39. their child

1K 148 28
                                        

──────────── ✦ ────────────

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

──────────── ────────────

Author

Matahari telah bersinar terang, Auriga mulai membuka matanya dan mendapati dirinya berada di dalam kamar yang memiliki warna langit-langit yang berbeda dari sebelumnya. Dia pun langsung mengangkat tubuhnya, membulatkan kedua matanya sempurna.

"Ah, aku ada di rumah Remus, aku lupa.." katanya pelan pada diri sendiri, menepuk jidat pasrah lalu mulai beranjak berdiri dan berjalan menuju kamar mandi, segera membersihkan tubuhnya dan menggosok gigi.

Setelah menyelesaikan urusannya di kamar mandi, Auriga pun langsung mengganti pakaiannya. Karena udara hari ini cukup panas, Auriga menyimpan jaketnya kembali ke dalam lemari dan memakai baju lengan pendek.

"Baju Muggle itu sangat cocok untukmu," kata Remus setelag melihat Auriga yang saat ini membuka pintu kamarnya dan berjalan menuju ruang makan sambil mengikat rambutnya ke belakang seperti bentuk ekor kuda.

"Trims, Remus." balas Auriga tersenyum simpul lalu mendudukkan diri di salah satu kursi yang telah disediakan.

"Apakah setiap hari kau begini?" kini Sirius membuka suara setelah melahap roti sandwich buatan Remus tadi pagi. "Well, aku sudah biasa. Tapi saat aku kecil, aku tinggal di tempat seperti panti-asuhan. Mum's dead, and my dad.. I don't know," jawab Remus, suaranya makin mengecil.

"Ah, sori, aku tidak bermaksud.." Sirius berkata cepat-cepat tetapi Remus langsung menahannya, "Tidak apa-apa, Sirius. Aku tidak sedang berduka," katanya dengan raut wajah yang datar.

"Ayahmu.. Lyall Lupin?" Auriga bertanya, Remus mengangguk kecil lalu mengernyit. "Bagaimana kau tahu? Aku tidak pernah membicarakan tentang dia." dia bertanya balik, Auriga hanya menunjuk ke arah pintu kamarnya.

"Di dalam kamar yang kutiduri itu, aku melihat nama Lyall Lupin di sebuah buku yang tertulis nama Hope Lupin d sampulnya. They're your parents, right?" jawab Auriga, menatap lirih ke arah Remus yang saat ini lagi-lagi mengangguk kecil.

"Yeah, Mum dan Dad. Lyall dan Hope," kata Remus lalu lanjut melahap makanannya.

"Setidaknya mereka normal bukan? Tidak seperti orangtuaku dan Aurie," kini Sirius memutar bola matanya malas, Auriga hanya terkekeh pelan dan mengangguk setuju.

"Yeah, well, lebih baik jangan membahas ini." final Remus. Auriga dan Sirius pun menganggukkan kepala dan kembali sibuk dengan makanan mereka masing-masing.

"Oh yeah, Aurie, apakah masih tidak ada surat balasan dari Regulus? Kau sepertinya sudah berhenti menulis surat," Sirius membuka suara, sempat membuat Auriga menghentikan kegiatannya sebentar lalu menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya panjang.

MISCHIEVOUS, james potter ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang