"Kalian adalah seorang 𝗠𝗮𝘃𝗲𝗿𝗶𝗰𝗸."
"Satu-satunya pemain yang 𝘁𝗲𝗿𝘀𝗶𝘀𝗮 adalah pemenangnya."
"𝐓𝐇𝐄 𝐎𝐍𝐋𝐘 𝐑𝐔𝐋𝐄 𝐈𝐒 𝐓𝐎 𝐁𝐑𝐄𝐀𝐊 𝐓𝐇𝐄 𝐑𝐔𝐋𝐄𝐒"
Sebuah permainan di mana satu-satunya peraturan adalah tidak mengikuti aturan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
One month later.
"Selamat datang di Maverick Game, dimana kalian adalah seorang Maverick disini,"
"Aku adalah orang yang akan memandu kalian selama game ini berlangsung,"
"Ada beberapa peraturan yang harus kalian patuhi selama berada disini, salah satunya adalah dengan melanggar aturan. Selamat bersenang-senang."
Kesebelas pemuda yang mendengar arahan dari moderator itu mengernyitkan alis mereka.
"Tunggu, apa katanya?" tanya pemuda yang lebih pendek dari mereka semua.
"Kau sudah mendengar dengan jelas." Pemuda yang lain menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan datar.
"Lalu? Bagaimana cara kita untuk mematuhi peraturan jika harus dilanggar?!" Salah satu dari mereka bertanya dengan nada tinggi. Hanya dijawab sebuah gendikan bahu acuh.
Mata mereka tidak tertutup, hanya saja, saat berangkat menuju pulau itu, mereka diberikan gas tidur, agar tidak tau kemana mereka akan dibawa pergi.
"Silahkan jalan menuju pintu yang terbuka itu dan ikuti setiap tanda panah. Setelah itu, kalian tunggu arahan selanjutnya."
Mereka hanya menurut dan pergi ke arah yang sudah di perintahkan oleh moderator itu. Ingin menjadi anak baik diawal permainan ini. Yah, semoga saja.
Apa yang mereka lakukan itu persis seperti yang dilakukan pemain sebelumnya. Hanya saja, setiap ruangan disana sudah bersih dan sudah tidak bau busuk yang disebabkan oleh tubuh manusia yang sudah dimakan oleh ulat-ulat.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ini data para pemain itu," Younghoon menyerahkan sebuah buku pada Eric yang tengah memperhatikan para pemain itu.
Sedangkan Joel, pemuda itu tengah mengotak-atik beragam kabel-kabel yang akan membantu robot-robot itu kembali menyala. Sungguh, dia tidak merasa berduka atas kematian adik kembar nya. Karena, sejak kecil hubungan mereka berdua tidak baik. Meskipun mereka kembar, tidak membuat mereka untuk saling menyayangi satu sama lain. Malahan, mereka lebih sering menyakiti satu sama lain.