My Vampire 2/2

151 20 21
                                        


Selamat sore
Di sini hujan, di situ hujan tidak?
Kenapa aku selalu update waktu hujan sih😄

Masih inget oneshoot ini gak?
Kayanya udah lama aku up bagian 1 nya, semoga gak lupa..




Happy reading gaiss


°°°°











Semenjak mengetahui kebenaran bahwa Jeno dan saudara-saudaranya adalah vampir, Heejin seolah mejaga jarak dengan pemuda itu. Meski awalnya ia memang tertarik dengan Jeno tetapi ia tak bisa memungkiri bahwa dirinya sedikit takut.

Hingga pada suatu hari ia dihampiri oleh Yeji dan Eric bahwa Jeno jatuh sakit. Heejin tidak pernah berpikir bahwa vampir bisa sakit. Awalnya menolak dengan tegas tetapi melihat foto Jeno yang berbaring lemah di tempat tidur membuat hatinya melunak.

"Jeno membutuhkanmu, Hee," bisik Yeji sebelum keluar dari kamar Jeno meninggalkan keduanya.

Heejin menatap pintu yang ditutup Yeji kemudian ia menoleh ke arah Jeno kemudian menghampirinya. Mata Jeno memang terpejam tetapi lelaki itu tau dan mendengar sedari tadi bahwa Heejin di sana.

"Kak Jeno," panggil Heejin takut.

Jeno tetap memejamkan mata membuat Heejin bingung sekaligus khawatir, apa sakitnya parah pikirnya. Heejin berinisiatif menyentuh tangan Jeno tetapi ia malah dikejutkan dengan tangan Jeno yang lebih dulu menggenggamnya.

"K-kak...

"Kau datang?" tanya Jeno yang membuka matanya.

"Aku harus sakit lebih dulu agar kau datang?" lanjut Jeno.

Heejin menghela napas.

"Sakit apa?" tanya gadis itu.

"Hanya lelah,"

Heejin menatap Jeno kesal. Apakah lelaki ini bercanda. Hendak bangkit tangan Heejin malah ditarik Jeno membuat ia jatuh di atas tubuh Jeno. Mata keduanya saling menatap.

"Aku memang sakit. Kekuatanku mendadak hilang," ucap Jeno.

"Kekuatan?"

Jeno mengangguk kemudian menahan tubuh Heejin, lelaki itu sedikit bangkit untuk bersandar di kepala tempat tidur. Heejin menurut saja, kemudian mereka masih saling berhadapan.

"Iya, aku tidak bisa membaca pikiran orang lain lagi,"

Heejin terkejut, apa semua vampir selalu punya kelebihan masing-masing?

"Jangan terkejut begitu, Hee. Sekarang itu sudah hilang, aku tak bisa membaca pikiranmu," kata Jeno diiringi kekehannya.

Jeno mengusap lembut jari jemari Heejin. Membuat gadis itu sedikit merinding akibat rasa dingin dari kulit Jeno.

"Besok aku akan ke kampus," kata Jeno setelah mereka diam cukup lama .

Heejin mengernyit.

"Bukannya masih sakit?"

Jeno tersenyum, "Akan segera sembuh karena kau datang,"

Choco Love : Short StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang