꒰ completed - james potter x oc ꒱
꒰ written in bahasa indonesia ꒱
mis·chie·vous/ˈmisCHivəs/
causing or showing a fondness
for causing trouble in a playful way.
ia mengenali lelaki itu. lelaki yang
menurutnya sangat nakal dan tidak
suka m...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
────────────✦────────────
Author
March 30, 1981
"Regulus, lihat siapa yang datang menemuimu," kata Auriga dengan pelan dan tersenyum kecil sembari membungkukkan badan, berbicara kepada batu nisan yang bertuliskan nama 'Regulus Black'.
"Hei, Reg," Andromeda tersenyum kecil, tangannya terjulur untuk mengusap batu nisan itu lembut. "It's me, your favorite cousin, Andromeda." lanjutnya, suaranya mulai serak.
Auriga mengelus pundak sepupunya yang lebih tua darinya itu pelan. "Andy," bisiknya, Andromeda pun menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya panjang.
"Maaf, aku tidak sempat membawamu jalan-jalan ke London.." kata Andromeda yang sekarang sudah mulai menangis dan terbatuk kecil di akhir kalimatnya.
"Ssh.." Auriga menenangkannya, Andromeda pun langsung mengusap air matanya yang sudah jatuh membasahi wajahnya yang cantik itu.
"Aku juga tidak sempat membuatkanmu masakanku ini.. masakan yang sampai sekarang masih kupelajari.." Andromeda tetap melanjutkan, walaupun masih terisak dan tangisnya tambah keras.
"Andromeda, love." kini Ted Tonks pun ikut menjulurkan kedua tangannya, memeluk istrinya itu dari belakang.
"Mum," seorang anak perempuan bersuara, anak itu adalah Nymphadora Tonks, anak dari Andromeda dan Ted.
"Regulus.." final Andromeda, kini memeluk batu nisan yang bertuliskan nama 'Regulus Black' itu erat. "Maaf, aku baru bisa datang ke pemakamanmu saat ini.. aku memang payah.."
"No, aku yang payah, Andy. Aku lupa mengirimkan surat kepadamu kalau Regulus sudah tiada.." balas Auriga, menepuk jidat dan mulai mengutuki dirinya sendiri.
"Aku juga payah, tidak mengirimkan surat ke rumahmu, Aurie," sahut Andromeda lesu.
"Aku tidak menyangka ini bisa terjadi.. sekali lagi, aku turut berduka cita, Auriga." kata Ted sembari melepaskan pelukannya pada Andromeda secara perlahan.
"Yeah, it's okay. Ini pun terjadi di malam natal, serangan Voldemort.. ugh, I hate that man so much.." Auriga mendengus pelan.
"Diakah yang mengirimkan banyak surat padamu itu? Aku dengar dari Andromeda, yang diberitahu oleh Regulus tentunya." Ted bertanya.
Auriga mengangguk kecil. "Dia ingin aku bergabung menjadi Pelahap Maut, menjadi pengikutnya.. sepertinya dia.. sangat berharap aku menjadi pengikutnya saat itu." jelasnya panjang lebar.