꒰ completed - james potter x oc ꒱
꒰ written in bahasa indonesia ꒱
mis·chie·vous/ˈmisCHivəs/
causing or showing a fondness
for causing trouble in a playful way.
ia mengenali lelaki itu. lelaki yang
menurutnya sangat nakal dan tidak
suka m...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
────────────✦────────────
Author
"Black! Berhenti sekarang juga! Dan dimana Potter? Demi Godric, kalian benar-benar membuat asrama Gryffindor terlihat seperti kumpulan berandalan!!" McGonagall berteriak memanggil, ikut berlari kencang untuk mengejar dua orang yang berlari di depannya sambil tertawa puas.
"Black yang mana, Minnie?" Sirius bertanya, kini memutar badannya untuk menghadap ke arah profesornya itu. "Kalian berdua! Astaga..." McGonagall memijat pelipisnya, beliau berhenti sebentar untuk mengatur nafasnya.
"Sepuluh poin dari Gryffindor! Seratus! Dua ratus!" McGonagall kembali berteriak, Sirius dan Auriga tambah tertawa lepas.
"Sirius, kau melakukan apa lagi sekarang?" Remus bertanya, berlari menyusul sahabatnya yang sekarang sedang dikejar oleh guru Transfigurasinya itu. "Snivellus." jawab Auriga tertawa lepas.
"Yeah, mantra apa? Atau melakukan apa?" Remus kembali bertanya, Sirius menganggukkan kepalanya ke arah Auriga. "Aku membuat Snape supaya bisa menutup mulutnya, ia tidak bisa diam mengejekku karena pernah melihat sosok Animagusku itu,"
"Itu Sihir Gelap, Aurie..." katanya pasrah. "Yeah, aku sangat jengkel padanya tadi. Dan aku pernah diajarkan mantra itu oleh Bellatrix, maaf, Moons." balas Auriga mengerutkan kening tidak suka.
"Ah! Aku tidak ikut, tidak seru deh jadinya.." Peter menggerutu kesal, kemudian ikut berlari mengikuti Sirius dan Auriga.
"Hei, serius.. Dimana James? Kenapa tidak ikut kita? Ia kemana saja sih setelah keluar dari kelas?" Auriga bertanya, mengernyit bingung.
"Hei, Padfoot!" James berteriak dari belakang, kemudian langsung merangkul Sirius dari belakang. "Oi, Prongs! Kau darimana saja?" Sirius bertanya, James menoleh ke belakang.
"Yeah.. maaf, tadi aku masih mengobrol bersama Lily," jawab James terkikik pelan.
"Sudah dekat dengan Evans, eh? Selamat, James," kata Sirius menyeringai lebar. "Lily sebenarnya orangnya sangat lucu, dia memiliki selera humor yang lumayan." balas James.
Auriga menaikkan kedua alisnya. "Kau sudah pernah mengatakan itu, James. Sangat sering," James kemudian menoleh ke arahnya, terlihat seperti berpikir.
"Benarkah? Ah, aku rasanya seperti tergila-gila padanya..."
Auriga masih menatap ke arah James, tetapi dengan tatapan yang aneh, seperti mengintimidasinya. "Hei, kita mau melakukan apa setelah ini?" Peter membuka suara, Sirius menaikkan kedua alisnya. "Tidak tahu, sekarang kita harus kabur. Minnie kembali mengejar!"