Warning typo
And
Happy Reading
Saint benar-benar membeli apa yang di minta hantu itu. Saint sedang membakar persembahan untuk si hantu, dengan berat hati Saint sangat tidak sudi membakar Album group boyband k-pop yang sangat mahal. Tapi mau bagaimana mana lagi, ia harus mempertahankan pekerjaannya, menuruti keinginan si hantu.
"Untuk diriku sendiri saja, aku harus berpikir ulang.. Untuk si hantu gila aku tanpa pikir panjang membelinya..!! Kau tertular gilanya si hantu..!!". Cicit saint sambil memandang api yang ada di depannya.
Keesokan paginya, saint sudah bersiap pagi-pagi sekali. Mengikuti instruksi dari si hantu agar Saint bisa menemui Perth dan mendekatinya.
Saint berada di sebuah taman tak jauh dari lingkungan perumahan elite tempat tinggal Perth.
"Mana dia..?? Awas saja jika aku di bohongi..". Gumam saint sambil mengedarkan pandangan. Menurut si hantu Perth selalu berada di taman saat pagi hari.
"Hah...". Seseorang menghela nafas dalam, Saint pun langsung memutar kepalanya. Seorang pria dengan sweater berwarna abu-abu duduk terkulai di sebelahnya. Bangku di taman ini ukurannya panjang sekitar dua meter.
"apa dia Perth Tanapon..?". Pikir Saint dalam hati.
Saint benar-benar tidak tahu wajah pewaris tunggal keluarga Tanapon, karena memang tidak ada yang meliput apapun tentang keluarga Tanapon kecuali perjalanan bisnis. Bahkan anaknya pun tidak pernah masuk dalam wajah.
"Yak!! Berhenti mengikuti ku!! Sialan!!". Perth mengumpat dengan kasar, Saint yang mendengar menatapnya dengan takut.
Tapi sebentar, Saint menyadari sesuatu. Apa Perth bisa melihat hantu?? Saint bisa membedakan mana hantu dan mana manusia. Karena disini tidak ada siapapun lagi, dan Saint yakin seseorang yang bersama Perth adalah hantu berarti Perth sedang mengumpat pada hantu itu.
Dengan ragu, Saint mencoba mendekat.
"pe__permisi". Perth menoleh ke arah saint. Yang di tatap terlihat gugup.
"Ada apa??". Tanya perth dengan wajah datar, membuat saint jadi semakin ragu.
" Kau sedang bicara dengan siapa??". Karena saint bingung tanpa pikir panjang ia mengeluarkan pertanyaan itu dan semua di luar rencananya.
Awalnya Saint akan memberi tahu Perth jika dirinya bisa melihat hantu, agar Perth terpancing dan mau menerimanya sebagai teman karena mereka memiliki kesamaan. Tapi setelah melihat ekspresi wajah Perth, Saint menjadi linglung.
"Eemmm.". Perth memutar bola mata mencari alasan. " Bicara dengan diriku sendiri..!! Apa masalah mu..!!". Saint mengumpat dalam hati, jika begini semuanya akan sulit. Ternyata Perth orang yang tidak mudah di dekati.
"Hehe~Maaf na, Kalau begitu, aku akan pergi". Karena otak Saint buntu, ia memilih undur diri dan akan mencari cara lain. Setidaknya Saint sudah mengetahui satu hal tentang Perth yang dapat melihat hantu.
Saint berjalan dengan lesu, mulutnya mulai bergumam sesuatu. Menggerutu tidak jelas dan sesekali memukul dahinya sendiri.
Perth yang masih terduduk, menatap punggung Saint, mengerutkan dahinya, lalu mengangkat kedua bahunya, tanda Perth tidak peduli.
Saat Perth beranjak dari duduknya, ia merasa menginjak sesuatu. Ia melihat sebuah ID CARD lalu Perth mengambil dan membaca nama yang ada di sana.
"SAINT SUPPAPONG". Ucap Perth, lalu ia melihat foto saint yang menempel di sana. Sudut bibirnya bergerak membentuk senyuman.
KAMU SEDANG MEMBACA
the curse of roses (END)
TerrorAku bukan orang gila, aku yakin mimpi yang selalu muncul, pasti memiliki arti. Ada sesuatu yang keluarga ku sembunyikan, dan apapun itu aku harus mencari tahu jika mawar merah simbol besarnya rasa cinta, lalu bagaimana dengan mawar hitam..??
