Di malam yang sunyi ini dan juga ditemani gemercik air hujan yang turun membasahi bumi.
Seorang gadis sedang duduk sendirian di halte bus sudah 1 jam Ia berada disini.
Ia melirik jam dipergelangan tangannya sekarang sudah menunjukkan pukul sepuluh malam namun belum ada tanda - tanda adanya bus yang lewat.
Ia menghela nafasnya tubuhnya terasa sangat lelah Ia ingin segera pulang dan mengistirahatkan tubuhnya.
"Tunggu lima menit lagi deh semoga ada bus yang lewat" ujarnya dan berharap agar ada bus yang lewat.
Sebuah cahaya lampu yang menyilaukan matanya Dia menyipitkan matanya Ia berharap semoga ada harapan untuk pulang dengan cepat.
Seseorang berhenti tepat di depannya orang tersebut segera turun dari motornya dan menghampirinya.
"Aria lo belum pulang"tanyanya.
Aria lebih tepatnya Aria Della gadis yang sedari tadi duduk dihalte bus gadis baik nan lembut itu dengan setia duduk manis menunggu bus disana.
"Rafka"seru Aria.
Rafka Dwi Satya sahabat Aria sedari kecil ia yang paling tahu apa yang terjadi terhadap gadis yang berada dihadapannya ini.
"Kenapa masih disini"tanyanya.
"Aku lagi nunggu bus".
"Jam segini mana ada bus ayo gue antar lo pulang".
"Gausah Raf nanti ngerepotin kamu".
"Gak papa sekalian gue balik".
Aria menganggu dan mengikuti langkah Rafka yang menuju ke motornya.
"Pakek jaket gue sekarang masih hujan"
"Gak usah aku udah biasa hujan - hujan gini"
Rafka menghela nafas akhirnya ia memasukkan jaketnya kedalam tas percuma gadis didepannya ini akan tetap teguh pada pendiriannya walau ia memaksa.
Motor Rafka mulai melaju membelah kesunyi malam ini menuju kerumah Aria mengantarkan gadis itu pulang.
Setelah diantarkan oleh Rafka pulang Aria segera masuk kedalam rumah untuk membersihkan tubuhnya dan juga menghangatkan tubuhnya.
Saat memasuki rumah hanya ada keheningan melanda semua lampu yang ada disetiap ruangan sudah dalam keadaan sedikit redup semua orang penghuni rumah sepertinya sudah terlelap dalam alam mimpi mereka.
Padahal Ia berharap akan ada orang yang menyambutnya didepan pintu menanyakan bagaimana keadaannya atau hanya sekedar memberikan handuk dan teh hangat untuk menghangatkan tubuhnya.
Lagi - lagi ini hanya sekedar harapan dan angan yang tak kunjung terjadi Ia bergegas kekamarnya untuk membersihkan dan mengistirahatkan tubuhnya.
Pagi ini Aria sudah siap dengan seragam sekolahnya Ia merupakan siswi kelas sebelas di SMA MERDEKA sekolah yang sangat terkenal seantero Jakarta.
Aria saat ini bergegas turun kelantai satu suara candaan dan tawa terdengar diruang makan lagi - lagi pemandangan ini yang hampir setiap saat ia lihat mereka tertawa bersama sampai melupakan keberadaannya.
Ia segera bergegas berlalu dari sana terlalu lama memandang pemandangan tersebut rasanya sangat menyesakkan dada.
"Pagi neng Aria"sapa mang ucup.
"Pagi mang"sapanya ramah.
"Neng Aria mau kesekolah"tanya mang ucup.
"Iya mang takut telat".
KAMU SEDANG MEMBACA
ARIADELLA [On Going]
Novela JuvenilAda tapi tak terlihat Nyata tapi sekedar bayangan. Hidup dalam kata pura-pura. Pura - pura terlihat baik - baik saja. Pura - pura bahagia. Dikelilingi akan kalimat pura - pura. Dikelilingi oleh orang - orang yang pura - pura. Dan berteman baik denga...
![ARIADELLA [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/289919847-64-k33579.jpg)