꒰ completed - james potter x oc ꒱
꒰ written in bahasa indonesia ꒱
mis·chie·vous/ˈmisCHivəs/
causing or showing a fondness
for causing trouble in a playful way.
ia mengenali lelaki itu. lelaki yang
menurutnya sangat nakal dan tidak
suka m...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
────────────✦────────────
Author
Kembali lagi ke Hogwarts, semester kedua tahun keenam Auriga cukup buruk. Dia sudah muak melihat James dan Lily berjalan berdua, apalagi mendengar James yang membicarakan Lily nonstop.
Selain itu, James juga mengurangi kelakuannya yang suka sekali menjahili murid-murid lainnya. Sirius mengomel, tidak terima sahabatnya itu tiba-tiba berhenti menjahili Snape dan para murid lainnya.
Sementara Auriga hanya bisa diam dan sedang tidak mood untuk mengomel. Tetapi dia masih saja terkadang menjahili Snape, seperti menyenggolnya cukup kasar dan juga membuat kaki lelaki dengan rambut bagaikan diolesi minyak itu tersandung.
Selain itu, Regulus mengirimkan surat kepada Auriga kalau dia menjadi Pelahap Maut. Auriga yang membaca surat adik laki-lakinya itu pun hanya bisa menghela nafas pasrah dan memijat pelipisnya.
"Regulus menjadi Pelahap Maut," katanya pelan kepada Sirius. "Kubilang juga apa! Regulus memang sudah menjadi salah satu dari mereka!" pekik Sirius marah, membanting pintu. Auriga terlonjak kaget melihat aksi kakak laki-lakinya itu.
Tetapi menurut Auriga, Regulus bukan anak yang seperti itu. Dia mengingat perkataan Pandora, dan sudah pasti perempuan Wesia itu tidak akan berbohong kalau Regulus adalah anak yang baik. Perempuan sepolos dan selembut dia bagaimana bisa berbohong?
***
Beberapa bulan telah berlalu. Auriga sekarang telah berada di tahun ketujuhnya, begitu juga dengan Sirius, James, Remus, dan Peter. James kaget saat dia menerima surat dari Hogwarts kalau dia yang menjadi Ketua Murid Gryffindor tahun ini bersama Lily.
"Serius? James jadi ketua murid?" Sirius membuka mulutnya lebar. "Bersama Evans pula," sambung Remus menopang dagu. James hanya mengangguk-anggukkan kepalanya semangat. Peter menguap, lalu menenggelamkan wajahnya di atas buku.
"Yah.. Tahun kemarin James terlihat cukup pintar dan mengurangi kelakuan nakalnya, sih." Sirius kembali mendengus. "Aku tidak percaya, bukankah seharusnya aku yang mendapatkan peranmu itu, James?" tambah Remus yang lalu menerima pukulan cukup kencang di kepalanya dari James.
"Adaw!" Remus langsung meraba kepalanya, berharap tidak benjol atau apapun. "James, itu sangatlah tidak baik. Lily akan menangis dan marah kalau melihatmu seperti ini." kata Sirius pelan, James pun langsung terdiam.
"Uh.. Kalian tidak belajar untuk N.E.W.T.s?" Remus bertanya, Sirius menggelengkan kepalanya. "Aku saja tidak tahu mau bekerja di Kementrian. Kau mau, Moons?" dia bertanya balik kepada lelaki dengan bekas luka goresan di wajahnya itu.