part 32

29 4 1
                                        

Berbeda dengan Bram kini ia masih dalam mobil. Ia akan menuju ketempat dimana ia dan dokter Ivan membuat janji.

Mereka sengaja tidak membahas hal ini dirumah sakit. Mereka akan selalu  mengunjungi tempat biasa untuk konsul.

Bram sudah sampai dimana ia dan Dokter Ivan membuat Janji. Disebuah rumah kecil bernuansa Abu². Yang disekitarnya dikelilingi beberapa macam tumbuhan.

Tempat ini adalah rumah Lama Bram.

Bram masuk kedalam rumah. Lalu ia masuk kesebuah ruangan yang kedap suara.

Tak lama kemudian Dokter Ivan datang. Ia tak menggunkan baju dokternya karna ia sedang mengambik cuti setengah hari untuk membahas kondisi Daffa.

Bram dan Dokter Ivan duduk saling berhadapan

"Jadi bagaimana Dok. apa sudah menemukan solusinya? " tanya Bram langsung

Dokter Ivan menghela nafas" semua ini sudah saya duga sebelumnya..."

"Maksud Dokter?"

"Raffa..."

***

Kantin School Bramasya

"Dewi" panggil Bima pada seorang cewek berambut sebahu.

Gadis itu menoleh
"Iya Bim. ada apa?" tanya Dewi

"mundur"

Gadis itu pun mundur selangkah

" Udah?"

"Lain kali kalo perjuangan lu gak dihargain lu mundur aja ya."

Gadis itu tersenyum tulus dan mengangguk kecil. Ia pun melanjutkan kegiatanya

"Janganlah kau mengejar  cinta pada seseorang yang belum selesai dengan masa lalunya. karna sekuat apapun kau berjuang ia tak akan memperdulikan perjuangan mu. karna dihatinya masih ada seseorang yang ia masih harapkan." Gumam Bima menatap Dewi yang sudah menjauhnya

"wih puitis juga lu Bim"  celetuk Daffi dari arah belakang Bima

Bima membalikan tubuhnya kearah Daffi. Lalu ia tersenyum

"Kebanyakan orang yang lagi patah hati ia selalu jago buat kata² seperti itu. Ya semacam buat ngungkapin perasaan nya Saat ini" ucap Bima

"Lu suka sama Dewi?" tanya Daffi.

Dewi memang sekelas dengan Daffi, Bima, dan Davin.

Bima hanya tersenyum

"Tapi dia gak suka sama gua.." lirih Bima

"Lah kok bisa. Lu kan tajir, ganteng ya walaupun Daffa lebih ganteng dari lu" ucap Davin

"Dia suka sama seseorang" ungkap Bima.

Daffa, Lim, Aca, Sasa, Yogi dan Arjun baru saja datang.

***

Disisi lain Bram sedang perjalan pula. Ia menatap kearah Jendela mobil yang menampakkan jalan yang cukup padat.

Bram menghela nafas. Ia hanya diam pandangannya kosong, seolah dia sedang memikirkan sesuatu.

"Tuan" panggil tono selaku sopir pribadi Bram.

Tetapi Bram tidak menyahut ia masih melamun.

"Tuan"

"Ah iya. Ada apa?" ucap Bram tersadar dari lamunannya

"Maaf, Tuan ini sudah sampai dirumah." ucap Tono

"Baik pak terima kasih" ucap Bram lalu ia keluar dari mobil.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 05, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Liamazura (On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang