Selamat Membaca
.
.
.
.
Jangan lupa Vote sebelum membaca
.
.
.
.Kalian lebih suka warna hitam atau putih?
Bagi Emot ❤️ ny kakak→
"ASTAGHFIRULLAH!". Teriak Diko heboh.
Hal itu sontak membuat mereka semua menoleh ke arah Diko.
"Kenape lo? Kesambet?". Celetuk Malvin dengan santainya.
"Ternyata gue baru sadar guys". Ucap Diko sambil memamerkan fotonya. "KALO GUE GANTENG BANGET! GILA PANTES AJA MBAK YULI KE PINCUT SAMA GUE". Lanjut Diko dengan heboh tak lupa dengan muka tengil sok kegantengan.
Mereka semua kompak memberikan pukulan pada Diko. Mereka kira ada hal penting ternyata enggak.
"Bukan kembaran gue". Ucap Diki.
"Ye gak mau ngaku lo! Harusnya lo bangga karena punya kembaran ganteng kayak gue". Diko menyisir rambutnya ke belakang dengan tangan, niatnya sih biar keren.
"Yang ada tuh lo yang bangga karena punya muka ganteng mirip gue". Ujar Diki dengan sedikit ngotot. Lagi pula ia benar karena yang lahir duluan kan dia. Otomatis yang jiplak si Diko.
"Yang ada gue lempar kalian berdua dari atas bukit. Tuh belakang vila ada jurang". Sewot Satria yang jengah dengan si kembar.
"AMPUN SUHU". Ucap si kembar dengan kompak.
"Bentar ini si Rosa sama Varel mana?". Tanya Jeren dengan muka bantal. Ia baru bangun tidur lima menit yang lalu.
"Si Varel masak, kalo tu singa gak tau gue lepas dimana". Jawab Malvin dengan santai. Malvin adalah spesies manusia paling santuy dan mulutnya paling gak bisa di atur.
"Dikata sepupu gue satwa apa pake acara lepas!". Kesal Satria.
"Eh bentar kalian nyium bau kek kebakar gitu gak sih?". Tanya Diki sambil mengendus bau di sekitarnya.
"Iya gue juga nyium".
"Fiks ini bau kebakar".
"Tapi apa yang ke bakar?". Tanya Diki.
"Jangan-jangan si Varel bakar dapur". Celetuk Diko.
Tuk!
Varel memukul kepala Diko dengan sendok sayur di tangannya. Varel juga mencium bau sesuatu yang terbakar. Karena itu ia langsung mematikan kompor dan berjalan ke ruang tengah tempat dimana para manusia gabut nongkrong. Dan ia malah mendengar tuduhan tidak masuk akal dari Diko.
"Aws! Pala ganteng gue". Ringis Diko saat kepalanya terpukul sesuatu. Reflek ia menoleh ke belakang dan menemukan Varel si manusia kekurangan kata itu berada di belakangnya dengan sendok sayur.
"Eh Varel sini duduk dulu". Ucap Diko namun di abaikan oleh sang empu.
"Apa yang ke bakar?". Tanya Varel dengan muka biasa aja tapi gantengnya luar biasa.
"Mana gue tau". Jawab Malvin.
Satria berdiri. "Kayaknya dari belakang deh baunya". Satria berjalan ke arah belakang vila di ikuti Samuel dan yang lainnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
ROSA
Humor(ON GOING) (SLOW UP) Dunia adalah kebohongan. Dunia adalah ilusi . Kita hanya sebuah nyawa yang tinggal di dalamnya. Dengan benang takdir sebagai alurnya. Dan Tuhan sebagai pengendali. Kita hanya mengikuti alur yang sudah di siapkan dan tugas kita a...