4

365 67 8
                                        

Happy reading

Warning Typo


Saint yang sudah membersihkan diri, berbaring di atas ranjangnya yang kecil. Dengan rambut yang masih basah ia memandang langit kamarnya. Saint meragu untuk membuat artikel tentang Perth. Setelah kepulangan mereka dari rumah besar Kakek Tanapon, Saint merasa bersalah jika ia membuat membongkar permasalahan keluarga Tanapon. Melihat Kakek dan Perth tadi siang cukup mengganggu pikirannya, Saint merasakan kehangatan di tengah mereka. Ini baru pertama kalinya, biasanya Saint tidak akan merasa bersalah seperti ini jika membuka aib seseorang untuk artikelnya. Karena itu adalah pekerjaan dan Saint harus totalitas dan profesional.

"Aargh~~!!! Sial!!, tapi aku masih butuh pekerjaan". Saint mengumpat sambil mengusak rambutnya kasar. Baru kali ini ia merasa sangat frustasi.

Seminggu berlalu, Perth mencari Saint di mana pun. Perth merutuki dirinya sendiri yang tidak sempat meminta nomor ponsel Saint. Perth menunggu Saint di depan flatnya, tapi pria itu tidak muncul. Menunggu di depan gedung tempat Saint bekerja pun, ia tidak menemukan pria putih dan tinggi itu. Perth sempat menanyakan pada salah satu karyawan di sana, tapi mereka hanya mengatakan Saint bekerja di lapangan dan jarang sekali datang ke kantor. Meminta nomor ponselnya, semua tidak ada yang memberikannya pada Perth.


"Sebisa mungkin aku harus menghindar dari Perth". Saint sedang mengintip Perth di sisi gedung. Kebetulan ada yang harus Saint lakukan di kantor, saat melihat ada Perth yang sedang berdiri di depan gedung, ia menghentikan langkanya dan memilih bersembunyi.

Saint sudah lama berpikir, dan ia memutuskan untuk tidak menjadikan Perth objek pekerjaannya. Ia memilih cara lain dan mengikhlaskan Album K-pop yang di bakarnya untuk persembahan hantu wanita bernama Sasy.

Perth masih berdiri sambil menelpon seseorang.

"Kau pasti mencari Saint kan?". Suara seorang gadis mengagetkan Perth.

"Kau hantu??". Perth menatap hantu gadis itu dari ujung rambut. Sedangkan Sasy menatapnya heran.

"Kau bisa mendengar suaraku?". Yang Sasy tahu Perth tidak bisa berkomunikasi dengan hantu.

"Terlihat dari wajah yang pucat dan kaki yang melayang, kau pasti hantu!". Perth menatap Sasy dengan tajam.

Tapi sejenak Perth terdiam, ia mengingat pertanyaan gadis hantu itu.

"Aku bisa mendengar suara hantu??". Perth bertanya dalam hati pada dirinya sendiri.

"Lihat di sana". Ucap Sasy lagi, ia tidak mau buang waktu saat Perth hanya diam. Sasy menunjukkan ke arah sisi gedung.

Arah pandang Perth mengikuti telunjuk Sasy, ia melihat punggung seseorang yang sedang bersandar.

"Aku akan membantumu". Gadis hantu itu langsung menghilang dan Perth seakan mencari keberadaan hantu itu dengan menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.

"Kau!!, mengagetkan ku saja!!". Desis saint saat Sasy tiba-tiba muncul.

"Yak!!". Teriak Saint saat Sasy si hantu mendorong tubuhnya dan hampir terjatuh.

"Saint~". Panggil Perth yang sudah ada tepat di belakang Saint.

Saint membeku saat berbalik Perth menemukannya.

"Ka_kau". Saint terlalu gugup hingga bicara terbata-bata.

"Ikut aku". Perth langsung menarik pergelangan tangan Saint membawanya masuk ke dalam mobil hitam metalik miliknya.

the curse of roses (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang