꒰ completed - james potter x oc ꒱
꒰ written in bahasa indonesia ꒱
mis·chie·vous/ˈmisCHivəs/
causing or showing a fondness
for causing trouble in a playful way.
ia mengenali lelaki itu. lelaki yang
menurutnya sangat nakal dan tidak
suka m...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
────────────✦────────────
Author
"Aurie, kau menghabiskan banyak waktu bersama Remus akhir-akhir ini." kata Sirius dengan tenang sembari memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.
Auriga hanya berkedip beberapa kali, menatap ke arah kakak laki-lakinya itu datar. "Yeah, I mean—Remus.. dia, sahabat terbaik." jawabnya, kemudian menguncir rambutnya menjadi seperti ekor kuda.
"Hei, kalau kau menyukainya tidak masalah—" Sirius menghentikan kalimatnya, Auriga mengangkat alisnya sebelah. "Sirius, he's my friend. Tentu kau mengerti soal itu." balasnya, sedikit membentak.
Sirius mengusap wajahnya kasar. "Look, it's okay, if you like him just say it."
"Aku tidak, Sirius." tukas Auriga, Sirius pun menganggukkan kepalanya mengerti.
"Aurie, Sirius, kalian sedang apa? Tumben sekali berbaikan seperti ini." suara perempuan itu membuat Auriga dan Sirius berbalik dan menyahut secara bersamaan, "Hei, Andromeda."
"Lagipula kau juga sedang apa disini? Meninggalkan suami dan putrimu di rumah," Sirius bertanya balik, mengangkat alisnya sebelah. "Jadi kau tidak suka aku ada disini?" balas Andromeda, menyipitkan kedua matanya.
"B-bukan begitu.." Sirius tergagap, kemudian Andromeda langsung tertawa terbahak-bahak. "You never change, Sirius." katanya sembari mencubit pipi Sirius gemas.
"Ow.. sudah kubilang aku tidak suka saat kau melakukan itu, Andie." Sirius meringis pelan, mengelus pipinya yang telah dicubit oleh sepupunya yang lebih tua darinya itu.
"Hei, hei. Jangan ribut di depan Harry. Tidak baik," peringat James dari belakang.
Auriga hanya tertawa kecil. "Sirius dan Andromeda memang suka seperti ini dari dulu," katanya.
"Sekarang aku tidak penasaran kenapa Andromeda adalah sepupu favorit Sirius." kata James, Auriga menganggukkan kepalanya. "Yeah, she's awesome right?"
"Yeah." James membalas, tertawa pelan.
"Aurie!" Remus berseru memanggil, membuat sang pemilik nama itu menoleh. "Oh, Remus. Hei," Auriga menyahut, kemudian Remus memberikan sebuah kain kepada perempuan berambut hitam itu.
"Apa ini?" Auriga bertanya bingung sembari menerima kain berwarna coklat beige dari sahabatnya itu.
"Coat," Remus menjawab, "well, sebenarnya milikku. Tapi, karena milikmu warnanya sudah luntur.."