24. the loud confession

1K 150 163
                                        

──────────── ✦ ────────────

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

──────────── ────────────

Author

"Nah. Jadi, Aurie kenapa, James? Dan kenapa kau menanyakan hal ini?" Sirius bertanya, menyilangkan kedua tangannya di depan dada. "Apakah kau merasa kalau Aurie selalu menghindar saat aku membicarakan Lily?" James bertanya balik, Sirius hanya menaikkan kedua bahunya, pura-pura tidak tahu.

"Jangan berbohong, Padfoot." tegas James yang membuat Sirius menghela nafasnya berat. "Baiklah, baiklah, Prongs. Tetapi bagaimana menurutmu?" Sirius bertanya sekali lagi, menaikkan alisnya sebelah.

James hanya mengerutkan kening, memasang pose berpikir. "Apakah dia dan Lily pernah bertengkar?" dia bersuara, Sirius menggigit bibir bawahnya. "Setahuku tidak." jawabnya cuek.

James mendecih pelan. "Kau sebenarnya tahu atau tidak, sih?" tanyanya, memukul lengan Sirius pelan.

Sirius lagi-lagi menaikkan kedua bahunya, berpura-pura tidak tahu. "Baiklah kalau begitu. Aku akan bertanya sendiri kepadanya." celetuk James yang membuat Sirius langsung menahannya. "Kau serius mau menanyakan hal itu langsung?" dia bertanya, James mengangguk yakin.

"Kau tolol, James. Caramu itu sangat blak-blakan sekali.." komentar Sirius, James hanya mengangguk pelan. "Yeah lalu bagaimana? Aku berhak tahu, Aurie adalah sahabatku dan Lily adalah ke—" kalimat James terpotong oleh pintu yang tiba-tiba saja terbuka.

James berbalik dan mendapati Auriga yang saat ini berdiri di ambang pintu dengan ekspresi datar. "Aku hanya ingin bilang kalau ada kiriman surat lagi. Sepertinya dari Evans kekasihmu itu," katanya, mendengus pelan.

James menaikkan alisnya sebelah. "Benarkah?" Auriga mengangguk, kemudian menatap ke arah James dan kakak laki-lakinya secara bergantian.

"Apakah kalian sedang sibuk? Maaf mengganggu," pamitnya kemudian menutup pintu kamar secara perlahan.

Setelah Auriga menutup pintu kamar, James berbalik menghadap ke arah Sirius kembali. "Apa aku butuh memancingnya? Lalu aku langsung menanyakannya." usulnya, Sirius mengerutkan kening bingung.

"Yang penting jangan terlalu terus terang James.. Sudah kuperingatkan dulu," balas Sirius, James hanya menaikkan kedua alisnya. "Sirius, aku ini orang yang pintar, aku bisa mengaturnya kok." sahutnya yang membuat Sirius tambah ragu.

"Nanti saat makan siang, mungkin aku akan membicarakan tentang Lily.." James memulai lagi, Sirius hanya mengangguk-anggukkan kepalanya kecil, ".. Lalu, nanti pasti Aurie akan bereaksi dan di saat itu aku bertanya."

MISCHIEVOUS, james potter ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang