.

"Aakkhhh..phii"

"Aargghhh...aargghhhh"

Krist menggenjot lubang singto dengan kuat dan keras hingga bunyi kecipak kulit mereka terdengar jelas.

Singto mendesah hebat dibawah krist, tubuhnya ikut terlonjak seirama dengan hentakan penis krist. Krist mengocok penis singto seirama dengan hentakkannya .

Hingga desahan-desahan singto menggelegar memenuhi kamar hotel. Krist semakin bernafsu, ia menggenjot lubang singto dengan kuat, penisnya keluar masuk dengan kecepatan tinggi.

Hingga krist merasa penisnya membengkak didalam sana dan siap menyemburkan benihnya, krist mempercepat hentakannya.

Saat sudah hampir sampai krist mengeluarkan penisnya dan mengocoknya cepat dan memuncratkannya keperut singto. Sedangkan singto juga mengeluarkannya ditangannya sendiri. Setelah itu krist langsung terbaring lemah dan tertidur pulas di samping singto.

Krist merasa tengah bermimpi bersetubuh dengan seorang pria yang entah siapa, mungkin karna ia mabuk berat, jadi ia merasa tengah bermimpi padahal semua yang dilakukannya tadi nyata.

Sedangkan singto, dia memeluk krist erat, sebelum memakai pakaiannya kembali, ia mencium bibir krist lembut dan pergi meninggalkan kamar hotel.






****
Keesokkan paginya krist terbangun dengan tubuh polosnya. Krist merasakan pusing yang luar biasa, ia terkejut mendapati dirinya tidak memakai pakaian.

"Apa semalam nyata? Dengan siapa aku bermain semalam" gumam krist.

Krist bangkit dari tidurnya dan berjalan ke kamar mandi, ia malas memikirkan masalah semalam mungkin ia sendiri yang menyewa jalang dalam keadaan mabuk? Bisa saja 'kan?

Sedangkan ditempat lain saat ini, singto tersenyum senang mengingat kegiatan semalam.

"Maafkan aku phi, aku masih sangat mencintai phi krist" ucap singto.

Singto melihat pantulan tubuhnya di cermin kamar mandi, melihat banyak kiss mark yang diberikan oleh krist semalam.

"Aku menganggap ini sebagai hadiah terakhir dari phi" ucap singto.

Ya, memang setelah ini singto akan pergi keluar negri karna ia di pindah tugaskan ke sana entah berapa lama, singto juga sudah memberi tahu bi ayu pengasuh fiat sebelumnya, agar bi ayu bisa menjaga fiat, sebenarnya singto ragu untuk mengambil pekerjaan itu ,tapi ia juga sudah bertekad untuk melupakan krist.




****
Krist baru saja menginjakkan kakinya dirumahnya, tapi dia sudah disambut oleh bentakan dari apple.

"Kamu tidur dimana semalam, krist?" Tanya apple kesal.

"Aku mabuk, jadi aku menyewa hotel" ucap krist.

"Bersama siapa?" Tanya apple.

"Sendiri" ucap krist

"Kamu tidak menyewa jalang 'kan?"

Krist terdiam, ia mengingat kejadian semalam yang entah bersama siapa itu.

"Tidak" jawab krist.

"Aku ingin istirahat, kepala ku masih pusing, sebaiknya kamu bermain dengan fiat agar fiat bisa menerimamu dan kita bisa secepatnya menikah" ucap krist.

"Aku ada urusan diluar, beristirahatlah" ucap apple.










Tbc.

Maaf Untuk ItuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang