"Kalian adalah seorang 𝗠𝗮𝘃𝗲𝗿𝗶𝗰𝗸."
"Satu-satunya pemain yang 𝘁𝗲𝗿𝘀𝗶𝘀𝗮 adalah pemenangnya."
"𝐓𝐇𝐄 𝐎𝐍𝐋𝐘 𝐑𝐔𝐋𝐄 𝐈𝐒 𝐓𝐎 𝐁𝐑𝐄𝐀𝐊 𝐓𝐇𝐄 𝐑𝐔𝐋𝐄𝐒"
Sebuah permainan di mana satu-satunya peraturan adalah tidak mengikuti aturan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
BOOM!
Suara ledakan terdengar begitu jelas di telinga Hyunjae, Juyeon, Jacob dan Sangyeon. Jangan lupa, hanya tersisa mereka berempat di gedung besar itu- ah tidak, ada tiga orang lainnya.
Dengan langkah yang cepat, Sangyeon bersama pemuda yang lebih muda darinya langsung berlari menuju sumber suara. Sedangkan dua pemuda yang lain entah pergi kemana.
Sebelum pergi dari ruangannya, pemuda itu sudah mengecek terlebih dahulu apa yang membuat sebagian gedung itu hampir hancur. Ternyata itu perbuatan Jacob, jangan lupakan satu hal bahwa pekerjaan nya adalah membuat senjata api. Granat sekalipun bisa dia rancang dengan kedua tangannya.
Saat tiba ditempat, Sangyeon dan pemuda yang ada disebelahnya terkejut saat mendapatkan sosok familiar yang tengah meringis kesakitan di bagian kaki. Lantas, mereka berdua menghampiri pemuda itu.
"Bagaimana kau bisa ada disini?!"
"Aku hanya ingin mengikuti pemain tiga kosong itu, dia hampir menemukan ruangan mu. Dan kau yang membuat peraturan sendiri, siapapun tidak kau perbolehkan untuk memasuki ruangan itu." gumamnya, tidak mungkin jika dia berbicara terlalu keras, terlalu berbahaya.
"Kau bawa dia ke tempat lain!" Perintah pemuda itu langsung dituruti oleh Sangyeon.
Tak tau akan dia bawa kemana, yang pasti Sangyeon akan membawanya ketempat dimana tersimpan sebuah kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan disana.
"Ada apa?!" Pemuda yang lain menghampirinya dengan raut wajah cemas.
"Kaki nya hanya terluka."
Sepeninggalan Sangyeon, dua pemuda yang masih berdiri ditempatnya itu berjalan pelan untuk melihat-lihat keadaan ruang yang sudah 40% hangus karena ledakan. Iya, hanya 40%, karena gedung itu terlalu kokoh, bahkan bencana alam sekalipun tak bisa merubuhkan gedung itu. Kecuali bom yang sebanding dengan atom.
Krek! Kepalanya sedikit menoleh kala mendengar suara shot gun yang siap untuk di tembak ke siapapun.
"Akhirnya aku menemukanmu, berbalik, atau kau akan mati!" Jacob mengambil posisi waspada, shot gun sudah sangat siap untuk dia tembakan ke dua pemuda yang ada dihadapannya itu.
"Aku bilang, berbalik!"
Lantas, mereka berbalik dan sukses membuat Jacob terkejut setengah mati. Bagaimana mungkin?!
"Kau... Bagaimana bisa?!" Merasa heran akan sosok yang ada dihadapannya, pemuda itu menyunggingkan senyuman jahatnya.
"Kau? Siapa kau?!"
"Akkhh!! Aku tidak peduli, aku akan membunuhmu!"
Jacob menembak seluruh tubuh pemuda yang masih menampilkan senyuman jahatnya. Nomor seri kosong satu tiba-tiba menghilang dari sana, hingga tembakan itu terkena orang yang berada di sebelahnya.