004

632 67 3
                                    

HELLOW!!!

Aing comeback setelah beberapa abad gak up, oke lebay ya kamu author.

Eh tunggu!! Ini ceritanya masih ada yang nungguin gak? Jangan-jangan gak ada lagi.

Maafin author yang suka bacot ini, sekarang ayok baca Anak IndiHome chapter 04.

LET'S GOOO!!!!

.
.
.
.
.

Setelah hari itu, Soobin dan ke empat chingu-nya memutuskan untuk mendatangi satu persatu teman-teman terdekat Jisung agar bisa memberikan pernyataan atau apapun tentang Jisung sebelum dia tewas di bunuh psycho yang tidak bertanggung jawab itu.

Kalau bertanggung jawab itu bukan psycho authoor -_-

Iyain dah daripada panjang urusannya - author

Author balek sana bikin cerita daripada banyak bacoteuuu

Iyaaa!! Ini juga mo balek - author

Back to

Yeonjun turun dari motor matic miliknya, sekarang dia lagi ke rumah salah satu teman dekat Jisung kalau gak salah namanya Bang Yedam. Bisa nih jadi abang gue😏

Sementara temannya yang lain lagi rebahan di apartemen mereka, soalnya mager katanya. Karena Yeonjun rajin makanya dia datang ke rumah Yedam untuk menanyakan soal Jisung.

Dengan sopan Yeonjun mengetuk pintu rumah Yedam soalnya dia gak dekat sama nih anak, coba aja kalau dekat gak bakalan pakai acara mengetuk pintu rumah Yedam.

Ketukan pertama, dan kedua sama sekali tidak ada respon dari pemilik rumah. Ketukan ketiga baru ada yang meresponnya yaitu Yedam sendiri keluar dengan muka bantalnya.

"Rupanya nih anak baru bangun tidur, pantesan dari tadi gue ketok nih pintu gak ada respon sama sekali." pikir Yeonjun setelah melihat Yedam

Sepersekian detik Yedam terkejut sekaligus terheran-heran karena tiba-tiba Yeonjun datang yang bisa dibilang orang asing di kehidupannya sebab mereka berdua gak pernah berinteraksi satu sama lain. Lah terus Yeonjun gimana bisa tau alamat rumah Yedam? Entahlah hanya Junedi sama author yang tau.

"Ini rumahnya Bang Yedam, kan?" tanya Yeonjun basa-basi padahal dia yakin 50k % kalau itu pasti rumahnya.

"Bukan." jawab Yedam

Jawaban Yedam membuat Yeonjun terdiam seketika, dan jadi patung dadakan beberapa detik ternyata dia salah rumah dong."

"Terus ini rumah siapa?"

"Rumah orang tua saya."

Speechless, itulah yang Yeonjun rasakan.

"Sabar sabar, orang sabar istrinya banyak." batin Yeonjun mencoba sabar dan tidak mengeluarkan kata-kata emasnya sekarang.

"Bercanda, ini bener kok rumahnya Bang Yedam tapi di sertifikat tanah namanya masih nama bokap saya."

"Gak nanya betewe."

"Oh ya, silahkan masuk." Yedam mempersilahkan Yeonjun untuk masuk ke rumah sederhana milik orang tuanya, sederhana banget tapi tingkat 2.

Anak IndiHome | TXTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang