X-Mafia 2/2

134 16 16
                                        

Helloooooww
This is part 2 of X-Mafia

Etsss VOTE COMMENT nya jangan lupa hihi






Happy reading 😎



°°°°°










Heejin menatap kepergian Yeji yang meninggalkannya di besment bersama Na Jaemin. Bisakah Heejin sebut ini besment bukan garasi? Karena memang sangat luas dan banyak mobil terparkir berjajar di sana. Apa semua mobil ini koleksi Jaemin atau ada diantaranya yang milik rekan-rekannya. Entahlah.

"Malam ini, tunanganmu akan kemari mengepung mansionku," ucap Jaemin sembari berjalan mendekat.

"Jeno akan kemari?" ulang Heejin.

Jaemin mengangguk, melipat kedua tangannya di depan dada.

"Tapi aku tidak bodoh dengan memberikanmu begitu saja kepadanya,"

Heejin mengernyitkan kening bingung.

"Aku akan sedikit bermain-main dengannya,"

Jaemin menarik tangan Heejin kemudian membukakan pintu mobil untuknya.

"Memangnya kita akan kemana?" tanya Heejin saat mobil yang dikendarai Jaemin berjalan meninggalkan mansion mewahnya.


Tidak lupa Jaemin membawa penjaganya untuk berjaga di belakang mobilnya. Sedangkan di mansion Jaemin sudah mengerahkan semua bawahannya untuk menanti Lee Jeno. Di sana juga ada Hyunjin, Yeji, Hwall dan Han yang Jaemin merupakan orang-orang kepercayaannya.

"Kau tidak takut padaku?" bukannya menjawa Jaemin malah bertanya.

Heejin menghembuskan napas, "Tidak, untuk apa takut," balasnya.

Jaemin melirik sebentar ke arah Heejin yang tengah memandang ke luar jendela.

"Justru aku sedang menghindari Jeno. Aku ingin membatalkan pernikahan kami bulan depan," kaya Heejin.

Wajahnya tiba-tiba nampak sendu. Jaemin menangkap ekspresi milik Heejin.

"Kenapa?" tanya Jaemin.

Heejin menatap Jaemin sebelum berkata, "Sudahlah jangan banyak tanya, aku sedang malas membahasnya,"

Jaemin mendengus kesal. Sekitar empat puluh lima menit kemudian Jaemin menghentikan mobil miliknya di depan sebuah villa. Heejin yakin ini daerah teratas dari kota tempatnya tinggal.

"Kita mau apa?" tanya Heejin.

°°°°°






Tepat pukul sebelas malam Jeno bersama kawan-kawannya sampai di depan mansion milik Na Jaemin. Nampak sepi dan hanya terlihat penjaga di gerbang saja. Tetapi Jeno tidak terkecoh, ia yakin di dalamnya ada banyak penjaga.

"Seperti kataku tadi, kita bisa masuk lewat samping. Biar orang-orangku yang membereskan penjaga di gerbang. Lalu kita segera masuk dan menuju halaman samping dekat kolam," peringat Haechan.

Jeno dan Renjun mengangguk paham. Dengan pelan mereka turun dari mobil diikuti orang-orang Haechan dan bawahan Jeno.

Jeno mengendap-endap masuk melewati pintu samping mansion. Sepertinya ini adalah rumah utama mansion sebab bisa dirinya lihat bahwa di belakang sana ada bangunan yang lebih kecil tetapi tidak terlihat lampu menyala.

BUG!

Pinggangnya ditendang begitu saja oleh seseorang membuat dirinya limbung untung saja ia tidak terpeleset ke kolam renang.

Choco Love : Short StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang