Menceritakan masalah rumit rumah tangga krist dan singto, karna memang pada awalnya di dasari dengan sebuah perjanjian dan cinta sepihak.
Top krist, bot sing, mpreg!
Sekarang usia arthit sudah memasuki dua bulan, dan kandungan singto sudah 8 bulan, sebentar lagi singto akan melahirkan, walau begitu singto masih terus memperhatikan arthit, ia tak pernah membiarkan arthit diasuh oleh bi ayu atau krist.
Singto baru saja memandikan arthit, dan tengah menggendong arthit ke kasur, tapi tiba-tiba perutnya terasa sakit, singto sangat tahu rasa sakit ini, ia pernah mengalami ini sebelumnya.
Singto merebahkan arthit dikasur dan berteriak memanggil bi ayu, karna perutnya benar-benar sakit saat ini, arthit yang mendengar teriakan singto langsung menangis kencang karna terkejut.
"Sayang maafkan papa, perut papa sakit" ucap singto.
Tak lama bi ayu datang kekamar singto.
"Tuan, kenapa" tanya bi ayu panik.
"Perut ku sakit bi, tolong panggilkan phi krist" ucap singto.
Setelah menelpon krist, bi ayu menggendong arthit dan menenangkannya.
Tak sampai setengah jam krist sudah datang kerumahnya dan langsung membawa singto kerumah sakit.
Singto langsung dibawa keruang operasi.
"Phi jangan tinggalkan aku, temani aku" ucap singto, ia menahan tangan krist yang hendak keluar dari ruang operasi.
"Apa boleh ditemani, dok?" Tanya krist.
Dokter memperbolehkan krist berada diruangan tersebut. Selama proses operasi berjalan krist tak henti-hentinya menenangkan singto, mengusap peluh singto dan mencium punggung tangan singto.
Hingga 3 jam lamanya akhirnya suara tangis bayi terdengar.
Singto dan krist menitikan air mata bahagia menyambut kedatangan si buah hati.
Krist mengecup kening singto dan mengucapkan terima kasih karna sudah berjuang melahirkan bayi yang lucu itu. . . . . . . Sudah seminggu sejak singto melahirkan, akhirnya ia diperbolehkan pulang, singto masih dalam proses menyembuhan saat ini, jadi bi ayu yang mengurus arthit untuk sementara.
Sedangkan anak yang dilahirkan singto, krist sendiri yang mengurusnya. Bukan berarti mereka membedakan kasih sayang arthit dan anak mereka, tapi krist tak akan mampu mengurus dua bayi sekaligus. Beruntung sekarang fiat sudah pintar, jadi tak lagi perlu diurus lagi.
"Anak daddy sudah mandi, sudah tampan" ucap krist.
"Kita punya tiga jagoan sekarang phi" ucap singto.
"Iya, dirumah ini semua pria kecuali bi ayu" ucap krist sambil terkekeh kecil.
"Kongpob pasti haus, aku ingin membuatkan dia susu" ucap krist.
Singto melihat kongpob yang terbaring tenang disampingnya, ia benar-benar merasa bahagia saat ini.
Tak lama krist datang dengan membawa arthit digendongannya dan juga dua botol susu untuk arthit dan Kongpob.
"Mereka seperti kembar" ucap singto, saat melihat krist merebahkan arthit disamping kongpob.
"Benar, usia mereka hanya berbeda 2 bulan" ucap krist.
Fiat yang baru saja pulang dari sekolah langsung masuk kekamar orang tuanya.
"Anak daddy sudah pulang, hmm?" Ucap krist saat melihat kedatangan fiat.
"Aku ingin melihat adik bayi. Aku tak sabar ingin melihat kong dan arthit besar, dad" ucap fiat.
"Aku akan mengajak mereka bermain perang-perangan nanti, aku akan jadi polisi yang mengejar pencuri, Kongpob dan Arthit jadi pencuri nanti" ucap fiat sambil terkikik geli.
Fiat merebahkan tubuhnya di samping arthit dan memeluk arthit, sesekali tangannya mengusap Kongpob. Fiat memang sudah di beri pengertian tentang arthit, fiat tahu arthit bukan adiknya tapi fiat tetap menganggap arthit sebagai adiknya. Fiat tahu arthit adalah anak apple, tante yang sangat tidak di sukainya tapi fiat tetap menyukai arthit tak peduli jika dia anak apple. . . . . . . Dua tahun telah berlalu, sekarang kongpob dan arthit sudah berusia dua tahun, mereka sudah bisa berjalan dan sedikit bisa berbicara.
Saat ini singto tengah membuatkan arthit dan Kongpob susu didapur. Tiba-tiba terdengar suara tangisan kongpob.
Singto sudah tak heran lagi jika arthit dan Kongpob ditinggalkan berdua pasti salah satu dari mereka akan menangis.
Singto langsung menghampiri kedua anaknya. Dilihatnya arthit tengah menarik rambut kongpob, dan bedak bertaburan dimana-mana.
"Sayang, tak boleh seperti ini" ucap singto sembari melepaskan tangan arthit yang menarik rambut kongpob, lalu singto menggendong kongpob, menenangkan Kongpob agar berhenti menangis.
Arthit yang melihat singto menggendong kongpob juga ikut menangis kencang karna merasa iri.
Singto kewalahan menenangkan keduanya, dia melepas Kongpob dan menggendong arthit, lalu Kongpob menangis semakin kencang, singto ingin menggendong keduanya namun Kongpob dan Arthit saling memukul di gendongan singto.
Beruntung tak lama krist pulang dari kantor dan melihat singto tengah kalut menenangkan kedua anak mereka.
Krist menggendong arthit dan menenangkannya.
"Bi ayu kemana sing?" Tanya krist.
"Bi ayu menjemput fiat ke sekolah, phi"
"Apa kamu butuh babysitter lagi?"
"Tidak, aku bisa mengurus mereka sendiri"
"Tapi jika mereka bertengkar, kamu tidak akan bisa menenangkan mereka sendiri" ucap krist.
"Ada bi ayu nanti"
Setelah kedua anaknya diam, mereka membawanya ke kamar dan menidurkannya, bahkan mereka tidur ditempat tidur yang berbeda karna keduanya tidak mau jika harus didekatkan berdua.
Entah sampai kapan kongpob dan arthit tidak akan akur seperti ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.