10 : Conversation

31 12 110
                                        

Author POV

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Author POV

"Yakkk!!! Kau ini kenapa?!!!" tanya Jimin sedikit berteriak.

Suga pun ikut memandang Jungkook dengan tatapan tidak suka. Keduanya heran dengan tingkah aneh laki-laki itu. Bagaimana tidak, Jungkook benar-benar terlihat seperti orang gila. Datang tiba-tiba sambil melompat-lompat, berteriak, berputar-putar, bahkan sampai meninju-ninju udara seolah-olah habis memenangkan lotre besar-besaran.

"Kau punya nomor telpon rumah sakit jiwa?" tanya Suga dengan tatapan serius.

"Eoh? Untuk apa hyung?" tanya Jimin kebingungan.

"Anak ini perlu pertolongan." jawab Suga santai.

Jungkook pun seketika menghentikan aksi gilanya, namun bukannya marah atau merengek seperti biasanya, ia malah mengembangkan senyumannya selebar mungkin.

"Aaaaaa hyunggggg, kau benar, aku perlu pertolongan. Aku rasa aku sudah gila, aaaa aku sangat senang." ujar Jungkook sambil memeluk tubuh Suga erat.

"Aissss lepaskan aku!!!" pekik Suga sambil memberontak.

Jungkook pun akhirnya melepaskan pelukan itu, ia segera memasang wajah cerianya sambil tersenyum memamerkan gigi kelincinya. Mata bulat yang berseri pun ikut menghiasi, memandang Suga dengan tatapan penuh kebahagiaan.

"Kook, demi apapun aku masih normal. Aku tidak akan tertarik meski kau memasang wajah menggemaskan seperti itu." ujar Suga malas.

"Eoh? Wahhh setidaknya kau mengakui kalau aku ini menggemaskan hyung hahaha." tawa Jungkook menggelegar ke seluruh penjuru.

Karena terlanjur kesal dengan tingkah aneh Jungkook, akhirnya Suga pun menyentil kening Jungkook sebelum akhirnya berlalu untuk duduk di sofa.

"Aw sakit hyung!" gerutu Jungkook.

Ia pun ikut duduk di samping Suga, begitupun dengan Jimin yang dari tadi kebingungan dengan situasi yang sedang terjadi.

"Apa ini berkaitan dengan Appa mu?" tanya Jimin penasaran.

Jungkook pun menatap Jimin yang berada di hadapannya.

"Ya, benar." jawabnya sambil tersenyum.

"Bagaimana hasilnya? Apa kebodohanmu dimaafkan?" potong Suga.

Jungkook pun sedikit meringis akibat rangkaian kalimat pedas yang selalu saja keluar dari mulut hyung nya itu.

"Ya, Appa memaafkanku. Aku juga sudah boleh pulang ke rumah, walaupun tetap saja aku kehilangan motorku... Tapi setidaknya aku tidak diusir lagi." Jungkook pun menyandarkan punggungnya ke sofa sambil menghembuskan napas panjang.

"Lalu? Kau tetap kehilangan motormu bukan? Tapi mengapa kau sampai sebahagia ini?" tanya Jimin heran.

"Benar, aku rasa bahagiamu itu berlebihan. Kau aneh." seketika kalimat Suga itu membuat Jungkook mendengus.

UNTOLDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang