25. patronus charm

1K 150 67
                                        

──────────── ✦ ────────────

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

──────────── ────────────

Author

Malam ini angin dingin berhembus lumayan kencang. Auriga sudah mendudukkan diri di taman halamam rumah James, menunggu sang lelaki datang sambil menatap ke arah bunga-bunga yang menghiasi rumput hijau saat ini.

"Aurie," James memanggil dari belakang. Auriga pun berbalik dan mendapati lelaki berkacamata bulat berdiri di belakangnya saat ini, menatapnya canggung.

Auriga kemudian mengangguk dan mempersilahkan Jamea untuk duduk di sebelahnya. James pun mendudukkan dirinya di sebelah kanan Auriga, mengulum bibir.

"So, uh.." James membuka suara, Auriga pun menghela nafas panjang. "Yeah..?" dia membalas, kemudian terkekeh canggung. James pun ikut terkekeh dan menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal sama sekali.

"Maafkan aku tadi, aku.." Auriga memulai, James menggelengkan kepalanya beberapa kali, "No. No, it's okay.. Ya.." selanya, tidak ingin Auriga untuk meminta maaf karena kejadian tadi siang.

"Benarkah?" tanya Auriga, James menganggukkan kepalanya yakin. Auriga ikut menganggukkan kepalanya dan terdiam.

Suasana pun menjadi cukup canggung dan sunyi. James berdeham pelan, Auriga menggigit bibir bawahnya kasar. "Sekarang kau tahu aku menyukaimu, huh?" katanya sambil memalingkan wajah.

James hanya mengangguk kecil, melirik ke arah Auriga sebentar. "Hei, aku—" James hendak menyelesaikan kalimatnya hingga Auriga memotongnya, "Aku tahu, James. Tidak perlu dikatakan. Kau mencintai Lily, dan kau mau menolakku sekarang bukan?"

James menggelengkan kepalanya, Auriga menaikkan alisnya sebelah bingung. "Aku hanya ingin bilang.. Terimakasih sudah menyukaiku, Aurie. Kata Sirius mungkin kau sudah menyukaiku sejak lama," kata James yang membuat Auriga berkedip beberapa kali.

"Aku tidak menyangka kau akan berterima kasih bukan menolakku. Dan aku menyukaimu sejak.." Auriga membalas, menaikkan kedua bahunya, ".. I don't know, mungkin sejak tahun ketiga?"

"Walaupun sifatku masih buruk?" James bertanya. Auriga mengangguk kecil, tersenyum canggung. "Kau sahabat yang baik, James. Kau juga.. keren.." jawab Auriga dengan volume suara yang kecil.

James terkekeh pelan. "Begitukah? Aku tidak menyangka." ucapnya, Auriga hanya tersenyum kecil ke arahnya.

"Tapi aku tidak mau merusak hubunganmu dengan Evans, James. Kau mencintainya, ya.." Auriga terkekeh pelan, James membalasnya dengan menganggukkan kepalanya mengerti.

MISCHIEVOUS, james potter ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang