(ON GOING)
Aira dia anak yang di tuntut sempurna dengan keadaan keluarga yang tidak harmonis, Di saat dia ingin menyerah seseorang datang di kehidupannya dan membuat rasa menyerah seorang Aira kian berkurang
Hai semua apakabar? aku harap kalian akan selalu baik-baik saja
Sebelum baca jangan lupa buat follow vote
○ ○ ○
Happy Reading guys Semoga kalian puas dengan ceritanya
••• { CHAPTHER ONE }
Jam 06.00 Aira sedang tertidur pulas di kamar nya, dia terbangun karena teriakan sang bunda yang sedari tadi membangunkan dia dan Aira pun bangun dari tempat tidurnya langsung menuju kamar mandi,10 menit berlalu akhirnya ia pun keluar dari kamar mandi dengan keadaan sudah rapih mengenakan seragam putih abu-abu. Aira mengambil tas dan ponsel nya lalu iya bergegas keluar kamar dan menuju ruang makan, Aira yang menuruni anak tangga dengan langkah cepat tiba-tiba menjadi pelan karena ditegur oleh sang bunda.
"Aira kamu tidak bisa pelan-pelan ya nanti kalau kamu jatuh gimana!," ucap sang bunda dengan nada sedikit meninggi
"Hhehehehehe,iya bunda maaf soalnya aku lagi seneng banget karna hari ini aku jadi anak SMA," balas Aira yang berjalan sambil senyum mendekati sang bunda
"Oh iya anak bunda udah besar ya sekarang tidak terasa sudah SMA saja kamu nak," bicara sang bunda pada Aira sambil mengelus puncak pala Aira lalu mencium kening sang anak
Aira yang merasakan perilaku hangat sang bunda, langsung tersenyum dan memeluk sang bunda "Aku sayang bunda,oh iya bun aku berangkat bareng manda ya jadi bunda tidak usah antar maupun jemput aku nanti" ngadu aira pada sang bunda
Sang bunda yang tersentak kaget karna pelukan anaknya secara tiba-tiba langsung membalas pelukkannya "bunda juga sayang Aira,ya sudah kalau itu mau kamu tapi inget jangan pulang terlalu sore ya" peringat sang bunda pada Aira
"Iya bunda aku engga pulang sore," jawab aira dan si susul acungan jempol sang bunda
Sesaat terjadi keheningan tapi terpecahkan oleh ponsel Aira yang berbunyi dan Aira pun langsung mengecek ponsel terlihat jelas Manda menelepon Aira dengan cepat Aira mengangkat
"Lu mana sih ra gw udh di depan ni," omel Manda di sebrang sana