"Kalian adalah seorang 𝗠𝗮𝘃𝗲𝗿𝗶𝗰𝗸."
"Satu-satunya pemain yang 𝘁𝗲𝗿𝘀𝗶𝘀𝗮 adalah pemenangnya."
"𝐓𝐇𝐄 𝐎𝐍𝐋𝐘 𝐑𝐔𝐋𝐄 𝐈𝐒 𝐓𝐎 𝐁𝐑𝐄𝐀𝐊 𝐓𝐇𝐄 𝐑𝐔𝐋𝐄𝐒"
Sebuah permainan di mana satu-satunya peraturan adalah tidak mengikuti aturan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Disini Hyunjae, disebuah lorong dengan cahaya yang temaram. Terdapat sebuah pistol di pahanya, entah dari mana dia mendapatkan benda itu, sudah pasti untuk melindungi dirinya sendiri.
"Apa yang harus aku lakukan saat ini?" gumamnya dan terus berjalan menyusuri lorong itu.
Tujuh menit dia habiskan untuk berjalan-jalan dengan ketidakjelasan. Tiba-tiba saja sebuah gulungan kertas jatuh dihadapannya. Seperti ada yang sengaja melemparkan benda itu ke Hyunjae.
Lantas, pemuda itu berjongkok untuk mengambil gulungan kertas. Memastikan bahwa tidak ada siapapun disana dan membuka kertas itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
'TAKE A BREATH'
Keningnya berkerut karena tidak paham dengan maksud dari tulisan yang ada di gulungan kertas itu. Dengan tinta merah. Syukurlah Hyunjae bukan tipikal orang yang percaya dengan takhayul yang mengatakan bahwa, jika menemukan kertas dengan tulisan tinta merah akan membawa petaka bagi seseorang yang mendapatkan tulisan itu.
"Apa maksud dari tulisan ini?" Dia bertanya pada dirinya sendiri. Ingin bertanya pada siapa lagi?
'Untuk tidak mempercayai siapapun.' ucapan dari Changmin semalam terlintas di benaknya. Changmin benar, mereka tidak bisa mempercayai siapapun didalam gedung besar ini.
"Sebaiknya aku simpan saja ini sebagai petunjuk." Melipat kembali kertas itu dan dia letakkan di dalam saku celana. Dan kembali berjalan untuk mencari sesuatu yang menarik untuk dia lihat.
'Tak ada gunanya kau menyimpan itu jika kau tidak mengerti apapun.' Orang yang sama kini bergumam, dia tengah bersantai di atap. Tak akan ada satu pun orang yang tau dia ada di sana.
Netra hitam Hyunjae kembali melihat seseorang yang tengah duduk dengan tenang di bangku. Entah apa yang tengah orang itu lakukan disana, tatapannya begitu kosong. Namun, dari cara dia duduk, seperti tengah memikirkan sesuatu.
"Hey, Bung. Jangan terlalu tenggelam pada pikiran mu itu. Jika kau kerasukan, maka aku tidak akan sudi untuk menyadarkan mu." Hyunjae menepuk pelan pundak Juyeon.