꒰ completed - james potter x oc ꒱
꒰ written in bahasa indonesia ꒱
mis·chie·vous/ˈmisCHivəs/
causing or showing a fondness
for causing trouble in a playful way.
ia mengenali lelaki itu. lelaki yang
menurutnya sangat nakal dan tidak
suka m...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
────────────✦────────────
Author
Sinar matahari yang masuk melalui jendela kamar tidak begitu terang. Memasuki bulan Agustus, cuaca mulai menjadi sedikit dingin dan terkadang bisa mendung juga. Auriga masih di atas kasur, matanya berkedip beberapa kali.
Pintu kamar diketuk lalu terbuka secara perlahan. Auriga pun mulai beranjak berdiri dan berbalik. "Hei, selamat pagi, Aurie." salam Remus, Auriga tersenyum tipis. "Pagi, Remus." balasnya, lalu meregangkan tubuh.
"Aku telah membuat cokelat panas, kau mau?" lelaki itu bertanya, Auriga mengangguk kecil dan berjalan menuju pintu kamar secara perlahan. "Kau yang membuat? Cokelat panas.. itu yang biasa diminum Muggle?" dia bertanya balik saat mulai melangkah keluar dari kamarnya.
"Yeah, ternyata Mum memiliki resepnya di lemari dapur, lalu aku tadi ke supermarket sebentar untuk membeli bahan-bahannya." jawab Remus, menjelaskan. Auriga mengangguk-anggukkan kepalanya dan menatap ke arah Remus sedikit terkesiap.
Auriga pun mendudukkan diri di atas tempat duduknya, mulai meraih gelas yang berisikan air berwarna cokelat dan wanginya memang seperti cokelat batang yang biasa dimakan oleh Remus itu.
Perempuan itu menaikkan alisnya sebelah. "Kau yakin ini enak?" tanyanya, memastikan. Remus terkekeh pelan. "Kau mau mengejek kemampuanku?" dia bertanya balik, Auriga menggeleng.
"Tentu saja tidak. Maksudku, apakah tidak menjijikkan? Cokelat batang dicairkan.." balasnya, menunjuk ke arah air yang berwarna cokelat itu sambil mengernyit.
"Rasanya seperti cokelat biasa. Cobalah, itu enak," kata Remus, tersenyum.
Auriga pun mengangkat gelas dan meneguk cokelat panas itu secara perlahan. "Oh yeah, kau benar. Ini memang enak." katanya, tersenyum cukup lebar. Remus tertawa kecil. "Sudah kuduga kau akan menyukainya," ucapnya.
Lalu ada suara pintu dibuka, yang ternyata adalah Sirius yang baru saja bangun, menggaruk kepalanya dengan mata yang belum sepenuhnya membuka. "Pagi," katanya sambil menguap.
"Sirius, rambutmu super berantakan," komentar Remus, berhasil membuat Sirius membuka matanya penuh dan langsung membulatkan kedua matanya itu sempurna. "Jangan mengejek rambut indahku ini, Moony." katanya, sambil menyibakkan rambut hitam panjang sebahunya itu.
Remus memutar bola matanya malas lalu menggaruk bagian belakang lehernya. "Oh ya, James berkata kalau apakah kita bisa datang berkunjung hari ini. Kita bisa bermain bersama Harry juga." Sirius bercerita, senyumannya semakin lebar.