Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mohon maaf bila ada typo yang meresahkan...
Happy reading
Saint POV..
Apa yang pertamakali terbesit dalam pikiranku ketika melihat potonya Ya cantik...
Aku selalu jatuh cinta padanya Rasanya ciuman pertamaku dengannya begitu manis
Aku sudah terlalu jatuh kedalam jurang yang ia persiapkan Aku bahkan rela memaafkan kesalahannya yang bahkan tidak bisa di benarkan atas hal apapun
Tapi jika dia di beri kesempatan untuk mencintaiku lagi aku berani berkata kenapa tidak?
Ya kenapa tidak? Bukankah hati ini masih sangat mencintainya Hari selalu berganti menjadi minggu Bulan dan tahun tapi bukankah sebuah perasaan itu tidak berkarat?
Meskipun seringkali hancur tapi serpihannya masih ku usahakan utuh Karena jika dia ingin kembali aku siap menyusunya lagi
Bodoh? ya i know it's stupid
Tapi bagaimanapun seseorang tidak bisa menghakimi perasaan orang itu bukan? Aku bodoh karena aku masih berharap dia kembali..
Lalu.. Tiba tiba dalam satu pagi dia mengusik hariku Dia mulai muncul di sekitaran ku
Aku menganggapnya apa? Ya hanya sebuah terpaan angin yang menyapu rambutku
Tapi meski begitu hari demi hari perasaanku mulai tumbuh padanya Aku mulai menerima kehadirannya di sekitarku
Aku mulai menerima tingkah konyolnya Cerewetnya dan sifat keras kepalanya Namun lagi lagi tuhan masih mengujiku...
"Gia apa kau mengenal pria ini?" Aku menunjukan selembar poto padanya
"Ya phi bukankah dia tuan Tanapon? Dia salah satu pengusaha ternama di bangkok"
"Gia apa kau merasa aneh padanya?"
"Maksud phi saint?"
Coba kemari dan lihat ini
Aku memberikan selembar demi lembar poto yang sudah aku cetak
"Phii inii???..."
"Ya gia pria ini selalu ada di ajang pemotretan orn bahkan di lokasi syuting nya"
"Apakah dia salah satu investor phi?"
"Apa harus sesering itu?"
Gia nampaknya sama denganku Mungkin dia juga memikirkan hal yang sama denganku
"Ah phi saya baru ingat bukankah tuan tanapon memang aktif di kegiatan seperti itu,apalagi dia memantau setiap artis junior yang cepat naik daun seperti nona orn"
"Eumhh mungkin kau benar gia "
Lalu saat aku mengunjungi rumah perth untuk menjemput aran Aku melihat tuan Tanapon itu pulang dalam keadaan mabuk