Kanaya mengerjapkan mata nya beberapa kali. Hidungnya menghirup nyengat bau obat-obatan serta suara pria yang telah berbincang.Kanaya melihat sosok Samuel tengah berbicara memalui sambungan telephone nya.
"Pra?"
Samuel segera mematikan sambungan itu, dan berjalan menghampiri Kanaya.
"Kepala aku pusing banget,"
"Makanya kalo jadi perempuan gak usah ganjen!. Pantesan tadi gue tunggu di rumah pohon lo gak ada, ternyata lagi beralih provesi jadi pacar adek gue?"
"Nggak gitu Pra, tadi itu aku-"
"Udah lah stop Nay! lo tuh emang gak pernah berubah dari dulu!."
"Lo selalu nutupin sifat buruk lo dengan wajah lo yang polos sama lugu itu Nay!"
Kanaya terhentak kaget mendengar intonasi bicara Samuel yang naik.
"Maksud kamu Pra? Dari dulu setiap kita berantem, kamu selalu ngomong kaya gitu! padahal aku sama sekali nggak ngerti apa salah aku Pra?!" Gadis manis itu kini telah menitik-kan air mata nya.
"Jangan pernah panggil gue Pra!"
"Pra yang dulu udah mati. Yang sekarang ada di depan lo itu Samuel!" Samuel pergi meninggal kan Kanaya yang masih lemas di atas brankar rumah sakit.
Kanaya kembali mengingat-ingat apa kesalahan yang ia lakukan di masa lalu, sehingga Pra nya yang lembut telah hilang?.
Tak lama setelah Samuel pergi, pintu tumah sakit terbuka dengan suara cekatan.
Kanaya menoleh dan segera menghapus air mata nya begitu melihat sosok Bima datang dengan beberapa tentengan di kedua tangan nya.
"Hai Nay?"
"Udah makan? atau mau makan bareng gue mungkin?" Bima segera meletak-kan barang nya. Dan menyiapkan makanan yang tadi ia beli di kantin rumah sakit.
"Boleh bim,"
"sebentar Nay-"
"LO ABIS NANGIS NAY?!"
"Nggak kok"
"Udah gue bilang putusin Samuel Nay!"
"Aku gak bisa Bim,"
"Lo kenapa mangkreng banget sih jadi cewek?!"
"PUTUSIN SAMUEL JADIAN SAMA GUE!"
"B-Bim?"
***
Suasana kantin SMA BUMI kini telah terisi penuh seperti lautan manusia. Tangan mungil Kanaya sedari tadi tidak terlepas dari genggaman Keysha. Anak pindahan dari Bandung.
Kanaya melepas lembut genggaman tangan nya. Ia akan pergi untuk membeli susu full cream serta kopi instan kemasan untuk Samuel.
"Key, aku ke sana dulu ya?"
"Yahh... gue kan belom tau daerah sini?"
"Kamu tunggu di bangku pojok kanan aja ya!"
"Okey dehh.. tapi jangan lama-lama ya?!" Keysha menunjuk-nunjuk wajah Kanaya dengan raut wajah lucu nya.
Keysha berjalan menuju bangku yang di tunjuk Kanaya tadi. Baru ingin duduk, dirinya langsung di cegat oleh sosok pria jangkung dengan jaket kulit hitam nya yang selalu ia bawa.
"Ada apa ya kak?"
"Cantik." ujar pria itu sambil mencolek dagu Keysha.
Keysha langsung tersipu begitu mendengar ucapan pujian yang Samuel keluarkan.
"Siapa nama lo?"
"Keysha Adrianna"
"Kenalin gue Samuel kelas XII IPS 2"
"Keysha.. aku beliin kamu rot-" ucapan Kanaya terpotong begitu melihat pemandangan yang tidak mengenakkan.
"Wahh makasih banget Nay!"
"Oh iyaa! kenalin ini kak Samuel"
Kanaya hanya menampilkan senyum tipis nya sembari mengangguk-angguk.
"Pulang sekolah nanti bareng aku ya Keysha cantik." Samuel mengedipkan matanya sembari tangan besar nya itu mengusap lembut pucuk kepala Keysha.
Samuel pergi meninggalkan tempat itu tanpa melirik Kanaya se detik pun.
"Anjirt demi apa woyy itu cowo ganteng banget aslii!!" heboh Keysha saat Samuel telah pergi menuju bangku pojok kiri.
"Dia udah ada cewe belum ya? kalo belum mau gue gebet, kalo ada juga ya gue gebet lah!!"
"Aku pacarnya Key.."
"E-eh Key, aku lupa ada urusan. Kamu aku tinggal disini mau?"
"Lo mah ninggalin gue mulu. Kaya cowo Bandung tau gak?!"
***
Kanaya menghampiri meja Samuel dengan perasaan yang bercampur aduk.
Dapat ia lihat, Zeyra telah membanting garpu nya.
"Aduhh ngapain sih kesini? ngerusak mood gue aja tau gak?!"
"Maaf Ze, tapi aku ada urusan sebentar sama Samuel"
Samuel memutar bola mata malas. Jari-jari nya yang telah terisi cincin hitam tergerak mengusap kasar rambutnya.
"What you're business?"
"Diluar aja bisa El?"
"JADI CEWE KOK RIBET BANGET?!"
"Maaf Zayn.."
"Gue gak ada waktu." ucap Samuel dingin.
Kanaya menghembuskan nafas kecewa. Dirinya baru ingin berjalan, tetapi sebuah kaki malah menghalang jalan nya. Minuman soda milik Zayn tumpah tepat di makanan miliknya.
"W-what?"
"A-aduh Zayn aku minta maaf, tadi aku di-"
"Lo bener-bener nyari ribut ya?!"
"Nggak gitu Zayn" Kanaya telah terdiam kaku dengan wajah yang pucat. Zayn tampak menyeramkan ketika marah.
Dengan segera Zayn menarik kasar rambut Kanaya. Meletakkan wajahnya menjadi pel-lan meja yang telah kotor.
Kanaya terus meracau meminta tolong. Tetapi bukan nya berhenti, Zayn malah menjadi-jadi.
"Zayn sakit.."
Zayn tetap tak memperdulikan itu, bahkan seisi kantin pun hanya diam melihat kesengsaraan yang di alami Kanaya.
PLAK!
Satu tamparan dari Zeyra terasa panas di pipi kanan Kanaya.
"Awss.."
"Ini buat lo yang udah ngerusakin mood pagi gue"
BUG!
Badan kanaya terpental cukup jauh. Akibat tendangan yang Zayn berikan secara tiba-tiba.
Samuel masih tetap diam melihat kejadian itu. Sembari asik menikmati minuman bersoda nya.
"BRENGSEK LO SEMUA!!"
"APA SALAH NYA KANAYA SAMPE LO SIKSA KAYA GINI?!"
Bima berjalan menghampiri Kanaya yang telah lemas, dengan sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.
"Gue akan jagain lo seumur hidup gue Nay,"
