Dalam hidup, ada beberapa hal yang memang lebih baik untuk disimpan dalam diam.
Begitupun bagi Hyun Jae. Ada banyak hal yang sulit ia ungkapkan, lebih memilih diam dan merahasiakan karena takut terjebak dalam sebuah kesakitan.
Apalagi semenjak ia...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Author POV
Suara ricuh masih sangat menghiasi seluruh penjuru, padahal waktu sudah hampir menunjukkan pukul 12 malam. Segerombolan remaja masih sibuk bersorak kuat disertai dengan suara-suara mesin motor yang beradu dengan kencangnya.
Balapan malam itu benar-benar terasa sangat menegangkan, bahkan beberapa orang sudah mulai emosi akibat kekalahan.
Berbeda dengan Jungkook, ia masih menunggu gilirannya untuk maju. Hatinya sudah bergejolak penuh dengan ambisi, ia harus menang. Jungkook adalah pembalap yang jarang sekali kalah, ia harus menang untuk mendapatkan kepuasan.
Jungkook melangkahkan kakinya menyusuri jalanan dengan pencahayaan remang-remang itu untuk mencari toilet terdekat.
Namun, tiba-tiba saja tangannya dicekal dari belakang. Sontak Jungkook pun berhenti melangkah dan langsung menoleh untuk memastikan.
"Ji? Kenapa kau di sini hm?" tanya Jungkook yang heran melihat adanya Ji Ah di hadapannya.
Dengan gerakan cepat, Ji Ah pun memeluk tubuh Jungkook. Ia menenggelamkan wajahnya pada dada bidang laki-laki itu.
"Ada apa hm?" tanya Jungkook sambil mengelus surai Ji Ah lembut.
"Kookie...kau pasti menang kan?" tanya Ji Ah yang sudah menengadahkan kepalanya menatap Jungkook.
"Tentu." jawab Jungkook dengan sangat percaya diri.
Ji Ah pun melepaskan pelukannya, lalu menatap mata Jungkook dalam.
"Jika kau menang, hadiahnya pasti untukku kan?" tanya Ji Ah lagi.
"Kau mau membeli apa lagi Ji?" tanya Jungkook dengan tatapan bertanya-tanya.
"Mobil, aku ingin mobil." jawab Ji Ah.
"Mobil lagi? Kau baru saja membeli mobil satu bulan yang lalu Ji." ujar Jungkook sambil menatap wajah Ji Ah.
"Yaaak~ aku bosan dengan mobil itu. Kau tidak mau memberikanku uang dari hasil balapan nanti ya?" tanya Ji Ah dengan raut kesal.
Jungkook pun menghembuskan napasnya kasar.
"Jangan marah begitu Ji, iya pasti akan kuberikan. Tenang saja hm? Kau bisa beli mobil itu dengan uangku." ujar Jungkook sambil memegang telapak tangan Ji Ah.
Sebuah senyuman pun mengembang sempurna dari wajah gadis itu.
"Aw kau memang baik, aku sangat menyayangimu, perasaanku semakin bertambah jika kau terus menuruti kemauanku seperti ini." ujar Ji Ah dengan binaran pada matanya.
Cup
Tiba-tiba saja Ji Ah mengecup bibir Jungkook, lalu dengan segera ia berlari meninggalkan laki-laki itu yang masih mematung di tempat.
"Aku pergi dulu ya, semangat Kookie!!!" serunya dari jauh.
Jungkook pun hanya tersenyum melihat tingkah menggemaskan gadis itu. Lalu, ia pun memegang bibirnya yang baru saja mendapatkan kecupan dari Ji Ah.