PEMBALASAN

105 11 4
                                        

Part 10

Warning!!!





Rio dan eja sedang menuju ke rumah sakit yang dimana tempat celi di rawat dengan paniknya dia membawa mobil dengan kecepatan takut celi kenapa napa



Sesampainya rio di rumah sakit dia langsung lari menuju ruang inap celi disusul dengan eja yng lari menyeimbangi rio yang sedang berlari



Rio yang udh ada di depan pintu langsung membuka pintu dan melihat celi yang berbaring lemah di atas brangkar rumah sakit


Ia mendekati celi dan memegang tangan celi "maaf maaf rio lalai jagain celi, rio janji bakal balas perbuatan mereka yang membuat celi kaya gini" ucap rio kepada celi


Tanpa sadar rio menitikan air matanya ia masih setia menggenggam tangan celi dan setia menunggu celi bangun




Setelah itu rio menuju keteman temanya "Gue kan udh bilang jagain celi kenapa bisa kek gni JAWAB!!!" Rio yang sudah tersulut emosi

Eja langsung mendekat ke rio dan menepuk pundak rio "lo tenang dulu, mereka pasti udh semaksimal mungkin ngejaga celi"


Mereka berlima hanya menundukan kepala karena mereka juga salah tidak memperhatikan celi dan mereka takut jika kemarahan Rio malah ngebuat malapetaka



"Gue mau lo semua bawa orang yang udh ngebuat celi kaya gini dan bawa ke tempat biasa paham?!" Upanya tegas


"Paham" mereka jawab serempak

"Tapi gua udh dapet cctv yang ada di luar toilet sebelum kesini" kata ryan, yah karena sebelum ryan ke sini dia langsung mengecek cctv di sekitar sebelum barang bukti terhapus oleh orang lain



"Baguss makin memudahkan gue buat ngebunuh tuh tikus tikus got" ucap rio sambil tersenyum miring


Orang yang melihat senyun rio seperti itu pun merinding karena mereka tau yang akan dilakukan rio kepada kaparat itu








🍟🍟🍟







Kini tinggal ada ceki dan rio, para teman temanya sudah ia suruh pulang dan sebagian lagi disuruh untuk mencari jalang kecil itu



"Buka mata celi jangan kayak gini rio ngelihatnya sakit, rio berasa ga becus ngejaga celi" ucap rio lirih sungguh ia sangat menyesal meninggalkan celinya


"Coba ajh rio tolak ajakan dia pasti celi ga akan kaya gini" tanpa sadar rio menitikan air matanya tangan celi



Cupp


Rio mengecup kening celi lalu ia memandangi wajah damai celi, tak lama kemudian celi siuman dia menggerakan tangan nya rio yang melihat itu pun langsung memencet tombol darurat untuk memanggil dokter


Tak lama kemudian dokter dan suster datang memeriksa keadaan celi ditemani oleh rio yang memandangi wajah celi khawatir ia takut celi kenapa napa




"Gimana dok keadaanya" ucap rio kepada dokter

"Alhamdulillah dia sudah sadarkan diri dan dia baik baik saja, tapi pasien harus di rawat inap dulu untuk masa pemulihan" Rio yang mendengar ucapan dokter pun merasa lega





Setelah dokter dan suster pergi rio langsung menghampiri celi, "hey kenapa hm?, Cerita ama" tapi tak ada jawaban, celi hanya diam dan memandang kedepan



"Maaf gara gara rio celi kaya gini, rio lalai jagain celi ga seharusnya tadi rio pergi harisnya rio ada disamping celi hiks..." Mendengar isak tangis rio celi langsung menoleh ke arah rio




CERIOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang