06 : My rival

57 16 87
                                        

Author POV

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Author POV

"Belakangan ini, setiap kau datang ke markas, wajahmu pasti terlihat kusut. Aku muak melihatnya." ujar Suga setelah melihat wajah Jungkook.

Sedangkan yang diajak berbicara hanya terdiam sambil memejamkan matanya.

"Wajahmu itu sama seperti hidupmu Kook, benar-benar kusut." sambung Suga dengan santainya.

"Hyunggggg~" jawab Jimin cepat karena merasa kalimat Suga itu sudah berlebihan.

"Apa aku salah?" tanya Suga dengan wajah datar sambil memainkan gitar kesayangannya.

Sedangkan Jimin hanya bisa menghembuskan napas kasar, ia benar-benar tak habis pikir dengan Suga yang selalu berbicara tanpa memikirkan perasaan orang lain.

"Jika hidup sudah kusut, janganlah membuat semuanya tampak nyata. Setidaknya wajahmu jangan dibuat kusut pula Kook." jelas Suga masih dengan nada teramat santai.

Jungkook yang sudah mulai merasa jengah pun akhirnya membuka kelopak matanya, ia mengusap wajahnya kasar.

"Ahhhh aisssss, iya hyunggg iyaaa. Berhentilah menguji mentalku, aku lel-"

Pranggg

Suara kaca pecah menggelegar ke seluruh penjuru ruangan. Kaca yang awalnya berdiri kokoh pun sudah hancur tanpa bentuk akibat bongkahan batu yang dilempar dengan kuatnya. Seketika ketiga laki-laki itu ternganga melihat kejadian yang baru saja terjadi di depan mata, untungnya kaca tersebut tidak melukai salah satunya.

"AIS SIALAN! SIAPA YANG BERANI-BERANINYA MELAKUKAN HAL INI?!" pekik Jimin kuat.

Setelah mengatakan itu, tiba-tiba saja satu orang muncul dengan sebuah seringaian.

"Terkejut? Wahhh kalian terlihat menggemaskan jika sedang terkejut seperti itu." ujar orang itu dengan santainya.

Tanpa berlama-lama, dengan gerakan cepat Jungkook pun melangkah maju mendekati laki-laki kurang ajar itu. Dengan emosi yang menggebu-gebu, ia pun mencengkram kerah laki-laki itu. "KAU!!! APA MAU MU HAH?!"

"Woah woahhh santaiii saja teman, aku hanya rindu pada kalian. Oleh karena itu aku sempatkan datang ke sini, apa kalian tidak rindu padaku juga eoh?" tanya laki-laki itu dengan senyuman meremehkan.

Karena sudah kelewat emosi, akhirnya Jungkook melayangkan satu tinjuan keras yang berhasil mengenai pipi mulus laki-laki itu dan membuatnya jatuh terhuyung ke lantai.

"BERHENTI BERMAIN-MAIN! AKU MUAK MELIHATMU SIALAN!!!" bentak Jungkook tanpa henti.

"Ahahaha lucu sekali, apa kau masih dendam karena dulu gadismu pernah berpaling padaku?" tanya laki-laki itu sambil tertawa.

Jungkook pun hanya terdiam, ia mencoba untuk meredam amarahnya agar tidak kelepasan.

"Ahhh tapi aku dengar, kali ini kau benar-benar putus dengan gadis jalangmu itu ya? Apa dia sudah mendapatkan penggantimu? Hahaha gadismu itu benar-benar jalang murahan." ujarnya lagi.

UNTOLDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang