Jaemin dan Jeno bersahabat sejak kecil. Kira-kira sejak usia mereka sepuluh tahun hingga sekarang berusia 21 tahun. Selalu satu sekolah dan bahkan kini kuliah di Universitas yang sama. Hanya saja Jaemin memilih jurusan Ilmu Komunikasi sedangkan Jeno Arsitek.
Keduanya sudah seperti saudara. Semua masalah yang mereka alami selalu mereka bagi satu sama lain. Orang tua mereka juga saling mengenal karena ibu Jaemin teman satu kelas ibu Jeno saat SMA dulu.
Mereka juga memiliki hobi yang sama, selain basket yaitu kart. Seperti saat ini keduanya sedang berada di racing kart.
Namun, kali auranya berbeda. Jika mereka biasanya bermain basket atau kart untung refreshing saja kini ada tujuan dibalik permainan yang akan mereka lakukan.
Jaemin menatap langit yang cerah. Matanya menyipit karena sinar matahari bersinar dengan terang.
"Lo yakin akan kalahin gue, Jen?" tanya Jaemin saat mereka berjalan menuju sirkuit.
Jeno tersenyum tipis.
"Liat aja nanti," balasnya.
Aura mereka nampak berbeda. Seperti tidak bersahabat berbanding terbalik dengan cuaca yang cerah. Kenapa? Karena satu masalah yang baru saja mereka ketahui beberapa hari lalu.
"Lo suka sama Heejin, Jen?" tanya Jaemin.
"Iya gue suka," balas Jeno.
"Gue juga suka dia. Rasa suka gue masih ada buat dia," Jaemin berkata dingin.
Jeno terkekeh pelan, "Gue gak larang lo buat suka sama Heejin. Lagipula semuanya ada di tangan dia, siapa yang bakal Heejin pilih ada di tangan dia," ucap Jeno hendak pergi.
Jaemin menahan lengan Jeno.
"Ayo kita tanding main kart!" ajaknya.
Jeno mengernyit heran.
"Yang menang bebas pendekatan sama Heejin, yang kalah harus ngalah gak boleh deketin dia," kata Jaemin.
Jeno tertawa pelan. Apa ini? Kenapa Jaemin jadi seperti ini.
"Kita bisa bersaing secara sehat, Jaem," peringat Jeno.
"Gue anggap lo takut,"
Jeno menghela napas pelan. Akhirnya pemuda itu menyetujuinya.
***
Jaemin dan Jeno sudah bersiap di posisi mereka masing-masing. Keduanya tidak takut satu sama lain dan percaya diri untuk memenangkan permainan ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.